Muhammad Alfarizi, Jadikan Sepak Bola Sebagai Dunianya

  • Whatsapp
Muhammad Alfarizi
Muhammad Alfarizi

 

Seperti kebanyakan anak lelaki pada umumnya, menjadi seorang atlit sepak bola adalah bagian dari keinginan yang besar. Sama halnya seperti Muhammad Alfarizi, pria yang mengawali karir atlitnya mulai dari pendidikan sekolahnya yang paling dasar. Dengan bakat dan hobi yang dimiliki, Alfarizi tidak pernah merasa puas pada hasil yang dicapai sampai akhirnya mengantarkannya pada cita-cita terkecil yaitu bermain sepak bola bersama atlit nasional.

Read More

Sebenarnya awal karir Alfarizi memuncak saat pria satu ini mewakili Sumatera Utara pada ajang Piala Yamaha U13 pada tahun 2008 di Ibu Kota yaitu Jakarta. Tidak sia-sia,  Alfarizi bersama teamnya membawa gelar juara 2. Mengulas kembali ke belakang, sebelum menjadi pemenang dalam Piala Yamaha U13 pada waktu itu, Alfarizi bersama atlit junior lainnya di dalam team mengikuti seleksi turnamen regional Sumut sebelum melangkah ke Nasional.

Alfarizi memang salah satu atlit muda yang sangat gigih dan memiliki optimisme yang tinggi. sebelum bakat mengantarkannya ke tingkat nasional, Alfarizi tidak pernah putus asa untuk selalu mencoba di tingkat Sumatera Utara terlebih dahulu. Sebelum melangkah ke tingkat nasional, ternyata Alfarizi sempat lolos seleksi Piala Danone U11 untuk mewakilkan Sumatera Utara. Namun sayang, Alfarizi bersama teamnya harus memutuskan harapan ke tingkat nasional pada saat itu karena alasan materi.

Terpilihnya Alfarizi bukan hal mudah. Ternyata sebelum melangkah ke tingkat nasional, Alfarizi bersama 17 orang lainnya di dalam team diseleksi satu persatu. Pemain dipantau satu-persatu untuk dilihat kemampuannya masing-masing. Namun pria yang masih berkuliah di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara ini harus vakum untuk bermain bola karena mengalami cedera dan sedang mengalami proses penyembuhan.

Tim Sepakbola Alfarizi
Tim Sepakbola Alfarizi

 

Seperti halnya dalam karir, Alfarizi pun memiliki kesan yang paling tidak bisa dilupakan dalam dunia bola.  Walaupun sebenarnya banyak kesan dalam hidupnya, namu yang paling menarik adalah ketika Alfarizi diberi kesempatan untuk bergabung bersama tim yang lebih senior. Awalnya, Alfarizi menerima tawaran untuk bermain di PERSIS(Persatuan Sepakbola Indonesia Surakarta) Solo divisi utama LPI(Liga Premier Indonesia) dan saat itu Alfarizi masih duduk dikelas 3 SMA. Walaupun sedang menjalani proses UAS di sekolah, dengan tekat yang kuat  akhirnya berangkat ke Solo dengan modal tekad berani. Sadar atas tim besar yang berada di depan mata Alfarizi pun mendapatkan izin dari pihak sekolah.

Setelah sampai disana Alfarizi adalah pemain yang paling muda dan sempat satu lapangan dengan Javier Rocha, I Komang Putra, dan Onana. Siapa yang tidak kenal dengan atlit asing asal kamerun tersebut. Lebih berkesan lagi Alfarizzi sempat satu kamar dengan Onana. Hal tersebutlah yang membuat Alfarizi menjadikan itu sebagai hal yang paling berkesan selama di dunia Sepak bola. Pada waktu itu, Alfarizi tidak lupa untuk meminta izin kepada kedua orang tuanya. Baginya, restu orang tua adalah langkah awal kesuksesannya.

Alfarizi
Alfarizi

 

Setelah lama di Solo, jalan karir Alfarizi tidaklah berjalan mulus. Terdapat beberapa kendala seperti  manajemen yang kurang baik karena masalah negoisasi kontrak. Setelah itu manager Alfarizi sendiri memberikan tawaran untuk bermain di PERSEMALTRA Maluku Tenggara. Dengan tekat yang kuat dan doa, Alfarizi mampu menjadi pemain PERSEMALTRA Maluku Utara divisi utama.

Alfarizi juga sempat di panggil oleh PSDS Jr (Persatuan Sepak Bola Deli Serdang Junior) karena jadwal yang bentrok dengan PS Tasbih, jadi dengan berat hati Alfarizi meninggalkan PSDS Jr. ­­­­ Tidak hanya itu, pria yang lahir pada tanggal 8 Agustus 1995 pun banyak menorehkan prestasi diantaranya :

  • Perwakilan Sumatera Utara dalam Ajang Piala Yamaha U-13 di Jakarta (tingkat nasional) tahun 2008.
  • Perwakilan Sumatera Utara dalam Ajang Piala Menpora di Jakarta (tingkat nasional) tahun 2010.
  • Perwakilan PS Tasbih, Juara I divisi 3 regional Sumatera Utara di Kota Medan tahun 2011.
  • Pemain PERSEMALRA Maluku Tenggara Divisi Utama LPIS (tingkat nasional) tahun 2013.
  • Perwakilan Medan III Piala Pengcab Regional Sumatera Utara di Kota Medan tahun 2011.

“Untuk anak muda Kota Medan yang memiliki cita-cita menjadi pemain sepak bola, apa yang sudah didapat jangan cepat berbangga hati jangan cepat merasa puas. Teruslah belajar dari kekurangan, berlatih dan juga berdoa,” harapnya.

Alfarizi pun memiliki harapan untuk anak muda Indonesia khususnya anak muda Kota Medan. Harapan tersebut tidak hanya untuk atlit muda kota Medan tetap juga selalu dijadikan motivasi dirinya agar menjadi seorang atlit sepak bola nasional bahkan internasional dengan kualitas diri yang tinggi berkat bakat dan tekat yang dimilikinya.***(CM-01/Dela Aria Dahaka)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *