Edukasi Masyarakat Melalui Buku, Gramedia Pilih Komunitas dan Taman Baca Terbaik di Sumatera

  • Whatsapp
Gramedia Reading Competition
Gramedia Reading Competition

Jika ada sebuah perbandingan berkenaan dengan literasi dan minat baca, maka Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat minat baca yang rendah. Dari 1000 orang nyatanya hanya 1 orang saja yang memiliki minat baca tinggi sementara hal tersebut sangat berkaitan terhadap kualitas suatu bangsa. Dan hal itulah yang melatarbelakangi diselenggarakannya Gramedia Reading Community Competition 2016. Acara tersebut merupakan acara berskala nasional yang dipersembahkan untuk komunitas, taman baca yang bergerak di bidang pendidikan dan sudah dimulai sejak Maret-Mei 2016.

Setelah tim Gramedia melakukan seleksi terpilihlah sebanyak 815 komunitas dan taman baca dari seluruh Indonesia. Sementara untuk wilayah Indonesia bagian Sumatera akan dipilih masing-masing 10 peserta yang kemudian diambil menjadi 3 besar, dan untuk wilayah Sumatera, acara Final Gramedia Community Competittion 2016 diselenggarakan di Convention Hall 1, Hotel Santika Dyandra Medan, Sabtu (6/8).

Read More

Acara yang dimulai pada pukul 08.30 WIB itu dihadiri oleh beberapa orang-orang penting yang terkait diantaranya Sekretaris Daerah Kota Medan, Kepala Perpustakaan Daerah Sumatera Utara, Kepala Perpustakaan Umum Kota Medan, Suwandi S. Brata, 10 Finalis dari Sumatera dan juga komunitas-komunitas yang ada di Kota Medan.

Acara dibuka dengan persembahan tarian oleh tim PT Gramedia Pustaka Utama cabang Gramedia Gajah Mada, Medan. Kemudian disambung pula dengan kata sambutan oleh Suwandi S Brata selaku Publisihing and Education Director PT Gramedia Asri Media, ia mengatakan acara ini sengaja diselenggarakan untuk menjadi talang inspirasi dan menjadikan Indonesia yang jaya dan harus dikobarkan.

Pengumuman Pemenang Reading Competition
Pengumuman Pemenang Reading Competition

 

“Membaca itu keren, kamu tidak pantas dibilang keren kalau tidak membaca,” ungkap Suwandi. Sementara itu Saiful Bahri selaku Sekretaris Daerah Kota Medan menambahkan bahwa dengan membacalah ia mampu keluar dari desanya ketika itu.

Adapun komunitas dan taman baca yang menjadi finalis di regional Sumatera kali ini yakni Taman Baca Masyarakat Ar-Rasyid (Aceh), Medan Generasi Impian (Medan), Rumah Belajar Ceria (Palembang), Alusi Tao Toba (Samosir), Rumah Belajar Kasih Untuk Bangsa (Tarutung), Bengkel Sabda (Batam), Forum Anak Batam (Batam), Perpustakaan Remasni (Padang), Ruang Baca Tanah Ombak (Padang), dan Sahabat Ilmu (Jambi). Setiap finalis diperbolehkan mempresentasikan tentang program kerja yang akan dilakukan selama setahun ke depan dengan range waktu masing-masing 3 menit di depan pentas.

Sambil menunggu pengumuman pemenang, acara juga diisi oleh tokoh inspiratif seperti Butet Manurung (Co-Founder Sokola Rimba) dan Rizky Syahfitri Nasution (Founder Medan Heritage). Pada kesempatan sharing session tersebut, Rizky mengungkapkan ada keadaan yang membuat kita harus membentuk suatu komunitas di antaranya berangkat dari kegalauan, cari teman galau, temukan cara move on dan lakukan gerakan. Sementara itu di dalamnya juga terdapat bagian lagi seperti dalam hal internal dibutuhkan Sumber Daya Manusia, komitmen sistem dan untuk eksternal harus ada masyarakat, mitra dan sosial media. Hal tersebut bertujuan untuk peningkatan dan pengembangan sebuah komunitas.

Penyampaian selanjutnya oleh Butet Manurung, ia mengungkapkan banyak sekali poin penting yang akhirnya membuat ia percaya bahwa dengan membaca dapat membuat dirinya mengenal dirinya sendiri. Ia yang sudah bertahun-tahun mengajar di Sokola Rimba cukup mendapatkan banyak pelajaran dan pengalaman sehingga akhirnya ia tahu betapa pentingnya kemampuan membaca dan menulis. Menurut Butet, banyak sekali rakyat Indonesia yang ditipu oleh orang-orang jahat karena tidak mampu baca dan tulis dan karena hal tersebutlah ia tergerak. Sementara itu streotipe masyarakat Rimba sangat lah berbeda dengan kita orang biasa, karena ada perbedaan pandangan terhadap sesuatu hal yang nyatanya dapat mengganggu. Seperti misalnya ekonomi diartikan sebagai sumber uang, religious sebagai tidak beragama, edukasi sebagai bodoh dan banyak lagi lainnya, dan hal tersebut terjadi dikarena bagaimana mereka memandang dirinya sendiri.

Sebagai penutup acara maka diumumkanlah para pemenang dari Finalis Gramedia Reading Community Competition 2016, yakni :

Juara 1 : Ruang Baca Tanah Ombak (Padang)

Juara 2 : Alusi Tao Toba (Samosir),

Juara 3 : Taman Baca Masyarakat Ar-Rasyid (Aceh)

Juara Favorit : Taman Baca Masyarakat Ar-Rasyid (Aceh)

Masing-masing pemenang kompetisi berhak mendapatkan development funding berupa uang tunai, trophy, sertifikat, dan bantuan buku selama 1 tahun ke depan oleh PT Gramedia Pustaka Utama. Dan para pemenang diharapkan nantinya dapat mendisitribusikan dan mendekatkan buku kepada masyarakat di daerahnya melalui kreatifitas masing-masing. ***(CM-02/Zakiyah Rizki Sihombing)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *