Banjir Genangi Beberapa Titik di Medan

  • Whatsapp
Banjir Medan
Banjir Medan

 

Belakangan, hujan deras kerap melanda Medan terutama menjelang sore dan malam hari. Bagian kecamatan tertentu di Kota Medan menjadi korbannya seperti di Daerah Kampus USU, Dr.Mansyur, Jalan Sei Padang, Jalan Sei Asahan, Jalan Asrama, Komplek Bumi Asri, Gatot Subroto dan banyak lagi lainnya. Sejumlah titik di Kota Medan seolah menyambut hujan dengan menampungnya hingga menyebabkan banjir yang tak kunjung surut. Bahkan banjir juga menyebabkan salah satu rumah tenggelam di daerah Jalan Sei Asahan. Hal ini tentu membuat masyarakat di Kota Medan sedikit resah. Karena, bukan hanya menyebabkan terhambatnya berbagai aktifitas seperti ditutupnya beberapa ruas jalan yang tidak bisa dilalui dikarenakan banjir, tetapi hal tersebut dapat menyebabkan penyebaran beberapa wabah penyakit.

Read More

Beberapa anggota kepolisian juga turut hadir untuk mengamankan jalan yang macat akibat banyak pengendara yang nekat menerobos jalan hingga kemudian mogok di pertengahan jalan. Drainase yang diartikan sebagai pembuangan massa air alami maupun buatan dari permukaan atau bawah permukaan suatu tempat kini dianggap buruk dan tidak berfungsi. Tak hanya itu, meluapnya aliran sungai yang ada di kota Medan juga membuat banjir semakin parah dan sulit dikendalikan. Memang benar meluapnya aliran sungai adalah persoalan lingkungan dimana terjadi kerusakan daerah aliran sungai yang kemudian menyebabkan sedimentasi, penyempitan sehingga membuat palung sungai tak maksimal menampung air. Namun, aksi pemerintah belum terlihat nyata seperti turun tangan dan mengatasi banjir yang melanda kota metropolitan ini.

Banjir di Bumi Asri
Banjir di Bumi Asri

 

Di Kota Medan sendiri sepertinya saluran drainase masih banyak yang tidak berfungsi, meskipun akhir-akhir pemerintah telah menggalakkan progam penggalian drainase di berbagai daerah, salah satunya di Jalan Sei Padang, Medan. Parit, gorong-gorong dan juga saluran air terlihat penuh dengan tumpukan sampah sehingga tidak dapat dikembalikan dengan baik, hal itu dikarenakan banyaknya masyarakat yang tidak bertanggungjawab dalam mengelola sampah dengan membuangnya sembarangan. Hal itulah yang membuat banyaknya sampah yang tersumbat hingga membuat air tidak dapat mengalir dengan baik, karenanya tak heran jika curah hujan tinggi maka banjir pun menghampiri salah satu Kota terbesar di Indonesia ini.

“Iya,  banjir dimana-mana dan di USU juga, tapi tadi di dekat Jalan Sumber airnya sudah surut kok, banjir membuat orang yang naik kereta jadi payah lewat lah,” komentar Riyona, salah satu mahasiswi USU. Momen banjir seperti ini ternyata dimanfaatkan oleh sebagian siswa-siwi yang melintas di daerah Jalan Dr Mansyur Medan, setiap pengendara yang lewat dan mengalami mogok di tengah jalan diberikan penawaran oleh beberapa siswa-siwi tersebut untuk didorongkan tentu dengan membayar dengan seikhlas hati.

Sepertinya melalui kejadian ini dapat diambil pelajaran tentang bagaimana seharusnya masyarakat yang tinggal di Kota Medan untuk lebih memperhatikan lagi tentang kebersihan lingkungannya baik itu dengan membuang sampah pada tempatnya, membersihkan selokan dan juga bergotong royong. Dengan tujuan tentunya agar Kota Medan tidak mengalami hal yang serupa di masa yang akan datang. Untuk itu pemerintah juga diharapkan untuk menghimbau dan membantu masyarakat dalam prosesnya agar tidak menjadikan munculnya banjir yang lebih parah. ***(CM-02/Zakiyah Rizki Sihombing)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *