IBX5A49C9BC313D6 Merpati Putih, Mencari Kebenaran Lewat Jalan Keheningan - Cerita Medan

Merpati Putih, Mencari Kebenaran Lewat Jalan Keheningan

Merpati Putih
Merpati Putih

 

Dunia pencak silat memang terus berkembang sejak dahulu kala, hingga kini komunitas dan organisasi pencak silat pun kian bertambah banyak seiring perkembangan pencak silat itu sendiri. Di Kota Medan sendiri terdapat banyak perguruan pencak silat, salah satunya adalah perguruan atau komunitas Merpati Putih (Persudi Patitising Tindak Pusakane Titising Hening) yang artinya mencari kebenaran lewat jalan keheningan, sengaja dibuat demikian karena para guru besar Merpati Putih memiliki keyakinan bahwa untuk menentukan suatu kebenaran harus melalui keheningan  karena keheningan adalah kunci dari sebuah kebenaran. Di Medan sendiri komunitas ini sudah ada sekitar tahun 1989 dan resmi bergabung menjadi salah satu Unit kegiatan Mahasiswa (UKM) USU sejak tahun 2008.

Merpati Putih adalah perguruan pencak silat keluarga Raja Mataram, tetapi kini juga boleh diikuti oleh rakyat biasa, untuk Medan sendiri Merpati Putih pertama kali dibawa oleh Mas Pung, seseorang yang berasal dari Pulau Jawa. Jika kebanyakan pencak silat muncul pada masa kolonial, Merpati Putih justru telah ada jauh sebelum masa kolonial tersebut. Pada dasarnya Merpati Putih sama dengan pencak silat lainnya tetapi ada yang membuatnya berbeda yaitu terdapatnya inner power di dalamnya. Dalam kegiatannya Merpati Putih selalu mengandalkan latihan pernafasan, hal ini sangat diutamakan sehingga gerakannya tidak  hanya pukul tendang bagian tangan dan kaki saja.

Jika ada yang bertanya tentang kegunaan dan manfaat mengikuti Merpati Putih sudah pasti ada manfaatnya, Merpati Putih diyakini dapat sebagai pengobatan tunanetra karena gerakan Merpati Putih menggunakan getaran dari dalam tubuh yang bisa membantu penglihatan, selain itu juga untuk kebugaran, kesehatan dan banyak lagi lainnya. Sementara itu Merpati Putih memiliki seragam tersendiri dalam berlatih yaitu celana hitam dan baju berwarna putih dengan berbagai macam sabuk.

Seragam tersebut memiliki filosofi tersendiri seperti celana hitam yang ditandakan sebagai negara Indonesia yang merupakan negara agraris dan terdapat petani di dalamnya sehingga celana warna hitam adalah menyerupai celana petani, sementara baju putih melambangkan warna kesucian. Di bagian baju tersebut juga terdapat lima jahitan dan segi lima yang merupakan bagian dari filosofi pancasila, dan untuk sabuuk terdapat beberapa warna yaitu merah, putih, jingga, kuning, hijau, biru, ungu, nila, putih dan merah putih, juga terdapat strip di bagian sabuknya yang menandakan tingkatan dalam pencak silat Merpati Putih.

Nah, berbicara mengenai tingkatan terdapat 12 tingakatan di dalamnya, yaitu dasar 1, dasar 2, balek 1, balek 2, kombinasi 1, kombinasi 2, khusus 1, khusus 2, khusus 3, tingkat kesegaran, inti 1 dan inti 2. Bagi keturuan keraton Kerajaan Mataram bisa mencapai tingkatan inti 2 tetapi untuk rakyat biasa hanya diperbolehkan untuk tinggat kesegaran saja karena memang begitu lah aturannya. Dalam setiap gerakan ada pengembangan tersendiri tetapi Merpati Putih tidak pernah kaku dan Merpati Putih tidak lah pencak silat yang hanya terpaut padaa budaya lama saja meski tidak ada jurus karena Merpati Putih selalu mengikuti modernisasi.

Dalam gerakannya, Merpati Putih biasanya tidak menggunakerajat tetapi boleh saja menggunakan senjata khusus yang dimiliki bila perlu. Di Medan, selain di USU kini sudah tersebar beberapa cabang antara lain di UMA, UNIMED, UNIVA, POLMED, SMA 3, Al-Ulum, dan lainnya.

“Tak hanya pelajar, komunitas Merpati Putih juga boleh diikuti oleh orang dari umum,” cerita Riyan Kurnia Aswari yang merupakan ketua KoLat (Kelompok Latihan) Merpati Putih USU. Untuk Merpati Putih yang di USU, dalam seminggu terdapat dua kali jadwal latihan yaitu setiap hari Rabu pukul 16.30 sampai dengan selesai dibelakang Asrama Putra USU dan Hari Minggu pukul 06.30 sampai dengan selesai di Pendopo USU.

Nah, bagi konkawan Cerita Medan yang ingin bergabung menjadi bagian dari Merpati Putih dapat mengunjungi lokasi latihan dengan langsung menggunakan kaos dan celana training. “Kalau mau daftar, kita ajak dulu orangnya untuk ikut latihan kalau memang cocok baru kita kasi formulir,” ungkap Riyan.  Sementara itu Riyan sendiri mengaku saat ditemui oleh tim Cerita Medan beberapa waktu lalu, bahwa awal mulanya ia sangat tertarik bergabungdengan Merpati Putih karena termotivasi dari para artis, hal itu juga didukung dari hobinya berolahraga dan telah pernah mengikuti perguruan yang mirip sebelumnya. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Riyan (085373741234).***(CM-02/Zakiyah Rizki Sihombing)

KOMENTAR

BACA JUGA