Terinspirasi Film, Nadya Pinem Mulai Berkarya dan Usaha Whatsonscrapbook

  • Whatsapp
Nadya Bre Ninina Pinem
Nadya Bre Ninina Pinem

 

Film selalu mempunyai jalan ceritanya sendiri. Melalui film banyak orang belajar, meniru, bersemangat dan melalui film pula banyak orang menjadi terinspirasi. Hal tersebut dibuktikan melalui pengalaman sederhana yang kini telah menghasilkan suatu karya, adalah sebuah film Thailand yang berjudul Crazy Little Thing Called Love, sebuah film yang telah berhasil memberikan inspirasi bagi salah satu Anak Medan yaitu Nadya Bre Ninina Pinem.

Read More

Kejadian itu terjadi pada tahun 2015 lalu, sebuah film yang mengangkat soal percintaan sepasang kekasih ini telah memberikan inspirasi baru untuk Nadya, seperti penuturannya tentang sebuah pemberian dari seorang pria kepada wanitanya berupa scrapbook, melihat hal itu Nadya akhirnya terinspirasi untuk membuatnya karena kebetulan ingin dijadikannya sebagai kado ulang tahun untuk salah seorang temannya.

Dengan mengandalkan sosial media, Nadya pun berhasil membuat sebuah scrapbook lucu. Bagi konkawan yang belum tau apa itu scrapbook, mungkin konkawan akan lebih akrab dengan album foto tetapi scrapbook bukanlah album biasa melainkan menyerupai album kenangan yang bukan hanya memuat foto di dalamnya tetapi juga terdapat klipingan atau catatan penting yang berhubungan dengan momen foto tersebut diambil, juga terdapat penambahan pernak-pernik lucu seperti busa gliter, manik, paper klip, pita dan banyak lagi lainnya tentunya disesuaikan dengan tema yang diinginkan oleh konsumen.

Scrapbook Kreatif
Scrapbook Kreatif

 

Berbicara tentang awal mulanya membuka usaha kreatif ini adalah karena terinspirasi dari film, usai menghasilkan sebuah scrapbook lucu Nadya pun mendapatkan sambutan baik dari teman-temannya dan kebanyakan dari mereka meminta Nadya untuk membuatnya lagi. Tanpa berpikir panjang Nadya pun akhirnya nekat menjadikan scrapbook sederhana hasil karyanya menjadi sebuah bisnis, dan saat itu Nadya memutuskan untuk memberinya nama Whatsonscrapbook yang berarti ada apa di dalam scrapbook, nama itu sengaja dibuat Nadya untuk membuat orang-orang penasaran tentang sebuah isi di dalam scrapbook hasil karya dan kreatifitasnya. Orderan pun akhirnya mulai berdatangan, Nadya yang saat itu masih menjadi salah satu siswi di SMA N 1 Medan pun beranggapan hal ini menjadi peluang baginya untuk menjadi bisnis women sehingga bisa menambah uang jajannya. “Mama bilang bagus lah lanjutkan jadi nggak perlu minta uang jajan sama Mama lagi,” ungkap Nadya saat ditanyai mengenai komentar oang tuanya.

Kebanyakan dari orderan yang diterimanya berasal dari teman-teman seusianya, dan dari semua pesanan banyak yang ditujukan sebagai hadiah untuk ulang tahun, anniversarry, LDR-an.

“Ya, banyak yang pesan itu buat pacarnya, ya jomblo kayak Nadya jadi gimana gitu hehe, bahkan ada juga yang order buat selingkuhannya,” cerita Nadya sambil tertawa ketika tim Cerita Medan menemuinya beberapa waktu lalu.

Banyak yang membuat Whatsonscrapbook karya Nadya menjadi menarik dan disukai oleh banyak orang, salah satunya adalah bahan-bahan yang digunakannya merupakan bahan-bahan dengan kualitas terbaik dan didapatkan dari toko tertentu pula sehingga Nadya tidak bisa menentukan sembarangan harga untuk karya yang mengandalkan kreatifitas satu ini, yaitu dihargai Rp 160.000/buah, dengan jumlah beberapa halaman.

Scrapbook Nadya
Scrapbook Nadya

 

Pada bagian depan Whatsonscrapbook akan terlihat ikatan pita berkilat kemudian di lembar berikutnya terdapat bermacam karakter disertai dengan foto-foto yang diinginkan, begitu pun dengan card yang kemudian akan dituliskan sebuah pesan dari si pemberi kado. Sejauh ini, telah lebih dari 70 Whatsonscrapbook yang telah dihasilkan Nadya tentunya dengan tema tertentu seperti Iron Man, Theo Jame, Harry Styles, Stitch, Rapunzel, Captain America, Custom, Hello Kitty, Sheila On 7, Princess Sofia, Channel, Real Madrid, Universitas dan banyak lagi lainnya.

Sementara itu, dalam pembuatan Whatsonscrapbook Nadya men-desain segalanya sendiri, dan hasil desainnya memang terlihat sangat baik, hal itu yang membuat customers merasa puas akan hasil dari Whatsonscrapbook. Ilmu desain itu sendiri telah didapatkan Nadya sejak bergabung di salah ekstrakurikuler IT di sekolahnya dan kebetulan ketika itu Nadya menjabat sebagai HRD.

Perempuan kelahiran 18 Januari 1998 ini memang masih muda, diusianya yang masih 18 tahun ia sudah berhasil menghasilkan karya unik yang luar biasa. Tanggapan baik seperti rasa puas dan terima kasih dari para customers membuat Nadya merasa puas akan hasil karyanya meskipun tidak sedikit customer yang terkesan cerewet karena memang kebanyakan orderan berasal dari anak-anak remaja.

Whatsonscrapbook
Whatsonscrapbook

 

Dalam seminggu, Nadya mengaku bisa meraup ratusan hingga jutaan rupiah dalam perbulannya, ia pun mampu mengerjakan 2-3 Whatsonscrapbook. Nadya sendiri tidak bisa menerima orderan lebih dari itu dikarenakan proses pembuatannya yang bisa memakan waktu hinga3-4 hari. “Terkadang biar manik gliternya cepat kering, Nadya mengandalkan hair dryer,” tambah Nadya seraya mengutarakan tawanya.

Nah, buat konkawan Cerita Medan yang ingin memberikan kado unik, menarik dan romantis untuk teman, ibu, saudara, kekasih maupun selingkuhan tentu bisa menjadikan Whatsonscrapbook sebagai solusi yang menarik. Bagi yang ingin melakukan orderan dalam melihat hasil Whatsonscrapbook terlebih dahulu di Instagram Whatsonscrapbook dan bisa melakukan orderan melalui line: nadyapinem. Yuk, berikan kado menarik buat orang-orang terkasih.

“Dari pada minta uang sama mama mending coba buat usaha sendiri, jadi misalnya kalau ada temen yang ulang tahun enggak perlu minta uang mama lagi,” tutup perempuan yang tengah disibukkan menunggu pengumuman masuk universitas ini. ***(CM-02/Zakiyah Rizki Sihombing)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *