Empat Mahasiswa Kedokteran, Berinovasi Lewat Buket Bunga Kertas

  • Whatsapp
Bunga Kertas Medan
Bunga Kertas Medan

 

Memiliki seorang teman tentu menjadi anugerah tersendiri bagi kita, apalagi jika seorang teman mampu menjadi teman yang tak hanya ikut serta dalam kebahagiaan tetapi juga ketika berduka. Berbicara dengan pertemanan atau lebih akrab disebut dengan persahabatan, mungkin dari kita semua kebanyakan memiliki sahabat yang kemudian tanpa diatur sedemikian rupa menjadi ikatan yang membentuk sebuah geng. Ini kerap kali terjadi apalagi jika kemudian seorang sahabat bahkan bisa menjadi bagian terpenting hingga kamu anggap sebagai bagian dari keluarga. Hal tersebut sudah terbukti langsung oleh ikatan persahabatan empat mahasiswi Kedokteran Universitas Methodist Indonesia Medan ini yakni Elvira Ginting, Santa Vica Karo, Lewi Tambupolon, dan Devi Simarmata.

Read More

Empat orang sahabat ini sendiri mengaku menganggap satu sama lain sudah seperti keluarga, mulai dari bahagia hingga duka mereka lewati bersama. Tetapi ada pembahasan yang lebih menarik dari itu, ternyata empat orang bersahabat ini memiliki sebuah usaha yang cukup menakjubkan yaitu buket bunga kertas. Awalnya mereka yang kini tengah menjalankan studi sebagai mahasiswi Kedokteran semester 6 merasa kuliah begitu-begitu saja, tidak ada kegiatan yang menarik apalagi pada masa tersebut mata kuliah sudah terbilang cukup ringan tanpa banyaknya jadwal nge-lab.

Buket Love
Buket Love

 

Salah satu dari mereka yaitu Elvira akhirnya memiliki ide yang cukup brilian, Elvira mengajak sahabat-sahabatnya untuk membuka usaha. Hal tersebut diyakininya karena merasa sebagai mahasiswa ia harus mendapatkan uang tambahan tanpa harus meminta uang kepada sang ibu. Keyakinan Elvira dan teman-temannya pun kian bertambah ketika melihat fenomena yang terjadi di kampus yaitu ketika para mahasiswa melakukan sidang meja hijau maka akan banyak bunga yang akan diberikan teman-temannya. Langsung saja, ide untuk membuka usaha buket bunga muncul di pikiran empat orang bersahabat ini. Mereka sudah memiliki konsep sekitar tiga bulan yang lalu dan akhirnya mampu terwujud pada 27 Juni 2016, ialah hari pertama mereka memutuskan untuk langsung terjun ke lapangan membeli segala perlengkapan untuk pembuatan buket.

Seperti cerita Santa, kesedihanlah yang pertama kali ia dan sahabat-sahabatnya rasakan, segala perlengkapan telah tersedia berbekal modal ratusan ribu rupiah, mereka pun sudah belajar semaksimal mungkin untuk membuat buket bunga kertas terbaik melalui internet tetapi satu minggu berjalan tak ada seorang pun yang melalukan pemesanan. Mereka bersabar kemudian menunggu lagi hingga hari ke 14, namun masih tetap tidak ada. Mereka bahkan sempat menyemangati diri masing-masing.

“Oh mungkin Line kita rusak we makanya enggak ada yang pesan, coba-coba kau yang nge-Line kesini,” ujar salah seorang sahabat ke sahabatnya yang lain seraya diiringi tawa bercampur kesedihan. Harapan itu seolah terasa pupus sudah, hingga akhirnya salah seorang teman mereka melakukan pemesanan lewat sosial media, sontak semangat itu kembali datang dan setelah itu orderan terus-terusan berdatangan.

Buket Bunga Kertas Medan
Buket Bunga Kertas Medan

 

“Semenjak saat itu sampai sekarang setidaknya minimal ada 1 buah pesanan buket setiap harinya,” ungkap Lewi terharu.

Untuk penamaan sendiri, empat orang sahabat tersebut menamai usahanya dengan nama Bunga Kertas Medan, sebuah nama sederhana yang dibuat agar mudah diingat oleh para pelanggan nantinya. Menurut Devi, kini puluhan buket bunga kertas sudah berhasil mereka hasilkan, sementara itu untuk jenis bunga mereka menyediakan dua jenis bunga yaitu melati dan mawar, dan untuk ukuran tersedia ukuran XS, S, M, L, XL dan XXL. Dan yang paling menarik dari Bunga Kertas Medan adalah harga, pemberian nominal harga terbilang sangat murah, mulai dari Rp. 45.000 hingga Rp.185.000 saja tergantung diameter yang ditawarkan. Hal itulah yang membuat Bunga Kertas Medan berbeda dengan buket bunga kertas lainnya.

Kebersamaan empat orang sahabat ini ternyata berhasil membuahkan sebuah karya menakjubkan. Menurut mereka kepuasan pelanggan adalah yang pertama sehingga dalam proses pembuatan buket bunga mereka selalu berusaha memberikan hasil yang terbaik. Dalam proses tersebut tak jarang mereka harus di dalam ruangan satu harian untuk membuat beragam buket. “Kami sampek nggak ketemu matahari,” ujar Santa tertawa.

Kesibukan membuat buket bunga kertas nyatanya tidak mengganggu aktivitas mereka sebagai mahasiswa kedokteran, karena dalam pembuatannya mereka bahkan sangat kompak sehingga semuanya dapat terselesaikan dengan maksimal dengan hasil yang memuaskan pula.

Tak jarang bahkan saat membaca sebuah buku mereka sambil membentuk bunga-bunga kecil, “Ya jadi mata membaca dan tangan bekerja, gitulah kira-kira,” tambah Lewi. Dalam kesehariannya, empat orang sahabat ini saling membagi tugas seperti keuangan, admin, antar mengantar, pembuatan, belanja dan lainnya. Sejauh ini mereka sendiri mengaku banyaknya pemesanan berasal dari Kampus USU dan juga Methodist, namun tak menutup kemungkinan juga untuk kampus lain atau bahkan perorangan karena memang kebanyakan bunga yang dipesan adalah hadiah yang diperuntukkan untuk orang-orang yang baru saja mendapat gelar sarjana.

Buket Bunga Kertas Angka
Buket Bunga Kertas Angka

 

Meski baru terbilang baru, nyatanya Bunga Kertas Medan sudah mendapatkan sambutan baik dari pelanggan terbukti dari beragam testimoni di Instagram yang menyatakan kesukaannya pada bunga kertas olahan empat orang bersahabat ini. Membuat mereka semakin bersemangat untuk membuat sebuah buket bunga kertas terbaik.

Nah, bagi konkawan Cerita Medan yang ingin memesan bunga kertas dengan kualitas yang sangat baik dan harga yang sangat murah dapat langsung melakukan pemesanan melalui akun Instagram @bungakertasmedan atau melalui line @ero1936h (pakai @), kamu bahkan bisa request warna dan model seperti apa saja yang kamu inginkan di Bunga Kertas Medan. Tak hanya untuk kado wisuda, kamu juga bisa memberikan hadiah buket bunga untuk orang-orang tersayang.

“Rajin-rajin order ke kita, jangan yang lain karena kita berikan yang terbaik bukan yang main-main,” tutup empat orang calon dokter ini.***(CM-02/Zakiyah Rizki Sihombing)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *