TWBW 10 Perkenalkan Motor Antik yang Keren

  • Whatsapp
TWBW 10
TWBW 10

 

Membludaknya komunitas di Kota Medan sepertinya bukan lagi hal yang tabu di telinga masyarakat lokal.  Mulai dari modifikasi motor dengan segala kreativitas, motor bebek, motor matic, motor sport ataupun motor tua. Di Medan, ada satu komunitas motor yang bermain pada motor custom, motor tua dan juga motor modifikasi buatan sendiri yaitu The Wild Brain Workshop 10 (TWBW 10).  Komunitas yang di bentuk pada tanggal 10 januari 2014 ini beranggotakan orang-orang dengan memiliki kecintaan pada motor tua.

Read More

Beranggotakan kurang lebih 35 orang, komunitas yang satu ini tidak hanya beranggotakan orang-orang yang memiliki motor tua tetapi juga orang-orang yang memiliki tangan dingin dalam mengotak-atik motor tua. Tidak hanya membeli dan mengendarai sang motor tua, hebatnya anak muda asal Kota Medan ini juga terampil  dalam membuat motor custom.

Tidak jarang, anggota motor menerima pemesanan motor custom untuk di modifikasi sesuai keinginan. Hasilnya pun cukup memuaskan, beberapa customers dari mereka pun merasa puas dengan hasil yang di dapat. Sebagai komunitas, mereka pun sering mengadakan sharing ilmu dan sharing ide-ide cemerlang untuk menciptakan suatu karya yang luar biasa.

Awalnya komunitas TWBW ini hanya beberapa orang yang menggilai motor tua yaitu Novriyadi Tari Fahlevi, Irhas T. Nugroho, Isan Fauzi dan Deny Bahruni. Kegemaran mereka didalam bengkel dan juga ide cemerlanglah yang juga berhasil menarik para pecinta motor tua. Bukan tidak berprestasi dan menjadikan hobi sebagai kesenangan semata. TWBW pun berhasil membawa pulang juara pertama dalam ajang Custom Fest pada tanggal 4 Oktober 2014 di Yogyakarta. Ajang bergengsi yang mengikutsertakan peserta seasia tenggara ini diwakilkan oleh Novriyadi Tari Fahlevi.

Motor TWBW
Motor TWBW

 

“Kenapa kita suka dengan motor ini? Kalau motor-motor pabrikan yang sering digunakan, kan terlalu biasa dan bentuknya sama semua. Kalau motor ini, kita bisa menyalurkan keinginan kita untuk menciptakan satu motor dari ide kita sendiri,” cerita Isan Fauzi anggota dari TWBW 10.

Seperti layaknya komunitas motor lainnya yang berkokoh pada solidaritas yang tinggi, TWBW 10 pun demikian. Bukan satu dua kali mereka mengadakan touring untuk mempererat satu dengan yang lainnya. Terkadang mereka pun berkumpul untuk membicarakan ajang-ajang bergengsi untuk mengangkat nama komunitas mereka. Biasanya, mereka selalu mempersilahkan anggota yang lainnya untuk naik ke ajang tersebut.

Untuk menciptakan motor yang keren, diperlukan biaya minimal Rp10.000.00 bahkan ada juga customers yang rela merogoh kantong puluhan juta rupiah. Anggota komunitas ini pun saling berbagi ilmu misalnya saja tentang sparepart, model motor ataupun yang lainnya. Bahkan ada beberapa anggota yang mampu menciptakan sparepart sendiri dengan menggunakan bahan-bahan yang sudah ada.

TWBW 10 pun kini mulai memperkenalkan lebih dalam mengenai selera motor kuno yang tinggi. Di Kota Medan sendiri, sebenarnya banyak orang yang tertarik dengan motor-motor tua seperti yang dimiliki komunitas satu ini. Perlahan dengan mengikuti beberapa ajang dan juga pameran, TWBW 10 mampu memperkenalkan kepada masyarakat luas bahwa Kota Medan juga memiliki wadah untuk menampung hobi-hobi terhadap motor tua.

Komunitas TWBW
Komunitas TWBW

 

Ini juga langka awal dan harapan TWBW 10 bahwa suatu saat Kota Medan lebih terkenal dan tidak ketinggalan dengan kota-kota lainnya di Indonesia dalam masalah gaya hidup. Anggota komunitas pun tidak hanya mencintai motor tua tetapi kecanduan. Mereka sering mengadakan diskusi untuk memodifikasi motor-motor yang dimiliki untuk melepas kejenuhan dengan mode yang sudah ada.

Dengan menciptakan serta memodifikasi motor tua hingga tampak elegan dan juga menawan, membuktikan bahwa Kota Medan juga memiliki anak-anak muda berbakat dengan selera tinggi terhadap kendaraan roda dua yang satu ini.***(CM-01/Dela Aria Dahaka)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *