Ingin Mendapatkan Pelayanan Kesehatan? Sampah Solusinya

  • Whatsapp
Bank Sampah
Bank Sampah

 

Sampah adalah sesuatu yang biasanya buang atau sebagai limbah rumah tangga. Dari tahun ke tahun sampah selalu menjadi permasalahan yang bisa dikatakan belum menemukan masalah yang tepat. Inovasi mulai banyak dilakukan agar sampah bukan hanya menjadi hal yang harus dibuang tapi juga menjadi hal yang bisa berguna nantinya.

Read More

Salah satu program yang telah hadir dikalangan masyarakat adalah klinik kesehatan berbayar sampah. Program ini terselenggara atas kerja sama antara Perkumpulan Arta Jaya, Yayasan Heartindo dan Yayasan Unilever Indonesia. Kegiatan ini diadakan di Rumah Kompos & Bank Sampah Induk Sicanang, Desa Sicanang, Kecamatan Medan Belawan beberapa waktu lalu.  Salah satu kegiatan utama pemeriksaan kesehatan umum untuk para warga baik anak-anak maupun orang dewasa. Berbagai pengobatan gratis mulai dari pemeriksaan gula darah, pengotaban penyakit kulit, cek kesehatan dan lain sebagainya. Selain pengobatan gratis ada juga edukasi tentang pola hidup sehat dan bersih  dalam rumah tangga.

Program ini berupa pemeriksaan kesehatan berbayar sampah ini sudah dilakukan sejak tahun 2015 lalu, akan terus diadakan setiap bulan sekali dengan tema yang berbeda. Tema yang diusung pada acara kali ini adalah “Jajanan Sehat” dan akan berbeda setiap bulannya. Rumah kompos dan Bank Sampah sudah memiliki sebanyak 116 cabang yang tersebar di seluruh wilayah kota Medan. Dengan koordinasi yang telah dilakukan sebelumnya kepada warga, mulai dari aspek mata pencarian, pendapatan, pendidikan, serta anak-anak yang putus sekolah. program ini sangat sukses. Program Rumah Kompos dan Bank Sampah mendapat sambutan baik dari masyarakat ditandai dengan antusiasnya masyarakat mengikuti program ini. Program ini seakan mewujudkan impian semua warga Sicanang, lingkungan bersih tanpa sampah berlebih yang berserakan.

Rumah Kompos dan Bank Sampah
Rumah Kompos dan Bank Sampah

 

Gedung yang digunakan sebagai Rumah Kompos dan Bank Sampah serta obat-obatan yang diberikan kepada warga merupakan donasi dari Unilever. Dalam hal ini, Unilever juga   mendukung program-program kemasyarakatan dengan tagline Demi Indonesia yang Lebih Baik. Selain dukungan dari Unilever, dikerahkan juga bantuan medis diantaranya tim medis dan dokter dari Yayasan Heartindo yang turut mendukung Rumah Kompos dan Bank Sampah.

Untuk bergabung dalam Rumah Kompos dan Bank Sampah yang perlu dilakukan warga adalah mendaftar terlebih dahulu menjadi nasabah bank sampah. Selanjutnya tata cara yang harus dilakukan adalah: (1) Nasabah datang dan membawa buku tabungan dan sampah yang sudah dipilah dari rumah. (2) Nasabah mengisi absensi dan pengurus mencatat jenis sampah yang di bawa oleh nasabah. (3) penimbangan sampah sesuai dengan jenisnya dan petugas mencatat berat sampah. (4) Nasabah membawa buku tabungan ke meja, data berat sampah, dan tabungan (Rp) direkap dalam buku besar. Selanjutnya nasabah pulang membawa buku tabungan berisi hasil dari penimbangan sampah.  Uangatabungan ini juga bisa digunakan untuk kegiatan kesehatan gratis.

Sebelum dibawa ke Rumah Kompos Dan Bank Sampah, masing-masing warga harus memisahkan sampah berdasarkan jenisnya, yakni sampah organik dan anorganik. Nantinya jenis sampah yang telah dipilah akan dihitung sesuai jenisnya. Misalnya untuk sampah anorganik nantinya akan diolah menjadi pupuk kompos. Sampah organik sendiri akan dipisahkan sesuai bentuk dan jenisnya, misalnya plastik, pecahan kaca, seng, besi, dan berbagai jenis sampah lainnya.

Khusus untuk sampah organik akan langsung diolah oleh Rumah kompos dan bank sampah. Rumah kompos dan Bank sampah ini sendiri dikelola oleh Yayasan Arta Jaya itu serta warga yang turut andil didalamnya. Sedangkan jenis sampah-sampah lainnya seperti kertas, plastik, besi, dan banyak lagi akan disalurkan kepada perusahaan-perusahaan untuk kemudian didaur ulang. Hasilnya akan digunakan untuk mengadakan banyak kegiatan-kegiatan sosial, salah satunya adalah pemeriksaaan kesehatan dan kursus bahasa Inggris untuk warga Sicanang.

Inovasi Rumah kompos & Bank Sampah tercipta dari kebiasaan warga indonesia yang masih membuang sampah sembarangan. Seakan kebiasaan ini sudah membudaya. Maka dari itulah Rumah kompos & Bank Sampah hadir sebagai gebrakan baru dan juga sebagai program inovasi yang diciptakan untuk mengajak masyarakat mengubah kebiasakan buruk tersebut. Banyak seklai dampak yang akan timbul jika sampah masih berserakan dan dibuang sembarangan serta berdampak juga pada lingkungan dan kesehatan warga Sicanang. Untuk itulah program ini hadir ditengah-tengah masyarakat.

“Ternyata program ini sangat menarik perhatian warga Sicanang untuk tidak lagi membuang sampah. Sampah yang dianggap tidak berharga. Padahal sampah-sampah tersebut masih memiliki nilai ekonomis,” ujar Armawati selaku Direktur dari Rumah Kompos dan Bank Sampah.

Uniknya, Sicanang dipilih sebagai salah satu lokasi induk Rumah Kompos dikarenakan lokasi Sicanang merupakan daerah pesisir yang menyumbang banyak sampah setiap harinya dari sungai Deli. Menurut Armawati sendiri, hal inilah yang kemudian yang menjadi peluang juga untuk warga Sicanang,. Warga memanfaatkan sampah-sampah yang terseret arus Sungai Deli, ataupun sampah-sampah yang ada dipekarangan warga selepas terjadinya banjir.

Program tabungan warga Sicanang ini juga memiliki premi asuransi yang dipotong sebesar Rp5000/bulan dari sampah yang telah dikumpulkan warga. Hal menarik lainnya dari rumah kompos dan bank sampah ini adalah tidak hanya memberikan pelayanan tabungan dan kesehatan umum saja, tapi juga berupa les pendidikan Bahasa Inggris untuk anak-anak Sicanang.

“Program Rumah Kompos dan Bank Sampah ini tercipta karena adanya respon positif dari masyarakat, dan diharapkan warga untuk tetap antusias dalam mengumpulkan lebih banyak lagi sampah, agar program ini terus berjalan,” jelas Armawati selaku Direktur Rumah Kompos dan Bank Sampah.

Program ini tidak hanya disosialisasikan bagi masyarakat, tetapi juga melibatkan sekolah-sekolah yang ada di Kota Medan dengan tujuan pengelolaan lingkungan hidup lebih baik. Semoga nantinya dengan adanya program ini dapat membantu masyarakat dalam mengelola lingkungan dan sampah menjadi lebih berguna lagi.***(CM-01/Chairunnisa)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *