Menghindari Groupthink dalam Kelompok

  • Whatsapp
Groupthink
Groupthink

 

Sudah pernah mendengar tentang groupthink? Ialah suatu pola pikir yang cenderung mementingkan kohesivitas kelompok dan solidaritas daripada mempertimbangkan fakta-fakta secara realistis. Terdiri dari 1 hingga 20 orang anggota kelompok. Didalamnya terdapat anggota kelompok yang tidak terikat satu sama lain, artinya setiap anggota bebas untuk keluar dari grup tersebut apabila tidak memiliki kecocokan. Anggotanya pun dapat berinteraksi secara intens. Kelompok ini biasanya berjalan dalam jangka pendek. Contoh dari gropthink ini adalah kelompok belajar, kelompok diskusi, kelompok bermain, kelompok travelling dan lain sebagainya.

Read More

 

Groupthink bisa diartikan sebagai suatu keadaan ketika sebuah kelompok membuat keputusan yang tidak masuk akal untuk menolak anggapan/ opini publik yang sudah nyata buktinya, dan memiliki nilai moral. Keputusan kelompok ini datang dari beberapa individu berpengaruh dalam kelompok yang irrasional tapi berhasil mempengaruhi kelompok menjadi keputusan kelompok. Pada dasarnya groupthink mempengaruhi kelompok dengan melakukan aksi-aksi yang tidak masuk akal dan tidak mempedulikan pendapat-pendapat yang bertentangan diluar kelompok. Kelompok yang terkena sindrom groupthink biasanya adalah kelompok yang anggota-anggotanya memiliki background yang sama, terasing dari pendapat-pendapat luar, dan tidak ada aturan yang jelas tentang proses pengambilan keputusan.

 

Gejala groupthink :

 

  1. Penilaian yang berlebihan terhadap kelompok (overestimation of the group).

Di suatu kelompok biasanya satu kelompok tertentu akan menunjukkan bahwa kelompok mereka lebih baik dari yang sebenarnya, penilaian yang terlalu berlebihan membuat mereka menjadi sombong. Dua gejala spesifik juga terdapat didalam gejala ini yaitu :

Ilusi akan ketidakrentanan (Illusion of invulnerability) yaitu kelompok yang meyakini bahwa dirinya cukup istimewa untuk mengatasi masalah dan rintangan yang ada. Mereka juga percaya bahwa kelompok mereka tidak akan pernah terkalahkan.

Keyakinan atas moralitas yang tertanam di dalam kelompok (belief in the inherent morality of the group) yaitu sebuah kelompok yang mengaku bahwa mereka adalah kelompok yang baik dan bijaksana. Mereka cukup percaya diri bahwasanya mereka tidak akan salah. Kalau pun dalam kenyataan mereka di anggap salah, mereka mampu menanggung konsekuensi moral nantinya.

 

  1. Pikiran Tertutu

Dalam gejala groupthink yang seperti ini, suatu kelompok akan memiliki pemikiran yang bahwasanya mereka tidak ambil peduli dengan peringatan kesalahan dari orang lain, meski pun mereka tahu kesalahan yang telah mereka lakukan. Gejala kelompok ini terbagi menjadi dua yaitu :

Stereotip kelompok luar (out group stereotypes)

Kelompok ini memiliki persepsi bahwasanya kelompok lain lebih bodoh dan mudah untuk dilawan dibandingkan kelompoknya sendiri.

Rasionalisasi kolektif (collective rationalization)

Tidak menanggapi ataupun merespon kritik dan peringatn terhadap kelompok sendiri sebelum mereka mewujudkan keputusan akhir.

 

  1. Tekanan untuk mencapai keseragaman (Pressure Toward Uniformity)

Calon anggota/pra anggota kelompok cenderung mendekatkan diri dan menjalain hubungan yang harmonis terhadap anggota kelompok lainnya.

 

Cara Mengatasi Groupthink

Groupthink bisa diatasi dengan cara menangguhkan penilaian, mendorong munculnya berbagai kritik atas program atau keputusan yang diusulkan, mengundang ahli-ahli dari kelompok luar, menugaskan satu atau dua orang anggota untuk menjadi devil’s advocate guna menentang pendapat mayoritas (sekalipun mereka sebenarnya setuju dengan pendapat itu), dan kelompok harus membuat keputusan-keputusan secara bertahap, tidak sekaligus. Nah, apakah kelompok kamu adalah termasuk kelompok groupthink? Jika ia, sebaiknya hindari lah. ***(CM-02/Zakiyah Rizki Sihombing)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *