Kedai Awak, Kenalkan Urban Food Pada Semua Kalangan

  • Whatsapp
Mie Terbang Kedai Awak
Mie Terbang Kedai Awak

 

Sudah tidak diragukan lagi, Kota Medan dijuluki dengan kota kuliner. Saat ini, perkembangan tempat makan saat ini Kota Medan cukup pesat. Sekarang pemilik restaurant tidak hanya berpatok pada lokasi untuk menarik pelanggan tetapi juga dekorasi dan cita rasa makanan. Sama seperti salah satu tempat nongkrong yang satu ini. Terletak di Jalan Setia Budi No.56/58 Titi Bobrok, Tj. Rejo, Kota Medan, Sumatera Utara Kedai Awak menjadi salah satu kafe yang banyak diminati kalangan remaja karena konsepnya yang berbeda.

Read More

Mengambil konsep Urban Food, nama Kedai Awak akhir-akhir ini melejit berkat satu menunya yang fenomenal. Mie Terbang namanya. Mie ini baru hadir selama 2 minggu dan berhasil menarik minat pasar di semua kalangan. Rasa penasaran inilah yang membuat orang datang dan mencicipi mie terbang dengan 2 rasa yaitu sawi dan bit. Dengan harga Rp.19.000 kedai awak berhasil membuat adonan sekitar 25 kilogram tepung dalam sehari.

kafe yang di tangani oleh Agung Arifin dan adiknya Nugraha Arifin akan mengebrak pengunjung Kedai Awak dengan konsep yang berbeda pada anniversary pertama pada tanggal 15 Oktober 2015. Owner Kedai Awak sendiri berpatokan pada makanan yang dimasak ulang bukan makanan fast food. Kedai Awak juga tidak akan membuat masakan jika tidak di pesan dengan asalan kualitas makanan.

“Kita punya konsep “Hight Quality, Low Price”, makanya kalau pelanggan marah karena lama kita masak sesuai pesanan dan kita selalu menghindarkan makanan yang di dinginkan. Harganya pun terjangkau karena kita kejar kantong mahasiswa,” kata Agung Owner Kedai Awak.

Belum hampir satu tahu, pengunjung Kedai Awak sudah membludak sampai 700 pengunjung dalam sehari. Tidak hanya lokasinya yang stategis, ruko empat lantai ini juga akan di gebrak dengan dekorasi-dekorasi menarik misalnya ada wahana bermain yang akan di buat oleh ownernya sendiri. Tidak hanya itu, Owner juga akan menghadirkan menu-menu menarik dengan nama-nama yang menarik juga. Sekarang, menu-menu di Kedai Awak memang masih terbilang sendikit. Tapi sebenarnya, itu adalah taktik Owner agar memperkenalkan menu-menu baru dengan nama unik dengan skala bertahap. Nama Kedai Awak terinspirasi dari bahasa anak medan dan juga konsep yang di tanamkan juga “Medan kali”.

“Dulu mikir kalo seandainya nama nggak mesti keren tapi unik dalam artian karakter medannya ada. Jadi, Kedai Awak itu istilahnya Kedai semuanya,” kembali Agung bercerita.

Kedai Awak
Kedai Awak

 

Kedai Awak juga sengaja di buat senyaman mungkin, karena konsepnya sendiri memang menonjolkan tempat asik untuk berbagai kalangan. Ide-ide liar dari Kedai Awak juga akan di keluarkan ketika Anniversary pertama. Nugraha sendiri mempunya basic chef dan segala hal mengenai dapur Nugraha menangani sendiri sehingga kebersihan dan sterilisasi makanan tetap terjangkau. Di Kedai Awak memiliki 2 kapten untuk menangani 2 makanan berbeda yaitu makanan lokal dan juga western.

Tidak hanya Mie Terbang yang sekarang menjadi bulan-bulanan pecinta kuliner, Kedai Awak juga menghadirkan satu menu yang berhasil menarik lidah pelanggan yaitu Roti Kreak. Ternyata, Roti Kreak ini hadil dari beberapa penyusaian hingga akhirnya terciptalah roti yang panjangnya kurang lebih 40cm dan dapat dimintai bersama. Mengapa tidak? Dengan harga Rp45000 pelanggan dapat mencicipi secara bersamaan. Rotinya pun sengaja diproduksi sendiri.

Kedai Awak menjadi salah satu contoh bahwa kafe tidak hanya dibuka dengan konsep biasa tetapi dengan konsep liar. Selain itu, makanan yang tiwarkan juga terbilang unik sehingga rasa ketertarikan pelanggan semakin besar dengan sesuatu hal yang berbeda.***(CM-01/Dela Aria Dahaka)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *