IBX5A49C9BC313D6 Indonesia Melek Media, Perkenalkan Literasi Media Sejak Dini - Cerita Medan

Indonesia Melek Media, Perkenalkan Literasi Media Sejak Dini

Rumah Baca Bakau
Rumah Baca Bakau

 

INDONESIA MELEK MEDIA (IMMEDIA) mengadakan kegiatan penyuluhan literasi media kepada pelajar di dua SMP di Kota Medan yaitu SMP N 30 Medan, dan SMP Muhammadiyah 03 Medan, serta satu (TBM) Taman Baca Masyarakat yaitu Rumah Baca Bakau, Bagan Percut, Kab. Deli Serdang.

Kegiatan penyuluhan literasi media ini dilaksanakan diwaktu yang berbeda. Kegiatan hari pertama yaitu Tanggal 13 Agustus 2016, Tim Immedia berhasil menyelenggarakan penyuluhan literasi media kepada SMP N 30 Medan. Berselang 3 hari, yaitu pada tanggal 16 Agustus 2016, giliran SMP Muhammadiyah 03 Medan yang didatangi oleh Tim Immedia untuk diberikan penyuluhan terkait kemampuan literasi media pada remaja. Kegiatan hari terakhir ditutup di Rumah Baca Bakau yaitu pada tanggal 19 Agustus 2016 dengan turut mengundang masyarakat yang berdomisili di sekitaran Bagan Percut, Kab. Deli Serdang.

Kegiatan yang bertajuk Immedia goes to school ini bertujuan untuk memperkenalkan kepada remaja usia sekolah khususnya SMP tentang manfaat penggunann media massa bagaimana cara menggunakannya serta dampak yang ditimbulkan dengan cara membekali mereka kemampuan berliterasi media. Immedia goes to school dilaksanakan tidak lain karena fenomena perkembangan teknologi komunikasi yang kian pesat berkembang namun tidak dibarengi dengan pengetahuan serta kemampuan yang cukup untuk mengaksesnya dengan bijak.

“Kemampuan literasi media seharusnya ditanamkan sejak mereka mengenal dan berinteraksi langsung dengan media massa, tapi sayangnya kebanyakan orang tua malah membebaskan anaknya untuk menggunakan internet secara berlebihan” Tutur Ibu Martha Ria Samosir, M.Si selaku Kepala Sekolah SMP N 30 Medan. Berdasarkan data yang dilansir dari situs resmi Kementerian Komunikasi dan Informasi setidaknya 30 juta anak-anak dan remaja di Indonesia merupakan pengguna internet, dan media digital saat ini menjadi pilihan utama saluran komunikasi yang mereka gunakan.

Hasil studi menemukan bahwa 80 persen responden yang disurvei merupakan pengguna internet, dengan bukti kesenjangan digital yang kuat antara mereka yang tinggal di wilayah perkotaan dan lebih sejahtera di Indonesia, dengan mereka yang tinggal di daerah pedesaan (kurang sejahtera) “Tidak bisa dipungkiri dibalik manfaatnya yang luar biasa internet juga memiliki dampak yang mengkhawatirkan mulai dari pornografi, kasus penipuan, penculikan, bahkan perjudian dapat dimulai dari dunia maya, karena itu pula tema kegiatan kami adalah “Internet Sehat Untuk Remaja” begitupun kami tetap menyisipkan materi-materi terkait literasi media siar khususnya Televisi” Tutur Rizki Ramadhani Nst selaku Ketua Umum Indonesia Melek Media.

Rumah Baca Bakau
Rumah Baca Bakau

 

Menurut Rizki, urgensi pengenalan konten-konten media siar di Televisi cukup tinggi. Program Televisi yang jauh dari unsur mendidik, kini mendominasi tayangan Televisi di Indonesia. Sinetron, reality show, variety show, dan talkshow menjadi program Televisi yang paling digandrungi sekaligus paling banyak mendapatkan pengaduan. Komisi Penyiaran Indonesia melansir 5 tayangan Televisi yang paling banyak diadukan pemirsa, yaitu Katakan Putus (Trans Tv), Pesbukers (ANTV), New Eat Bulaga Indonesia (ANTV), Ganteng-Ganteng Serigala (SCTV), dan Dahsyat (RCTI). Willy selaku relawan Rumah Baca Bakau mengakui sedikit kesulitan untuk meredam kegemaran anak-anak dalam menonton tayangan yang tidak mendidik tersebut “Kami para relawan cukup sulit dalam mengawasi apa yang mereka tonton, karena kami tidak mungkin mendatangi rumah mereka masing-masing” Ungkapnya.

Begitupun Willy senang adik-adik Rumah Baca Bakau mulai paham mengenai tayangan Televisi yang tidak baik untuk ditonton setelah mendengarkan pemaparan dari tim IMMEDIA. Serangkaian kegiatan IMMEDIA goes to school dimulai dari survey penggunaan media Televisi dan media digital dikalangan remaja, pada kegiatan ini para peserta diharuskan untuk mengisi angket secara jujur dan jelas. Selanjutnya, untuk membuat suasana yang nyaman dan menyenangkan, peserta diajak untuk melakukan ice breaking berupa permainan singkat. Setelah itu, pemateri menyampaikan materi penyuluhan dengan santai dan interaktif. Kegiatan diakhiri dengan focus group discussion yang bertujuan untuk memastikan peserta memahami materi yang disampaikan. “Saya senang kakak-kakak Immedia datang ke sekolah kami, dan memberi kami informasi baru tentang bagaimana cara menggunakan internet dengan bijak” tutur Tasya, salah satu peserta dari SMP Muhammadiyah 03 Medan. Tasya berharap kegiatan seperti ini terus dilanjutkan agar semakin banyak pelajar yang paham dan memiliki kemampuan untuk menyaring dan memilih isi dari media massa (CM/PR).

KOMENTAR

BACA JUGA