Ikke, Jadikan Bahasa Amunisi Hebat Mencapai Impian

  • Whatsapp
Ikke Damaiyanita
Ikke Damaiyanita

Bahasa selalu menjadi yang utama dalam berkomunikasi dengan orang lain. Melalui bahasa kita menjadi mengerti satu dengan yang lainnya. Berbagai perkembangan bahsa saat ini menjadi hal yang menarik terutama bahasa internasional yang kini sudah tidak asing ditelinga kita lagi. Bahasa Inggris. Bahkan dengan Bahasa Inggris juga mampu mengantarkan kita hingga ke tempat-tempat yang tidak pernah kita kunjungi sebelumnya.

Semisal, salah satu perempuan yang sangat enerjik bernama Ikke Damaiyanita atau lebih sering disapa Ikke. Perempuan berusia 21 tahun itu kini sedang menjalani studi jurusan Ekonomi jejang Strata 1 di Universitas Panca Budi. Salah satu hal unik dari Ikke adalah, prestasi yang telah dicapainya di tahun-tahun sebelumnya saat menjadi siswa, mahasiswa Diploma maupun sebagai mahasiswa Strata 1.

Read More

Tahun 2015 menjadi hal yang sangat membanggakan bagi Ikke, Ikke berhasil menjadi Runner Up atau Juara 2 mahasiswa berprestasi Tingkat Nasional program Diploma yang diadakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Saat itu Ikke sedang menjalani studi Jurusan Manajemen di Politeknik LP31 Medan. Seleksi yang diadakan saat itu melalui dua tahap, yaitu pendaftaran secara online kemudian seleksi administratif terlebih dahulu, kemudian maju ke tahap selanjutnya.

Ikke Damaiyanita Mahasiswa Berprestasi
Ikke Damaiyanita Mahasiswa Berprestasi

 

“Seleksinya ada dua tahap, pendaftaran secara online, seleksi administratif terlebih dahulu,” jelas Ikke. Setelah melewati seleksi administratif, ikke kemudian lulus sebagai salah satu finalis untuk program diploma. Jumlah finalis yang lulus ada sekitar 30 finalis dari seluruh Indonesia diantaranya 15 finalis dari program diploma dan 15 finalis dari program strata 1.

“Ada 15 finalis untuk program sarjana ada 15 finalis untuk program diploma,” Ungkap Ikke kepada tim Cerita Medan. Final Pemilihan Mahasiswa berprestasi Tingkat Nasional Sendiri diadakan di Malang pada Juli 2015. Menjadi poin utama dalam final ini adalah presentase karya tulis ilmiah yang telah dipersiapkan oleh masing-masing peserta yang bertemakan kemandirian bangsa.

“Ada karya tulis ilmiah temanya kemandirian bangsa. Setelah karya tulis di final presentase. Presentase unggulan, dikasi batasan regional, provinsi, dan nasional, internasional,” Jelas Ikke.

Walaupun disaat menghadapi prosesnya Ikke menghadapi banyak rintangan terutama di bagian penulisan karya ilmiah tapi semangat Ikke tidak surut. Dengan bantuan bimbingan Dosen kala itu, Ikke pun berhasil menyelesaikan karya ilmiahnya walaupun berada di detik-detik terakhir. Selain presentase karya ilmiah, kala itu juga ada tes Bahasa Inggris yang diujikan.

 Mahasiswa Berprestasi

Mahasiswa Berprestasi

Selain menjadi mahasiswa berprestasi, Ikke juga pernah meraih beberapa prestasi lainnya. Di tahun 2016 Ikke berhasil menjadi The Best S Prepared Speech Asian Olympics 2016 di Univeristas Bina Nusantara Jakarta.  Asian Olympics  2016 adalah  lomba Bahasa Inggris tahunan yang diselenggarakan oleh Binus English Club Universitas BINA Nusantara Jakarta. Kegiatan ini telah menjadi kegiatan rutin 2004. Ada tujuh cabang yand dilombakan, antara lain debat, newscasting, pidato, storytelling, scrabble and spelling bee, dan Story Writing.

Menariknya lagi, Asian Olympic ini terdiri dari 60 tim  yang berasal dari Seluruh Indonesia dan beberapa negara Asia lainnya, seperti  Bangladesh, Korea , China, dsb. Selain menjadi peserta dalam berbagai lomba kali ini Ikke juga pernah menjadi Juri di Nasional English Polytechnic di Politeknik Negeri Batam pada Juli 2016.

Sebenarnya ditelusuri lebih lanjut bahwa jurusaan yang dijalani Ikke adalah jurusan Ekonomi tapi justru Ikke lebih banyak mempunyai prestasi di bidang Bahasa Inggris. Baha Inggsri sendiri merupakan salah satu yang menajdi kesukaan Ikke. Bahkan saat lulus SMA beberapa guru menyarankan Ikke untuk menjadi guru bahasa Inggris saja mengingat ebrbagai prestasi yang telah diaraihnya dalam bidang Baha Inggris, tetapi Ikke lebih memilih untuk belajar hal yang baru baginya. ikke beranggapan bahwa baha inggris juga akan mengkapi hal itu, selain itu menurut Ikke bahasa juga bisa menunjang pengetahuan.

“Bahasa Inggris suka aja, kemudian ada lomba ikut. Udah niatnya pas tamat SMA, guru-guru bilang bakat jadi guru bahasa inggris saja, tapi pas itu mikirnya biarkan bahasa inggris itu jadi nilai tambah, saya akan belajar hal yang lain. Bahasa Inggris yang melengkapi hal itu supaya  biar bisa global juga, belajar ekonomi kemudian Bahasa Inggris kan masih nyatu juga.  Pada dasarnya. Bahasa kan juga menunjang semua pengetahuan,” jelas Ikke saat ditanya tentang bahasa Inggris itu sendiri.

Selain aktif dikampus, Ikke juga mengikuti beberapa komunitas bahasa inggris dan komunitas sosial yang ada di Medan. Diantarnya Turun Tangan Medan pernah diikutinya. Hanya saja, Ikke tidak terlalu aktif didalamnya, tetap hadir dan tidak menjadi anggota tetap. Ada juga komunitas Kampus yang pernah diikutinya seperti Ikke pernah menjadi President English society LP31 periode 2014, sekretaris Bisnis Manajeman Club tahun 2013, bahkan di tahun pertama kuliah Ikke juga menjadi Bendahara Bangian Kesenian tahun 2012.

Berbagai lomba yang pernah diikuti oleh Ikke adalah presentase bahasa Inggris yaitu Implecement Tourism Expo yang diadakan oleh Badan Penanaman Modal Sumatera Utara di Santika Dyandara Hotel tahun 2014. Kemudian Lomba Debate Bahasa Inggris Tingkat Medan di Universitas Negeri Medan tahun 2013 awal dan berbagi lomba lainnya yang pernah diikuti oleh Ikke.

Menjadi mahasiswa memang hal yang menyenangkan apalagi jika diikuti dengan sederet prestasi yang membanggkan. Ikke juga membagikan tips bagaimana agar lancar berbahasa Inggris dan yang paling utama adalah adanya kemauan belajar dan komitmen.

“Sebenarnya sih kalau untuk bahasa itu komitmen, kita perbanyak vocab terus praktek harus punya teman-teman sekitar di komunitas, kita harus berada di komunitas orang-orang yang juga mau belajar Bahasa Inggris karena bahasa itu kan semua tentang praktek. Kalau misalnya kita gak praktek sa aja mau kursus dimanapun tetap aja, jadi ya praktek,” usul Ikke.

Menurut Ikke Bahasa Inggris juga sangat menyenangkan dan sangat fun. Walaupun semua bahasa pasti ada kesulitannya masing-masing ibarat bahasa Indonesia bagi orang-orang yang jarang menggunakan bahasa Indoensia pasti akan menemukan kesulitan sendiri. Tapi tidak selamanya kesulitan itu akan ada, dibutuhkan komitmen dan kemauan juga dalam mempelajarinya.

“Hidup itu Cuma sekali jadi lebih berartilah kalau misalnya kita uda ngelakuin hal yang baik dan ada yang lebih baik berarti yang baik itu gak cukup .intinya tiap harinya harus lebih berarti lah. Harus ada perkembangan.” Ujarnya saat ditanya tentang Motto hidup Ikke.

Bahasa Inggris juga sangat menyenangkan dan sebagai amunisi, istilahnya adalah senjata untuk mengejar sesuatu yang kita inginkan.

“Bahasa itu amunisi hebat untuk mencapai impian.” Tutup Ikke. ***(CM-D02/Weny Maya Sari)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *