Dunia Kewartawanan Di Dalam Vademekum Wartawan

  • Whatsapp
Resensi Buku Vademakum Wartawan
Resensi Buku Vademakum Wartawan

 

Judul                :Vademekum Wartawan

Read More

Penulis             :Parakitri T.Simbolon

Penerbit           :KPG ( Kepustakaan Populer Gramedia )

Cetakan           :Ke-lima Juni 2006

 

Buku ini berjudul “Vademekum Wartawan” reportase dasar. Membahas tentang dunia kewartawanan yaitu tahap-tahap reportase terdiri dari reportase dasar (straight news), reportase madya (news feature), reportase lanjutan (news analysis). Empat pertanyaan yang harus dijawab adalah: apa syarat utama menjadi reporter, apakah berita, bagaimana proses pencarian berita, bagaimana menulis berita.

Maka kesimpulannya reportase dasar adalah situasi yang tergambar dalam menjawab empat pertanyaan di atas. Contoh yang mudah dari reportase dasar adalah pengalaman seorang wartawan yang berasal dari Amerika Serikat. Beliau sengaja datang ke Indonesia, untuk mencari tahun info tentang masalah di Indonesia. Namanya Arthur Zich bekerja di majalah NATIONAL GEOGRAPHIC sebagai wartawan. Ia telah menjabat sebagai wartawan sekitar 25 tahun (Di majalah Time 8 tahun. Newsweek 7 tahun, dan di  freelance 10 tahun). Arthur mengelilingi Jawa bersama Don, dan Ia pun segera kembali ke San Fransisco setelah menetap kurang lebih sebulan di Indonesia, tepatnya di daerah Jawa.

Maka dari itu jawaban dari pertanyaan pertama adalah vitalitas. Vitalitas adalah mengerjakan yang biasa-biasa saja dengan cara yang luar biasa. Contohnya seorang wartawan yang mendapat berita tentang penodongan seokar lelaki tua dipanti jompo. Wartawan tersebut menggali berita tersebut hingga ke akar, padahal bisa dibilang itu adalah berita yang biasa.

Berita adalah peristiwa. Peristiwa adalah jalan cerita. Setiap berita tidak terlepas dari 5W1H (WHAT, WHO, WHERE , WHEN , HOW, WHY). Tahap kegitan seorang reporter: menemukan peristiwa dan jalan cerita, cek, ricek, dan triple cek jalan cerita, memastikan sudut cerita, menentukan lead atau intro, menulis berita. Nah, yang harus dilakukan pertama kali adalah memastikan sudut berita, setelah penulis dapat memastikan berita otomatis penulis pun dapat membuat lead atau intronya. Lead atau intro adalah bagian dari awal berita . Lead atau intro agar lebih mudah dimengerti sebaiknya memakai 5W1H . Jenis-jenis lead tersebut adalah : lead pasak (peg), lead kontras, lead pertanyaan, lead deskriptif, lead stakato, lead ledakan, lead figurative, lead epigram, lead literer, lead parody, lead kutipan, lead dialog atau percakapan, lead kumulatif, lead suspense, lead urutan, dan lead sapaan.

Setelah menuliskan lead sekarang penulis berita lanjut menuliskan dan menata badan berita tersebut. Berita yang baik menggunakan bahasa yang sederhana, dan berita yang bagus menggunakan bahasa yang seolah-olah didengar oleh si pembaca. Hindari penulisan berita secara bertele-tele , menulis berita yang baik adalah dengan menggunakan kalimat yang pendek dan sederhana. Lalu tulislah pokok-pokoknya saja, jangan biasakan menulis tentang mendahulukan anak kalimat dan kata keterangan.

Satu hal yang paling penting dari diri seorang wartawan adalah kejernihan dalam menulis, salah satu cara untuk jernih adalah membabat kata-kata berkabut. Seperti apa kelanjutan buku ini? Buku ini sangat berguna bagi kamu yang berprofesi sebagai wartawan pemula ataupun wartawan senior.

Bagi konkawan yang ingin memiliki buku Vademekum Wartawan, mungkin buku ini akan sulit ditemukan di berbagai toko buku, kamu bisa mencarinya di perpusatakaan kota maupun perpustakaan daerah tertentu.***(CM-02/Zakiyah Rizki Sihombing)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *