Jenis Ikan Ini Tidak Dianjurkan Untuk Dikonsumsi

  • Whatsapp

 

Jenis Ikan Ini Tidak Dianjurkan untuk Dikonsumsi

Read More

Ikan merupakan sumber gizi yang baik bagi pertumbuhan anak. Ikan mengandung protein dan kalsium yang tinggi. Ikan yang mengandung asam lemak omega 3, DHA, dan EPA, diketahui dapat membantu perkembangan otak dan mata anak.

Asam lemak omega 3 adalah makanan bagi otak karena berperan penting untuk perkembangan membran sel pada sistem neurologis dari otak dan jalur sinyal. Omega 3 memiliki sifat antikoagulan yang mempengaruhi kemampuan trombosit untuk membekukan darah, sehingga peredaran darah menjadi lebih lancar dan juga terhindar dari penyumbatan pembuluh darah yang bisa berakibat pada beberapa penyakit.

Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa Omega 3 dapat mencegah penyakit jantung dan penyakit lain yang berhubungan dengan jantung. Hal ini dikarenakan Omega 3 meningkatkan elastisitas arterial. Menurunkan resiko aritmia (detak jantung yang tidak normal), tekanan darah tinggi, dan juga menurunkan kadar kolesterol yang tinggi.

Namun ternyata, tidak semua ikan baik untuk dikonsumsi. Meskipun manfaat omega 3 sangat banyak bagi kesehatan, namun omega 3 juga memiliki efek samping bagi tubuh, karena adanya kandungan merkuri.

Merkuri merupakan polutan racun bagi sistem saraf. Merkuri yang ditemukan pada ikan berdampak pada kesuburan dan tekanan darah, hal ini juga memicu lupa ingatan, tremor (gemetar), kebutaan, baal pada jari-jari, penyakit jantung, dan resiko diabetes pada ibu hamil.

Penelitian yang dipublikasikan di Environmental Health Perspectives, menemukan bahwa merkuri yang ditemukan pada ikan juga dapat menyebabkan penyakit autoimun. Penyakit autoimun terjadi ketika sel tubuh menyerang sel tubuh yang sehat. Penyakit autoimun ini berpotensi menyebabkan lupus, artritis rematoid, dan Inflammatory Bowel Disease atau yang disingkat menjadi IBD.

Selain merkuri, tidak jarang ikan juga mengandung formalin. Formalin biasanya dipergunakan sebagai desinfektan, cairan pembalsem, pengawet jaringan, pembasmi serangga dan digunakan juga pada indutri tekstil dan kayu lapis. Namun, penggunaan formalin pada ikan dilakukan produsen untuk membuat ikan kelihatan segar dan fresh seperti masih baru.

Ciri ikan yang mengandung formalin adalah berwarna putih bersih dan kenyal. Insangnya berwarna merah tua dan bukan merah segar. Awet pada suhu kamar sampai beberapa hari dan tidak mudah busuk. Tidak terasa bau amis ikan, melainkan ada bau menyengat.

Bagi manusia, mengonsumsi formalin dapat menimbulkan gejala penyakit, seperti tenggorokan terasa panas, mencret, muntah dan keracunan. Selain itu formalin juga dapat menimbulkan ganggunan peredaran darah dan memicu tumbuhnya kanker.

Nah, berikut adalah Jenis Ikan Ini Tidak Dianjurkan Untuk Dikonsumsi, baik karena kebersihan, kontaminasi racun seperti merkuri atau PCB, ataupun kelangkaan spesiesnya.

Ikan lele impor

Ikan lele adalah ikan air tawar yang dapat menjadi sumber protein hewani yang cukup tinggi, yaitu sekitar 20%. Selain karena harganya yang sangat terjangkau, ikan lele juga sangat baik terutama untuk pertumbuhan janin pada ibu hamil dan pertumbuhan balita. Hal ini disebabkan karena dalam protein ikan lele terkandung semua asam amino esensial lisin, metionin dan leusin dengan kadar protein yang lebih tinggi dibanding dengan protein pada susu dan daging.

Namun ikan lele yang berasal dari Vietnam tidak baik untuk dikonsumsi. Hal ini disebabkan karena ikan lele yang berasal dari Vietnam mengandung antibiotik yang dilarang keras untuk dijual di Amerika Serikat, Swai dan Basa.

Jika ingin mengonsumsi ikan lele, ikan lele asal Indonesia merupakan varietas terbaik karena diternak di dibudidayakan dengan baik oleh para peternak ikan lele. Sehingga, kebersihan dan kesehatannya pun terjamin.

Ikan kod Atlantik

Minyak ikan kod diketahui baik untuk kesehatan dan proses tumbuh kembang anak. Namun kini konsumsi okan kod asal Atlantik dilarang karena merupakan jenis ikan yang dilindungi, sebab spesiesnya terancam punah.

Belut Amerika

Belut juga merupakan jenis ikan yang baik untuk mendukung pertumbuhan anak. Namun jenis ikan belut yang sering dihidangkan di atas piring sushi diketahui telah terkontaminasi zat kimia PCB dan merkuri yang terkontaminasi saat dikembangbiakkan.

Udang impor

Udang impor tidak baik untuk dikonsumsi karena dianggap kotor. Udang impor yang masuk ke Amerika ternyata juga mengandung antibiotik, residu dari bahan kimia yang digunakan untuk membersihkan pena, kotoran, dan potongan serangga.

Demikian informasi tentang Jenis Ikan Ini Tidak Dianjurkan Untuk Dikonsumsi. Semoga informasi ini bermanfaat bagi pembaca setia Ceritamedan.com. (CM/Wahyu Blahe)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *