Salahkah Marah dalam Bentuk Diam? Ini Penjelasannya

  • Whatsapp

Marah adalah salah satu sifat yang menunjukkan kekesalan ataupun kekecewaan. Marah menjadi sifat alami manusia saat sedang kecewa terhadap sesuatu. Saat seorang marah dan melampiaskan emosi yang meluap, bisa saja itu sebagai cara bagi seseorang untuk mengeluarkan isi hatinya yang jengkel.

Read More

Namun ada pula orang yang marah dalam bentuk diam atau diam seribu bahasa. Orang dengan tipikal kemarahan jenis diam seribu bahasa ini, akan mendiamkan dirimu atau orang yang ia anggap bersalah.

Orang yang marah dalam bentuk diam biasanya memiliki dua bentuk alasan. pertama, dia ingin meredam sendiri emosinya dahulu sebelum belajar memaafkanmu, atau yang kedua, Kamu akan dipaksa untuk mencari tahu sendiri apa yang menjadi kesalahanmu.

Marah dalam bentuk diam ini sebenarnya ada baiknya. Sebab meskipun dikatakan alami, marah dan melampiaskan emosi yang meluap, justru dapat merusak suatu hubungan baik, apalagi jika kemarahan itu menjadi emosi memuncak yang menguasai diri seseorang.

Kemarahan yang memuncak seringkali justru berakibat buruk terhadap orang lain dan penyebab retaknya suatu hubungan baik. Ini disebabkan karena saat marah, terkadang orang sulit untuk mengontrol dirinya, sehingga dapat bertindak berlebihan yang bisa merugikan dirinya sendiri atau orang lain. Marah dan mengatakan banyak hal, justru akan memperburuk situasi dan sangat mungkin menyakiti perasaan orang lain. Itulah mengapa marah dalam bentuk diam terkadang lebih baik dari pada marah dan melampiaskan emosi yang meluap.

Meredam emosi adalah cara terbaik agar kemarahan tidak serta merta menguasai dirimu. Untuk dapat meredakan emosi, diam adalah salah satu cara untuk mengatasi marah agar emosi kamu jadi stabil kembali.

Nah, saat sedang marah, kamu bisa meredam kemarahanmu dengan cara menarik nafas dalam-dalam. Tindakan sederhana dengan menarik nafas dalam-dalam akan sangat membantumu dalam menghilangkan kemarahan. Tarik nafas dalam selama 5-10 detik. Fokuslah untuk menghitung jumlah detik ketimbang fokus pada pikiran yang membuat kamu marah. Tarik nafas perlahan melalui hidung dan hembuskan nafas melalui mulut. Kemudian tersenyumlah. Tersenyum adalah cara efektif untuk meredakan situasi tegang atau ketegangan. Tersenyum juga dapat meredakan banyak situasi negatif.

Saat kamu marah, cobalah untuk tetap diam. Ini akan memberikan waktu agar emosi kemarahan meninggalkanmu. Ketika kamu marah, hitunglah sampai sepuluh sebelum kamu berbicara. Jika kamu sangat marah, hitunglah sampai seratus.

Ketika kita marah, katakan kepada diri bahwa kemarahan ini tidak akan membantumu merasa lebih baik. Katakan pada dirimu baha kemarahan hanya akan membuat situasi lebih buruk. Suara batin ini akan membantu kamu untuk menjauhkan diri dari emosi dan kemarahan. Pikirkan juga tentang situasi saat kamu marah dan pahami apakah situasi itu yang memicu kemarahanmu. Kadang dengan menyadari bahwa kamu tengah terpengaruh tekanan dari luar yang membuat mu marah, ini akan membantumu untuk lebih tenang. Jika kamu dapat tetap tenang, orang yang membuatmu marah dan jengkel mungkin akan merasa bersalah dengan apa yang mereka lakukan. Apalagi jika mereka melampiaskan kemarahan kepadamu, namun kamu justru tetap tenang dan menjaga emosi.

Saat sedang marah, alihkan pikiran dan dirimu pada hal yang lain. Kamu bisa pikirkan tentang sesuatu yang akan membuatmu bahagia. Dan beralihlah dari situasi yang membuatmu marah. Pindahlah ke tempat berbeda dari tempat saat kamu mulai marah. Jika berada di rumah, segera pindah ke ruangan lain di dalam rumah atau pergi keluar sendirian. Ini adalah penangkal terbaik untuk energi negatif yang menguasaimu. Saat marah, fokuslah pada hal yang positif dengan mengalihkan pikiran dan tubuh ke tempat lain. Demikian informasi tentang Salahkah Marah dalam Bentuk Diam? Semoga informasi ini bermanfaat bagi pembaca setia Ceritamedan.com. (CM-Ist/Hindah Sumaiyah)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *