Agenda Penyiaran Menunjukkan Wajah Penyiaran

  • Whatsapp
Penyiaran
Penyiaran

 

Dunia penyiaran memang selalu menjadi pembahasan penting apalagi tahun 2016 menjadi periode penting bagi perkembangan dunia penyiaran di Indonesua karena terdapat beberapa agenda penting tahun ini yang menentukan wajah penyiaran di masa yang akan datang. Dunia penyiaran menjadi prioritas untuk dikerjakan, terdapat beberapa agenda penyiaran yang mesti dicermati tahun ini yakni:

Read More

 

  1. Revisi Undang-undang Penyiaran

Undang-Undang Penyiaran No. 32 tahun 2002 selalu menjadi panduan bagi sistem penyiaran di Indonesia tetapi sayangnya terdapat beberapa kelemahan undang-undang sehingga diperlukan revisi. Salah satu poin yang paling penting untuk dibahas adalah tentang penguatan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), stasiun jaringan, lembaga penyiaran publik dan komunitas begitu juga dengan pemusatan kepemilikan lemabaga penyiaran.

 

  1. Pemilihan Komisioner Baru Komisi Penyiaran Indonesia

Masa jabatan KPI akan berkhir tahn ini, itu saatnya KPI harus melakukan perekrutan kembali tetapi sayangnya tahun lalu terdapat pelanggaran yang dilakukan oleh panitia seleksi seperti misalnya banyak sekali calon komisioner yang berkompeten tetapi tidak lolos dalam seleksi. Hal tersebut membuat terjadinya kepentingan politik yang terlihat nyata untuk industri pertelevisian. Sehingga tahun ini dibutuhkan perhatian ketat agar dapat ditentukan siapa orang yang paling tepat menjadi komisioner.

 

  1. Perpanjangan Izin Televisi Swasta

UU Penyiaran nomor 32 tahun 2002 menyebutkan bahwa izin penyelenggaraan penyiaran televisi diberikan waktu selama 10 tahun, sementara izin tersebut akan diperpanjang lagi. Dari perpanjangan tersebut dapat dilihat apakah regulator penyiaran benar-benar ingin mendengar masukan dari publik atau tidak. Sementara itu terdapat banyak masukan yang harusnya dicermati mengingat banyak kesalahan yang dilakukan oleh televisi seperti misalnya banyaknya desakan dari masyarakat yang menuntut izin beberapa stasiun televisi dicabut.

 

  1. Digitalisasi Televisi

Digitalisasi televisi selalu menjadi perhatian utama karena tidak adanya payung hukum yang jelas selain dari Peraturan Menteri Kominfo Nomor 22 Tahun 2011 tentang penyelenggaraan televisi digital dibatalkan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara pada tahun lalu. Hal itu mengharuskan pemerintah agat memformulasi digitalisasi agar tetap berpegang pada prinsip penyiaran yang telah berlaku.

 

Enpat hal tersebut lah yang perlu diperhatiakan di tahun ini agar semakin teknologi berkembang maka tidak semakin banyak lagi kesalahan-kesalahan yang terjadi. Nyatanya banyak sekali masalah-masalah penyiaran yang terjadi meskipun sudah diagendakan secara baik seperti misalnya banyaknya anak-anak yang menjadi korban siaran televisi dan menjadikan tayangan televisi sebagai inspirasi. Padahal apa yang mereka tonton belum tentu adalah tayangan yang mengedukasi, dari banyaknya siaran bahkan sangat banyak tayangan yang tidak mengandung nilai yang baik untuk diserap. Tidak jarang bahkan banyak sekali orang yang menjadi korban akibat menjadikan tayangan televisi sebagai inspirasi, membuat tergerusnya moral anak bangsa. Salah satu tayangan yang ternyata merusak moral adalah ketika Sinetron Ganteng-Ganteng Serigala terus tayang meski sudah mendapat banyak peringatan KPI, adegan-adegan yang terdapat di dalamnya lah yang membuat hal tersebut tidak layak tonton terutama bagi mereka yang masih anak-anak.

Hal tersebut harusnya bisa menjadi pelajaran bagi kita semua, tetapi sayang bahkan orang tua sendiri terkadang tidak menyadari bahwa tayangan tersebut tidak sehat sehingga membiarkan anak-anaknya untuk terus menonton. Agenda penyiaran yang akan dilaksanakan semoga bisa menjadikan wajah dunia penyiaran menjadi lebih baik lagi agar kehadiran televisi bisa menjadi manfaat yang baik bagi bangsanya. ***(CM-02/Zakiyah Rizki Sihombing)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *