Tanah Surga yang Dirindukan

  • Whatsapp
Tanah Surga Katanya - Foto : www.mediapijar.com
Tanah Surga Katanya – Foto : www.mediapijar.com

 

 Tanah SurgaBukan lautan hanya kolam susu, katenye…tapi kata kakekku hanya orang-orang kaya yang bisa minum susu // Kayu dan jala cukup menghidupimu, katenye…tapi kata kakekku ikan-ikan kita dicuri oleh banyak Negara // Tiada badai tiada topan kau temui, katenye…tapi kenape ayahku tertiup angin ke Malaysia // Ikan dan udang menghampiri dirimu, katenye…tapi kata kakek awas ada ulang dibalik batu // Orang bilang tanah kite tanah surga, tongkat kayu dan batu jadi tanaman, katenye…tapi kata dokter intel belum semua rakyatnya sejahtera, banyak pejabat yang menjual kayu dan batu untuk membangun surganya sendiri,

Read More

Itulah penggalan puisi yang dibacakan oleh Salman dalam film Tanah Surga…Katanya (2012). Merupakan puisi yang diadaptasi dari lagu Kolam Susu milik band lawas, Koes Plus. Di dalam puisi tersebut terdapat makna kritikan kepada para pejabat yang tidak memperhatikan daerah mereka, di daerah terpencil tepatnya yaitu perbatasan antara Kalimantan Barat – Malaysia Serawak.

Film berdurasi 90 menit ini mampu membawa penonton ikut merasakan kepedihan yang mereka rasakan, dimana di Negara sendiri Indonesia mereka tak tahu lagu kebangsaannya, tak tahu rupa bendera merah putih, tak tahu mata uang Rupiah melainkan mereka hanya mengenal lagu Kolam Susu dan Ringgit Malaysia.

Salman dulunya tinggal dengan kakek, adiknya Salina dan ayahnya (Ence Bagus) yang kemudian sudah menjadi pedagang di Malaysia. Pada suatu ketika Ence Bagus kembali ke Indonesia untuk berencana memboyong keluarganya untuk menetap di Malaysia karena katanya Malaysia bisa mengubah hidup mereka menjadi sejahtera. Tetapi kakek yang kebetulan adalah mantan sukarelawan Konfrontasi Indonesia Malaysia pada tahun 1965 enggan ikut, melihat kondisi kakek yang tengah sakit-sakitan Salman pun mengurungkan niatnya untuk ikut Ence Bagus ke Malaysia, meskipun harus berpisah dengan adiknya Salina.

Diusia kakek yang sudah lebih dari setengah abad membuat kakek harus menahan perih kesakitan karena memang tak ada biaya untuk berobat ke rumah sakit. Obat yang didapat dari dokter Intel (dokter yang baru datang ke daerah mereka karena menggantikan dokter yang sebelumnya sudah meninggal) tak cukup untuk menyembuhkan kakek. Akibat dari itu Salman bekerja keras untuk biaya berobat kakeknya.

Saat uang Salman sudah terkumpul, disaat itu pulalah kondisi kakeknya semakin parah. Dokter Intel beserta Ibu guru pun turut bersama Salman mengantarkan ke rumah sakit melewati sungai dengan menggunakan perahu mesin. Jarak yang ditempuh memang cukup jauh, masih setengah perjalanan tiba-tiba mesin perahu mati dan terpaksa harus didayung. Tak lama setelah itu, kakek berpesan “Salman, Indonesia tanah surge, apapun yang terjadi pada dirimu jangan sampai kehilangan cintemu kepada negeri, genggam erat cite-citemu, katakan kepada dunia dengan bangga, kami bangsa IndonesiaLailahaillallah.”

Secara keseluruhan film bergenre nasionalis ini sangat menarik dan berbobot untuk dikonsumsi khalayak luas. Nilai moral yang dapat diambil adalah film ini dapat menumbuhkan rasa semakin cinta akan Negara kita, Indonesia. Tak heran jika pada tahun 2012 film ini mendapatkan beberapa penghargaan pada Festival Film Indonesia.

Konkawan Cerita Medan sudah pernah menonton film ini? Jika belum sebaiknya siapkan waktumu untuk menonton karya terbaik anak bangsa ini, semoga dengan menonton film nasionalis ini dapat menumbuhkan cintamu agar lebih besar kepada negara kita Indonesia. Tanah Surga yang kamu rindukan***(CM-02/Zakiyah Rizki Sihombing)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *