Engelina, Menjadi Beda dengan Keluar dari Zona Nyaman

  • Whatsapp

 

Engelina
Engelina

 

Read More

Hampir semua orang punya cita-cita dan impian. Namun, tak jarang cita-cita sedari kecil, tidak sesuai ekspektasi ketika beranjak menjadi dewasa. Hal itu pulalah yang menggambarkan kisah perjalanan Engelina Dame Yulina Br Panjaitan. Ia pernah bercita-cita menjadi orang yang bergerak dalam bidang hukum karena melihat kesuksesan yang telah diraih oleh om dan tantenya. Tetapi seketika cita-cita itu pupus, saat ia dinyatakan gagal dalam seleksi masuk di perguruan tinggi jurusan Hukum dan malah lulus di jurusan Ilmu Komunikasi.

Semenjak itulah cita-cita itu berubah, Engelina lantas begitu mencintai dunianya yang sekarang yakni Komunikasi Universitas Sumatera Utara (USU). Menurutnya, kuliah di Komunikasi itu seperti tidak terasa bebannya dikarenakan mata kuliahnya yang asyik dan banyak praktik lapangan. Sehingga cita-citanya kemudian berubah ingin menjadi seorang news anchor atau pun seorang public relations. Ia resmi menjadi mahasiswa sejak tahun 2014, tetapi lagi-lagi ia merasa ingin mencoba keluar dari zona nyamannya di Kota Medan karena tuntutan keluarganya yang mengatakan bahwa sebaiknya ia keluar dari Pulau Sumatera mengikut abang dan kakaknya yang telah berhasil lolos di Universitas Indonesia.

Untuk menuntaskan keinginan tersebut, Engelina pun akhirnya mencoba mengikuti seleksi masuk perguruan tinggi di tahun 2015 ke universitas impiannya di Jakarta tetapi sayang takdir berkata lain sehingga sampai saat ini, Medan masih tetap menjadi tempatnya untuk mengemban ilmu lebih banyak lagi.

“Meski gagal ke Jakarta, setidaknya aku bisa menjadi yang terbaik nantinya di sini, begitu harapan papa,” ceritanya saat ditemui tim Cerita Medan beberapa waktu lalu. Hidup diantara keluarga yang menurutnya excited terhadap dunia pendidikan, membuat Engelina tidak bisa mengeksplor diri terlalu jauh meskipun ia telah menemukan kehebatan lain di dalam dirinya yakni bidang musik. Dari lima orang anak orang tuanya, hanya Engelina lah yang berbeda, ia tidak seperti saudara-saudaranya yang lain, yang begitu fokus pada dunia pendidikan dan mengenyampingkan kegiatan lain. Ia bisa main musik, aktif di organisasi, sementara tidak dengan saudaranya yang lain, dan itulah yang membuat Engelina unik.

Engelina Dame Yulina Br Panjaitan
Engelina Dame Yulina Br Panjaitan

 

Perempuan asal Kabanjahe ini akhirnya sadar bahwa dukungan keluarga tidak begitu besar terhadap kegiatannya di luar kampus. Meski demikian ia sempat beberapa kali tampil menunjukkan bakatnya bermain biola, misalnya di Kantor Bupati Kabanjahe pada acara 17 Agustus ataupun diundang untuk mengisi hiburan dan lainnya. Ia juga sempat beberapa kali mengikuti kompetisi menyanyi di berbagai daerah, bahkan sempat mengikuti seleksi pencarian penyanyi berbakat lewat kompetisi Indonesian Idol dan The Voice Indonesia. Namun sayangnya gagal pada seleksi kedua. Ketika hendak mencoba lagi di tahun kedua, Engelina lantas tidak mendapat dukungan yang begitu besar dan ia pun sudah merasa putus asa akibat pernah gagal sehingga kini ia mengasah bakat menyanyinya di gereja saja.

Menariknya, selain jago main musik dan menyanyi, Engelina juga selalu menjadi juara kelas, bahkan ia pernah meraih IP 4 di bangku kuliah dan kini ia tercatat mendapatkan IPK 3,8. Sebuah prestasi akademik yang sangat membanggakan tentunya. Ia sendiri tidak pernah menyangka bisa mendapatkan nilai sesempurna itu karena telah lebih dulu memprediksi nilai yang ia dapatkan sebelum nilai itu keluar tetapi nyatanya takdir berkata lain.

Hal tersebut membuat kedua orangtuanya tentu bangga kepadanya, karena begitulah harapan orang tuanya terhadap Engelina yang merupakan putri ketiga di keluarganya. Dengan prestasi akademik yang berhasil ditorehkannya, Engelina sendiri mengaku bahwa ia tidak pernah absen untuk mengikuti pelajaran.

“Karena sekali enggak datang pasti ada yang kurang, karena aku sendiri punya mimpi pengen dipanggil sebagai mahasiswa berprestasi di acara wisudaan nanti, seperti abang dan kakakku,” ceritanya seraya penuh harap.

Selain aktif kuliah, Engelina juga rutin mengikuti organisasi sejak duduk di bangku SMA. Ia bahkan pernah menjabat sebagai ketua OSIS di SMA Sutomo Medan. Dan kini ia tercatat sebagai salah satu anggota Pendidikan dan Penalaran di Ikatan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (IMAJINASI) USU. Selain itu, ia juga¬† tergabung sebagai anggota di XL Future Leaders (XLFL), sebuah program pendidikan soft skill untuk melatih jiwa kepemimpinan di Medan. Menurut Engelina, banyak sekali yang telah ia dapatkan melalui program ini, “Aku memang enggak dapat materi tetapi banyak banget ilmu yang aku dapatkan disini yaitu lebih dari ke perubahan diri,” ungkapnya.

Atas pencapaian yang sekarang, Engelina mengaku bahwa papanya adalah sosok inspiratif di balik itu semua. “Aku yakin apa yang selalu papa bilang itu benar, karena bukti nyatanya udah terlihat pada abang dan kakakku. Papa selalu kasi pencerahan buat kami,” ceritanya. Ketika ditanya tentang target di masa yang akan datang, Engelina mengatakan bahwa ia sedang disibukkan dalam hal penyiapan paper untuk berangkat ke Korea dalam rangka exchange. “Sebelum tamat kuliah, aku memang pengen ke luar negeri pakai uang negara, karena setelah ini aku tahu bahwa aku bakal biayai hidup sendiri,” tutupnya. ***(CM-02/Zakiyah Rizki Sihombing)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *