Cokelat Pembawa Rezeki, The Chocolate Story

  • Whatsapp
The Chocolate Story
The Chocolate Story

 

Berbekal dari Beasiswa yang didapat dari kampus USU, Hanin atau Hanindhita Sandhya adalah satu dari sekian banyak anak muda yang memanfaatkan sebagian dari Beasiswanya untuk berwirausaha. Usaha yang dipilihnya bergerak di bidang Kuliner, walaupun Hanin sendiri tidak terlalu hobi memasak.
“Aku nggak terlalu suka masak sih, tapi suka makan. Terutama suka makan yang manis-manis gitu,” ucapnya di awal pembicaraan. Walaupun Hanin sendiri tidak memiliki latar belakang seorang wirausaha, namun kegigihannya untuk mulai mandiri dan menghasilkan uang sendiri cukup kuat, yang membuat usahanya bertahan sampai sekarang.

Read More

Coklat dari The Chocolate Story
Coklat dari The Chocolate Story

Adalah The Chocolate Story, brand produk cokelat buatan tangannya sendiri, yang produknya adalah sekotak cokelat yang dibentuk bulat-bulat dengan diletakkan susunan huruf-huruf diatasnya sehingga menampilkan ucapan-ucapan untuk berbagai momen sebagai hadiah untuk perayaan seperti Ulang Tahun, Anniversary, Wisuda, dan momen-momen berkesan lainnya. Dengan design yang apik dan rasa cokelat premium yang tidak lengket dimulut, mampu menarik perhatian konsumen untuk sering memesan produk Hanin ini.

“Customer kebanyakan cabe-cabean atau anak SMA yang lagi pacar-pacaran, dan anak kuliahan. Pernah juga menerima pesanan 500 kotak untuk pihak Mickey Holiday yang waktu itu mau bikin souvenir gratis untuk pengunjung taman bermainnya di hari valentine,” terang penyuka makanan pedas ini.

Nama The Chocolate Story sendiri diperoleh dari konsep produknya sendiri yaitu coklat yang bisa menyatakan kata-kata, atau ucapan. Usaha yang didirikan sejak 2013 ini membandrol harga terjangkau mulai Rp 15.000 sampai Rp 150.000 per paket dan Rp 2.500 – Rp 3.000 untuk paket souvenir. Beberapa Customernya juga berkomentar bahwa produk Hanin adalah yang termurah di pasar.

Contoh Ucapan dari The Chocolate Story
Contoh Ucapan dari The Chocolate Story

“Iya, kemarin ada konsumen cerita, katanya produk Hanin termurah yang ia temukan, tapi kualitas rasa tetap enak dan premium, saya jual murah karena semuanya produksi sendiri jadi bisa low budget,” terang perempuan berhijab ini.

Untuk pembuatan cokelat dan kotaknya, Hanin membuatnya sendiri, berbelanja bahan, memasak dan memadukan cokelatnya dengan varian-varian yang tersedia, mencetak cokelatnya, serta membuat kotak agar paket cokelatnya terlihat cantik dan menarik. Bahan biasanya ia dapatkan dari grosir bahan kue di salah satu pasar tradisional langganannya. Proses pembuatan pun dilakukan dirumahnya, Jalan Diski/Glugur Rimbun, Ponpes Sawit Rejo.

Alumni FISIP USU ini telah memiliki 5 reseller yang aktif atas buah usahanya berselancar di sosial media dan dari promosi mulut ke mulut. Selama ini media sosial sangat membantu perkembangan usahanya. “Jualan online aja, pake sosmed di facebook dan instagram @storychoco, sesekali juga mengunggah di situs jual beli online, dan responnya cukup baik, Alhamdulillah,” Ungkap Hanin.

Untuk sistem pemesanan dan penjualannya sampai ke konsumen, Hanin biasa melakukan delivery ke alamat tujuan, dan pembayarannya dapat di transfer ke rekeningnya atau cash on delivery ke daerah USU atau wilayah Jalan Kapten Muslim.

Chocolate Story
Chocolate Story

 

Say All With Chocolates, Jargon kebanggaan Hanin ini telah membawanya pada omset yang tidak sedikit untuk bisnis start-up yang dimilikinya. Rp 500.000 hingga Rp 1000.000 telah masuk ke rekening perempuan sulung dari dua bersaudara ini. Selama beberapa tahun ini hanin juga mengalami duka dalam berbisnis, seperti ditipu konsumen. Tapi hal ini tak membuatnya menyerah.

“Kalau mau wirausaha harus tekun, jangan setengah-setengah, harus berani memulai. Jangan mudah menyerah, karena terkadang kita mengalami hal yang mengecewakan dalam berwirausaha namun anggap aja sebagai pembelajaran untuk kedepannya bisa mengevaluasi produk yang kita jual,” tutupnya di akhir wawancara.

Hanin juga berharap produk yang ia hasilkan tidak hanya laris diminati pasar, tapi juga membawa kebahagiaan bagi konsumen-konsumennya karena kepuasan yang diberikan oleh produk yang ia buat sendiri. Seperti motto produknya We Bring Happiness.***(CM-K1/Adenovina Dalimunthe)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *