Jadilah Objektif Dalam Menilai

  • Whatsapp
Objektif dalam Menilai
Objektif dalam Menilai

 

Layaknya hakim yang menentukan dalam sebuah pengadilan, ialah yang berhak untuk membuat dan menentukan segala kepuutsan. Begitu pula dengan diri kita sendiri, dimana dalam kehidupan sehari-hari kita banyak menemukan sesuatu yang memaksa untuk memutuskan apakah ini ataupun itu. Segala aspek dalam diri sebenarnya ditentukan oleh diri sendiri, seperti hubungan dengan orang lain, jalan hidup, cita-cita bahkan dalam hal pemecahan masalah. Sebab sebagai manusia biasa kita pasti akan menemui permasalahan baik kecil maupun besar.

Read More

Objektifitas seseorang berawal dari mindset atau pola pikir dimana setiap keputusan dilihat dari kondisi itu sendiri bukan karena ada faktor lain yang ikut campur didalamnya. Pikirkan secara matang-matang apa yang menjadi tujuan kamu, sebab siapa yang tahu seperti apa dan sejauh apa kemampuan dirimu. Sifat objektif dapat membantu dirimu menemukan dan menentukan jalan keluar untuk memecahkan sebuah dilema yang dihadapi.

Ada contoh sederhana yang menunjukkan objektifitas kamu dalam kehidupan sosial. Kita sebagai manusia pastilah memiliki teman, sama seperti kamu, orang-orang terdekat juga kerap kali menemukan masalah dalam hidupnya yang ujung-ujungnya mungkin mereka akan bertanya tentang apa yang harus ia lakukan.

Kita contohkan saja seperti ini, seorang teman kamu berkelahi dengan orang lain karena ia sering mengejek ataupun menghina orang tersebut karena sebuah kekurangan yang dimilikinya atau bahkan tanpa alasan sama sekali. Suatu waktu ia menceritakan hal tersebut kepadamu atas dasar kalau kamu adalah teman baiknya. Sekalipun kalian adalah sahabat apa yang akan kamu katakan? Apakah kamu akan mendukung dan berpihak pada temanmu hanya karena rasa solidaritas? Atau malah menyalahkan teman kamu sendiri karena telah mengejek orang lain.

Orang-orang yang berpikir secara objektif akan menyelesaikan hal tersebut sesuai dengan apa masalahnya, tentunya kamu sendiri juga tahu mana yang salah dan mana yang benar. Tentunya sangat tepat jika kamu malah menyalahkan sahabat kamu sendiri karena memang ia salah.

Walaupun dalam beberapa kasus menjadi sedikit lebih objektif terkadang akan sulit, sebab kita harus menerima segala resikonya. Objektif pada diri sendiri juga terlihat dari bagaiamana kamu mengakui kesalahan jika memang bersalah tanpa menyalahkan orang lain.

Tak banyak orang mampu menjadi netral bagi dirinya dan juga orang lain, banyak hal yang mempengaruhi hal tersebut salah satunya adalah seperti yang sudah disebutkan tadi yakni karena adanya rasa solidaritas atau malah karena kamu memiliki kepentingan pribadi padanya.

Walaupun tak berdampak secara langsung, namun menjadi pribadi yang objektif dalam menilai sebuah masalah juga berdampak pada peningkatan kualitas diri. Kamu akan dipandang sebagai orang yang memiliki tanggung jawab, bisa diajak ngobrol, dan akan lebih disenangi karena cara pandangmu yang berbeda dengan kebanyakan orang.

Objektif pada suatu hal akan memberikan pandangan yang luas dan siap menghadapi segala macam resiko. Seorang hakim tidak akan menjadi hakim jika tak bisa menentukan secara objektif, mungkin itulah yang menyebabkan jika lambang hukum digambar dengan seseorang yang memegang timbangan dengan mata tertutup. Filosofinya adalah tak peduli seperti apa wajah, suku ataupun ras kamu ketika akan menerima hukuman, maka sesuai dengan apa yang kamu perbuat.

Cobalah untuk berpikir seperti ini, sebab sewaktu-sewaktu akan membantumu dalam kehidupan sehari-hari. Demikianlah artikel ini semoga dapat bermafaat dan bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Ingat, objektif bukan berarti bersifat dingin tapi juga perlu adanya nilai toleransi.***(CM-03/Rio Khairuman)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *