CoopArt, Seni Transfer Photo on Wood yang Diuangkan

  • Whatsapp
CoopArt
CoopArt

Belakangan ini usaha dengan berbahan dasar kayu semakin diminati oleh beberapa kalangan khususnya pengusaha muda. Sama halnya dengan CoopArt yaitu usaha seni yang masih bermain pada kayu-kayu bekas. Usaha yang baru saja digeluti sejak 4 bulan terakhir ini lumayan membuahkan hasil. Berawal dari melihat potensi yang ada sejak ownernya berada di jakarta usaha ini pun di mulai. CoopArt menamai usahanya ini dengan transfer Photo on wood.
“ide untuk usaha ini awalnya terlintas sewaktu saya berada di Jakarta. Mulainya gini, nongkrong di salah satu café disana terus mikir kalau di Medan sendiri masih sedikit gambar yang di transfer ke permukaan kayu. Walaupun belum bisa di hargai dengan harga yang mahal minimal kan mencoba” Tegas Ahmad Affandi, owner dari CoopArt.
Berawal dari coba-coba inilah yang membuat Adek (panggilan Ahmad Affandi) membuahkan hasil. Sejak kemunculannya 4 bulan terakhir, tidak sedikit orderan datang dari berbagai kalangan khususnya orang terdekat. Dalam 4 bulan merintis karir di usaha seni kayu, kini CoopArt berhasil menghitung pelanggan 30 sampai 40 buah pesanan. Nominal yang sangat besar untuk usaha yang baru merintis di awal-awal karir.
Mengapa tidak, hasilnya yang unik mampu menarik peminat seni dan dekorasi. Kebanyakan pelanggan CoopArt berasal dari owner-owner café atau warung kopi yang membutuhkan dekorasi unik dan memiliki nilai seni yang tinggi. Berbeda dengan seni kayu lainnya yang mengandalkan kuas dan juga tinta, CoopArt hanya mengandalkan selembar kertas yang dijiplak di atas permukaan kayu. Untuk itu, hasil dan contoh gambar tampak serupa.

CoopArt, Seni Transfer Foto
CoopArt, Seni Transfer Foto

 
Cara pengerjaan sedikit ribet, pertama gambar di setting terlebih dahulu di komputer, lalu cetak menggunakan printer laser jet. Setelah selesai, siapkan kayu sesuai ukuran media cetaknya yang sudah di print lalu oleskan obat khususnya ke kayu, tempelkan hasil Print nya ke kayu lalu di ratakan jangan sampai ada gelembung. Setelah itu diamkan semalaman. Untuk kayunya, tidak menggunakan kayu khusus. CoopArt dapat memanfaatkan berbagai macam kayu sebagai wadah utamanya.
Proses terakhir proses pengelupasan kertas print nya. Untuk pengelupasan dibutuhkan ketelatenan dan kesabaran karena kertas tersebut akan dikelupas menggunakan spons basah. Setelah sisa kertas semua sudah habis gambar sudah terlihat, step terakhir di finishing menggunakan vernis. Vernis adalah minyak yang terlah dikentalkan dengan jalan pemanasan atau dengan penambahan getah, arpus dan juga bahan lain.
CoopArt masih tidak memiliki tempat khusus untuk pabrikan dan pengerjakannya. Masih mengandalkan rumah pribadi owner yang terletak di Jl. Irian No 109 Tanjung Morawa usaha yang satu ini berjalan. Tidak sedikit juga pelanggan datang langsung untuk melihat proses pengerjaannya dan konsultasi langsung dengan owner CoopArt.
Ukurannya pun bermacam-macam dan pelanggan mampu memilih ukurannya sendiri dengan harga yang berbeda pula. Untuk ukuran 21x30cm CoopArt membandrol harga sekitar Rp100.000 sedangkan untuk ukuran 30x42cm CoopArt membandrol harga Rp150.000 sampai R250.000. Tentu saja itu adalah harga yang relatifmurah untuk sebuah karya seni yang luar biasa. Ternyata tidak hanya pajangan dinding aja, CoopArt juga baru-baru ini mengeluarkan hasil karya yang masih menggunakan kayu yaitu Stand Pour Over alat seduh kopi.
Untuk transfer Photo on wood, CoopArt juga beberapa kali mengalami kegagalan dalam proses pengerjaannya di bulan-bulan pertama. Misalnya sewaktu proses pengelupasan kertasnya suka robek sampai dasar nyasehingga gambarnya ngikut ke kelupas. Berjalannya waktu, dengan mengandalkan youtube sebagai media pembelajaran, CoopArt kini mampu menghasilkan kaya seni dengan ketelitian dan hasil yang memuaskan.
“Semoga usaha ini bisa lebih saya kembangkan lagi. Khususnya di Sumatera utara lebih bisa menghargai kreativitas seni apa lagi handmade. Karena saya lihat banyak perbedaan antar orang-orang di pulau Jawa dan juga Sumatra utara. Bagi saya masyarakat jawa lebih bisa menghargai makanya industri kreatif disanalebih maju dari sini. Melalui hasil karya saya yang saya jadikan usaha membuat cerminan muda-mudi Sumatera untuk tetap berkreatifitas,” harap Ahmad Affandi. Kalau kalian mau berhubungan langsung dengannya bisa cek IG : CoopArt dan WA : 08128200760***(CM-01/Dela Aria Dahaka)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *