Gloria Natapradja Hamel : Nafas Saya untuk Indonesia Tercinta

  • Whatsapp
Gloria Natapraja Hamel - Foto : wartakota.tribunnews.com
Gloria Natapraja Hamel – Foto : wartakota.tribunnews.com

Kemerdekaan Republik Indonesia ke-71 dihebohkan dengan sosok gadis muda yang menjadi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) bernama Gloria Natapradja Hamel. Sebelum dinyatakan gugur di menit-menit terakhir karena ketahuan bukan kewarganegaraan Indonesia, ternyata Gloria telah berlatih selama sebulan di Tim Arjuna. Sontak saja, hal tersebut membuat Gloria meneteskan airmata karena mendapat kabar bahwa ia batal menjadi salah satu anggota paskibraka.

Beraninya, Gloria Natapradja Hamel sempat mengirimkan sebuah surat untuk Presiden Republik Indonesia Bapak Joko Widodo yang berisikan “Bahwa saya tidak pernah memilih kewarganegaraan Perancis karena darah dan nafas saya untuk Indonesia tercinta,” katanya dalam surat yang bermaterai kepada presiden.

Read More

Didalam suratnya, Gloria Natapradja Hamel juga menegaskan bahwa ia lahir dan menempuh pendidikan di Indonesia. Siswi SMA Islam Dian Didaktika ini tetap menghadiri upacara di Istana Merdeka sebagai tamu undangan meskipun dirinya tidak berdiri dalam barisan pasukan pengibar bendera. Hal yang mengejutkan lalu terjadi pada Gloria, dengan tiba-tiba Gloria dipanggil untuk bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Wisma Negara usai upacara.

Gloria ikut dalam barisan pasukan paskibraka sebagai Tim Bima yang akan membawakan bendera pusaka dalam upacara penurunan bendera atas keinginan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Gadis yang berusia 16 tahun ini seketika ramai diperbincangkan oleh khalayak publik karena memegang paspor negara Perancis dan ikut dalam upacara pengibaran di Istana Negara. Dalam upacara penurunan bendera, Gloria mendapat kesempatan berada di posisi Gordon. Gordon adalah anggota Paskibraka yang bertugas di panggung dengan tugas untuk menyambut Presiden Joko Widodo, Ibu negara Iriana dan Wakil Presiden Jusuf Kalla serta istrinya saat memasuki dan keluar arena upacara.

Bukan dibiarkan karena Gloria memiliki status kewarganegaraan ganda, untuk saat ini Pemerintah memilih jalan damai untuk persoalan kewarganegaraan Gloria Natapradja Hannel karena Gloria masih berumur 16 tahun. Kini nama Gloria Natapradja Hamel masih hangat diperbincangkan.

Masih semangat kemerdekaan Indonesia. kalau warga negara asing saja jatuh cinta dengan Indonesia mengapa kita masyarakat asli tanah air masih enggan menyatakan cinta dengan Indonesia. minimal sekedar mengabdi melalui hal-hal yang terkecil misalnya buang sampah pada tempatnya, rajin menuntut ilmu, dll.

Semoga dengan umur ke-71 indonesia masih menjadi negara yang patut dibanggakan dengan dasar pancasila dan keanekaragaman bangsa dan budaya. Selamat hari kemerdekaan Republik Indonesia. Merdeka!***(CM-01/Dela Aria Dahaka)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *