Pida Marpaung, Gadis Multitalenta Sejak SMA

  • Whatsapp

 

Pida Marpaung
Pida Marpaung

 

Read More

Menjadi multitalenta memang tidak mudah, ada banyak hal yang harus diperjuangkan di luar dari kewajiban yang paling utama. Hakikatnya banyak orang yang tidak bisa fokus pada beberapa hal sekaligus sehingga hal tersebut terkadang menjadikannya harus merelakan satu dari kegiatan lain yang ingin diikutinya. Penjabaran tersebut tentu sangat berbeda dengan salah satu mahasiswi Psikologi Universitas Sumatera Utara ini yakni Rapidah Marpaung. Perempuan yang biasa disapa Pida ini merupakan salah satu perempuan yang bisa disebut sebagai perempuan mulitalenta, hal itu terbukti dari beberapa bidang olahraga, seni dan akademik yang mampu dikuasainya sekaligus.

Sejak SMA bakat perempuan berdarah batak ini memang sudah terlihat, terbukti dari beberapa cabang olahraga yang mampu dikuasinya dengan baik seperti lompat jauh, lari jarak jauh, tenis meja dan banyak lagi lainnya. Tak heran jika saat porseni di sekolahnya, MAN Kisaran, ia selalu menjadi perhatian teman-temannya karena berhasil menjadi salah satu perempuan yang berhasil meraih kemenangan dalam bidang olahraga.

“Dulu orang tuaku menganggap kalau anak yang pintar itu adalah anak yang rangking, jadi sebenarnya jadi atlit itu bukan karena aku memang benar-benar belajar tetapi emang bisa begitu saja,” cerita Pida saat ditemui tim Cerita Medan beberapa waktu lalu.

Bahkan semasa SMA, pernah dikirim untuk mengikuti Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) tingkat provinsi di Kota Medan setelah sebelumnya meraih juara di Kabupaten Asahan sebagai pemenang tenis meja tunggal putri. Selain aktif menjadi atlit sekolah, perempuan yang memiliki tinggi badan 160 cm juga tercatat sebagai salah satu anggota Paskibra MAN Kisaran dan Pramuka MAN Kisaran yang juga telah menghantarkannya untuk terlibat dalam acara ulang tahun pramuka di Kota Pinang, Sumatera Utara.

Pida Saat Bermain Angklung
Pida Saat Bermain Angklung

Usai menamatkan studi di sekolah menengah, keahliannya dalam hal olahraga ternyata tidak menjadi fokusnya dalam hal memilih jurusan di universitas dikarenakan keahlian yang dimilikinya malah dikalahkan oleh keinginannya saat itu yaitu menjadi psikolog. Masuknya ia di dunia psikologi ternyata membuatnya cukup nyaman meskipun hal tersebut dianggap bertolak belakang dengan keahlian yang dimilikinya. Namun, meski begitu ia juga tidak melepaskan keahliannya dalam bidang olahraga begitu saja, ia justru tetap aktif untuk mengikuti beberapa pertandingan tenis meja dan pernah menyambang status sebagai runner up tenis meja tunggal putri pada acara Porseni Fakultas Psikologi USU.

Setelah beberapa saat menjalani kehidupan menjadi mahasiswa, Pida lantas menemukan passion baru di hidupnya yakni dalam hal seni, tanpa berpikir panjang ia lantas memutuskan untuk bergabung di UKM Phychestra Harmony Psikologi USU, sebuah organisasi yang memfokuskan diri pada sebuah permainan angklung. Hal tersebut membuatnya beberapa kali terlibat sebagai pengisi acara menunjukkan kebolehan bermain angklung pada acara Carnaval USU dan acara Waisak Keluarga Mahasiswa Buddhis USU di Griya Benn.

Seperti motto yang tertanam di dalam dirinya, “Belajarlah sebanyak mungkin agar mengerti tujuan hidup dan mengerti tujuan kembali,” membuat Pida ingin terus belajar hal-hal baru yang diyakininya mampu untuk dilakukan. Keyakinan pada motto tersebut lantas membuat Pida selalu dipertemukan dengan hal-hal baru dan bahkan terbilang jauh dari impiannya menjadi seorang Psikolog. Ia pernah tergabung di salah satu organisasi Inkubator Sains USU, ia juga pernah tercatat sebagai salah satu notulen pada pelatihan Mata Keadilan Wilayah Kota Medan, dan hal tersebut lah yang dapat menjadi bukti bahwa ia mulitalenta dan berbeda dengan perempuan lainnya.

Meskipun begitu, Pida sendiri mengaku banyak terlibat dalam kegiatan-kegiatan bidang keilmuan yang sedang dipelajarinya seperti ia pernah menjadi surveyor dalam bidang keilmuan psikologi, pernah pula menjadi asisten tester dan tester di salah satu biro psikologi selama dua tahun lamanya.

“Kalau Buya Aznan kan nyehatkan fisik orang tanpa pasang tarif, nah aku pengen nyehatkan jiwa orang tanpa tarif juga, amin,” tutup Pida.

Perempuan kelahiran 12 Januari 1994 yang kini tengah disibukkan dalam hal menggarap skripsi juga bermimpi suatu ketika bisa mendirikan biro psikologi yang nantinya bisa bermanfaat untuk orang lain. Bagi konkawan yang ingin menyapa Pida dapat menghubungi via Instagram : Rapidaa Mrp. ***(CM-02/Zakiyah Rizki Sihombing)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *