Karnaval Budaya Tunjukan Ragam Budaya Kota Medan

  • Whatsapp
Karnaval Budaya Medan 2016
Karnaval Budaya Medan 2016

 

Budaya Indonesia memang berlimpah ruah, karena itulah Indonesia dikenal dengan kekayaan ragam suku dan budayanya. Seperti Bhineka Tunggal Ika, mesti berbeda tetapi tetap lah sama. Indonesia dengan budayanya yang beragam tentu perlu untuk dikelola oleh sentuhan halus masyarakatna, begitu pun dengan Kota Medan sebagai salah satu kota terbesar di Indonesia. Hal itu tentu membutuhkan campur tangan pemerintahnya, itulah alasan mengapa Pemerintah Kota Medan ingin menyelenggarakan sebuah karnaval budaya sekaligus kendaraan antik dalam rangka program pengelolaan keragaman budaya yang ada di dalamnya, sekaligus juga dimaksudkan untuk memperingati kemerdekaan negara Republik Indonesia yang ke 71 kalinya.

Read More

Tercermin dari budaya yang juga beragam dan berlimpah ruah di Kota Medan, melalui campur tangan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Medan, sebuah acara karnaval budaya dan kendaraan antik berhasil diselenggarakan dengan sukses, yakni pada Hari Sabtu, 27 Agustus 2016, dimulai pada pukul 10.00, bertempat di Lapangan Merdeka, Jalan Pulang Pinang, Medan. Pagi itu, karnaval kendaraan antik dimulai dari Jalan Pulau Pinang menuju Lonsum-Jalan Perdana-Bank Mandiri, Jalan Imam Bonjol-Arya Duta Hotel-Jalan Raden Saleh-Grand Aston Hotel-Lapangan Merdeka-Jalan Bukit Barisan hingga sampai ke Jalan Pulau Pinang kembali.

Salah Satu Budaya Yang Dipamerkan Pada Karnaval
Salah Satu Budaya Yang Dipamerkan Pada Karnaval

 

Sementara itu karnaval kendaraan antik disii bermacam sepeda ontel, Jeep Willys, VW dan juga Land Rover dimana masing-masing pengendara menggunakan kostum zaman dahulu untuk kembali mengenang budaya. Juga tersedia vespa, Moge,  Sepeda Motor Astuti dan juga Harley Davidson.

Sementara itu, seluruh peseta lainnya dipersilahkan untuk mengikuti prosesi acara karnaval dengan berkeliling seputaran Lapangan Merdeka dengan jalan kaki diringi pula oleh Marching Band serta anak-anak yang kompak menggunakan seragam merah putih kreatifitas masing-masing. Satu hal yang paling unik pada serangkaian acara karnaval ini adalah terdapat puluhan orang yang sengaja menggunakan pakaian multi etnis maupun pakaian adat yang didesain dan dimix sedemikian rupa hingga menghasilkan seragam yang menakjubkan. Dari puluhan orang tersebut terdiri dari anak-anak dan dewasa laki-laki maupun perempuan.

Tak hanya menyuguhkan beragam kekayaan budaya, karnaval yang digelar dengan meriah ini juga melibatkan banyak pihak, salah satunya komunitas dancer yang ada di Kota Medan dengan tujuan untuk memeriahkan acara karnaval hingga usai. Freestyle dam break dance cukup menjadi perhatian publik sebab musiknya membuat masyarakat berkeinginan untuk berkumpul ke arena panggung pagi itu. Hal yang menarik lainnya yang membuat para pengendara akhirnya menepi dan berhenti pada rangkaian acara karnaval tersebut adalah adanya pameran hewan, pameran fotografi hingga pameran sepatu roda sehingga tak hanya budaya lama saja yang dipertunjukkan tetapi juga budaya modern yang tengah berkembang.

Dan tak kalah seru, penampilan barongsai pada acara karnaval membuat semakin meriah, semarak merah putih seakan berkibar dengans eragam yang dikenakan penontonnya. Pun dengan penampilan band-band lokal asal Kota Medan yang cukup menghibur. Pada kesempatan tersebut Wakil Wali Kota Medan yakni Ir. Akhyar Nasution, M.Si juga turut berhadir bersama para jajarannya, antusiasme Pemko Medan memang terlihat apalagi saat penampilan budaya etnik melalui pakaian multi etnik budaya yang dikenakan beberapa peserta lomba dalam ajang karnaval tahun ini.

Bersama Walikota Medan di Karnaval Budaya
Bersama Walikota Medan di Karnaval Budaya

 

Setiap peserta memiliki kreativitas masing-masing dalam menunjukkan kebolehannya, ada yang memakai baju multi etnik menyerupai bentuk kalilawar, ada pula yang menggunakan batik secara penuh hingga sayap yang melekat di bagian kanan kirinya, ada pula yang memaksimalkan warna merah putih dengan tepong yang meriah. Meski cukup lelah menopang beban pakaian dan aksesoris, Ade salah satu peserta pakaian multi etnik yang masih berumur 8 tahun masih bisa tersenyum saat menunjukkan kebolehannya di depan Wakil Wali Kota Medan padahal ayah Ade yakni Safruddin mengaku anaknya sempat murung karena kelelehan menggunakan heels dan sayap multi etnik yang ternyata didesain sendiri oleh Safruddin.

Masing-masing pengguna pakaian multi etnik menunjukkan kebolehannnya di depanWakil Wali Kota beserta jajarannya, tak sungkan masing-masing dari pejabat juga mengabadikan momen tersebut dengan camera handphone masing-masing. Begitu pula saat pertunjukkan dari puluhan modelling pria dan wanita dengan menggunakan seragam merah putih sekaligus aksesoris budaya membuat tepuk tangan riuh seketika. Acara ditutup dengan lucky draw dan pembagian hadiah. ***(CM-02/Zakiyah Rizki Sihombing)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *