IBX5A49C9BC313D6 PKPA Adakan Sosialisasi Tentang Penggunaan Internet Sehat Bagi Para Pelajar - Cerita Medan

PKPA Adakan Sosialisasi tentang Penggunaan Internet Sehat bagi Para Pelajar

Internet Sehat PKPA
Internet Sehat PKPA

 

Seperti udara yang kita hirup setiap hari, Internet kini telah menjadi kebutuhan premier yang kita rasakan manfaat nyatanya dalam keseharian. Namun dibalik segala fungsinya yang dapat membantu produktivitas kita sehari-hari, sayangnya banyak orang menyalah gunakannnya untuk mengakses situs-situ bersifat pornografi serta menggunakannya untuk melakukan tindak kriminal.

 

Penggunaan jejaring online yang meresahkan kini kian dirasakan, sebab didalamnya banyak terdapat konten-konten buruk dan sebagaian besar penggunanya tergolong masih dibawah umur. Angka paling banyak adalah mereka yang berstatus sebagai pelajar SMP dan Juga SMA, bahkan Kini anak-anak Sekolah dasar pun sudah mulai ikut-ikutan menggunkan sosial media baik itu Facebook, Twitter, Instagram dan lain sebagainya.

 

Tentunya hal ini akan mempengaruhi generasi penerus bangsa, anak-anak yang kerap kali menjadi korban karena kurangnya edukasi dari rasa ingin tahunya ini pun semakin bertambah jumlahnya. Dunia maya yang bebas tanpa batas mampu memberikan pengaruh serta sudut pandang tak baik kepada perkembangan psikisnya.

Para Siswa Peserta Internet Sehat
Para Siswa Peserta Internet Sehat

 

Hal inilah yang menjadi dorongan kepada Yayasan Pusat Kajian dan Perlindungan Anak (PKPA) untuk melakukan pendidikan serta  pelatihan bagi puluhan pelajar di Kota Medan. Setidaknya ada Sembilan sekolah yakni SMK Negeri 9 Medan, SMA Darma Pancasila, SMA Amir Hamzah, SMA Raksana, SMK Negeri 7 Medan, SMP Negeri 7 Medan, MTS Alwasliyah pasar 5 Kampung Lalang, SMP Taman Siswa dan SD Negeri 066655 yang diwakili oleh beberapa siswa-siswinya dalam kegiatan kali ini.

 

Mengambil topik “Penggunaan Internet Sehat bagi Pelajar Kota Medan di Tahun 2016” acara ini berlokasi di laboratorium pekerja sosial SMK Negeri 9, kegiatan sosialisasi ke sekolah-sekolah ini pun mendapat dukungan penuh dari Mensen Met Een Missie dan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

 

Acara yang diadakan muali dari tanggal 26 sampai dengan 27 Agustus 2016 ini pun bertujuan untuk mendorong para pesertanya untuk dapat menjadi pendidik sebaya dalam pencegahan perdagangan orang dan eksploitasi seksual anak melalui pendidikan internet sehat. Mengingat kian maraknya kejahatan tersebut di tengah-tengah masyarakat khususnya yang menjadikan anak-anak sebagai sasarannya.

 

Selama proses pelatihan, kegiatan ini pun diikuti puluhan siswa yang masing-masing merupakan perwakilan dari sembilan sekolah. Seluruh peserta yang mengikuti kegiatan mendapatkan beberapa materi yang sangat menarik diantaranya adalah tentang anak dan hak-hak anak, Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan Eksploitasi Seksual Anak (ESA), kejahatan perdagangan orang dan ESA di jejaring online dan tips dan trik melakukan pengamanan jejaring online.

Selain itu, PKPA juga memberikan kegiatan-kegiatan yang interkatif kepada semua pesertanya serta materi pelatihan tentang komunikasi efektif dan pendidik sebaya sehingga nantinya para peserta dapat menjadi penyampai informasi yang baik kepada teman-temannya.

Simulasi
Simulasi

 

“Kami sangat khawatir terhadap situasi kejahatan terhadap anak, tidak hanya yang dihadapi langsung, namun juga sangat di jejaring sosial. Jika ditelusuri lebih jauh, lebih dari ratusan grup dan halaman di facebook yang mengandung unsur pornografi, bahkan sampai transaksi seksual”, ucap Ismail Marzuki selaku manajer program.

 

Ismail menambahkan contoh lain dari data Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Subdit IT dan Cybercrime, dimana seorang pelaku yang mengaku sebagai seorang dokter dengan nama Lia Halim Dokter (akun FB palsu) telah mengumpulkan 10.236 foto pornografi anak dengan modus konsultasi perubahan fisik, kesehatan remaja dan kondisi lain pada calon korbannya.

 

Semua peserta yang telah mengikuti pelatihan diharapkan mampu mengembangkan kegiatan yang lebih positif, khususnya dalam rangka pendidikan internet sehat untuk pencegahan perdagangan orang dan ESA.***(CM-03/Rio Khairuman)

 

KOMENTAR

BACA JUGA