Lahirkan Solusi Generasi Muda dengan The NextDev 2016

  • Whatsapp
The NextDev
The NextDev

 

Untuk melahirkan generasi muda berbakat dan mampu berkarya dengan karya yang luar biasa, Telkomsel kembali mengadakan kompetisi digital creative (19/8). The NextDev adalah kompetisi bagi para pengembang aplikasi seluler yang dinamakan Digital Creative Indonesia Competition (DCIC). Acara yang diadakan di Aula Farmasi Universitas Sumatera ini menghadirkan salah satu pemberi materi yaitu Yansen Kamto yang merupakan Chief Excecutive Kibar.

Read More

Dalam materi yang disampaikannya, Yansen mengajak para peserta dan tamu undangan untuk tahu lebih dalam mengenai Startup. Startup atau perusaan rintisan merunjuk pada semua perusahaan yang belum lama beroperasi. Perusahaan-perusaan ini sebagian besar merupakan perusahaan yang baru didirikan dan berada dalam fase pengembangan dan penelitian untuk menemukan pasar yang tepat. Startup semakin populer dalam skala internasional pada masa gelembung dot-com dimana dalam periode tersebut banyak perusahaan dot-com yang didirikan secara bersamaan. Kota Medan menjadi Kota 11 yang di kunjungi untuk kompetisi ini.

“Indonesia seharusnya nggak harus jadi konsumen atau pun pasar. Indonesia bisa menciptakan karya lebih dari itu. Kalau kalian pikir start up itu mulus-mulus aja salah besar, memulai Start up harus gagal dan pasti gagal. Untuk memulai start up kalian jangan memikirkan materi terlebih dahulu dan yang terpenting mulailah dengan kolaborasi tetapi tidak memulai dengan tujuan sama,” jelas Yansen dalam prosesi tanya jawab saat ia menyampaikan materinya.

Acara yang mengusung tema Karya Anak Bangsa untuk Solusi Indonesia, The NextDev juga memberikan tantangan dalam menciptakan aplikasi seluler yang memberikan dampak sosial yang positit terutama dalam hal pengembangan Kota Pintar dan daerah pedesaan. The NextDev juga menantang langsung peserta untuk mempersentasekan karyanya selama 3 menit yang dinamankan Rocken Pitching. Team yang menang dalam tantangan langsung ini mendapatkan Wild Card yang mana peserta diberikan kesempang untuk langsung pada Final Area di Kota Bandung.

The NextDev 2016 tetap berfocus pada pengembangan Smart City tetapi dengan ruang lingkup yang lebih luas yaitu kategori pengembangan aplikasi untuk rural dan pedesaan.

“Kami akan member acknowledgement khusu s untuk memotivasi pengembangan aplikasi di pedesaan. Kami juga memandang bahwa masalah perkotaan memiliki keterkaitan yang erat dengan masalah pedesaan. Kami merasa konsep Smart  City  sebaiknya juga mampu mengakomondasi masalah di pedesaan untuk menciptakan dampak yang lebih holistic bagi mayarakat,” jelas Vice President Sales & Marketing Area Sumatera Utara Terkomsel Erwin Tanjung.

Melalui The NextDev, Telkomsel berupaya membangun ekosistem pengembangan digital Indonesia yang berkesinambungan yang ditentukan oleh Smart Inovation yang akan diberikan dampak postif oleh The NextDev dengan pemecahan masalah di Indonesia secara kreatif, Smart Community akan menjadi roda penggerak masyarakat Indonesia melalui The NextDev dengan melakukan inovasi di bidang teknologi aplikasi, dan yang terakhir Smart Solution akan dihasilkan teknologi oleh The NextDev yang mampu menyelesaikan masalah perkotaan dan perdesaan di Indonesia.

Dalam kompetisi The NextDev 2016, terdapat Sembilan sub tema yang memiliki focus tersendiri sebagai dasar pengembangan solusi yang dapat dipilih oleh peserta. Untuk bisa mengikuti kompetisi ini, persyaratannya masih sama dengan tahun lalu yaitu Warga Negara Indonesia(WNI), berusia 18 sampai 20 tahun dan bisa mendaftar baik secara indovidu ataupun team. Adapun mekanisme pendaftaraan lebih lanjut dan diinformasikan melalui situs thenextdev.id yang dilakukan di 20 kota di Indonesia.

The NextDev mengajak kawula muda dalam mewujudkan imajinasi dan ide brilian anak muda tentang Smart City. Dalam kompetisi ini akan terpilih 20 tim dengan ide aplikasi yang paling sesuai dan menjadi finalis. 3 tim terbaik juga akan mendapatkan hadiah utama berupa uang tunai selain itu juga berkesempatan melakukan study visit ke pelaku industry telekomunikasi besar di luar negeri.  Tentu saja menjadi salah satu kesempatan emas bagi mereka yang ingin berkarya di dunia Startup Indonesia.***(CM-01/Dela Aria Dahaka)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *