Budaya Meniru, Pilihan Terbaikkah?

  • Whatsapp
Budaya Meniru
Budaya Meniru

 

Siapa yang tak tahu Indonesia? negara dengan penuh ragam budaya dan budaya penirunya? Meniru memang tak masalah, tapi bagaimana jika meniru yang dilakukan orang Indonesia malah jadi dampak buruk? Mengapa tidak, budaya yang datang ke Indonesia atau terbawa dari Luar selalu diaplikasikan oleh warga Indonesia, khususnya para seniman dan bintang layar kaca.

Read More

Letak geografis Indonesia yang berada diantara dua benua, yaitu Benua Asia dan Benua Australia serta Topologi Indonesia yang merupakan negara kepulauan juga mempengaruhi keragaman budaya di setiap kepulauan. Indonesia adalah negara yang terletak pada jalur perdagangan Internasional, hal ini menyebabkan budaya-budaya asing masuk ke Indonesia.

Kebudayaan asing masuk ke Indonesia memang tidak dapat dibendung lagi karena dampak dari globalisasi dunia. Namun, hal ini tidak serta merta masuk ke dalam masyarakat tanpa ada saringan atau filter karena tidak semua kebudayaan asing memiliki dampak positif terhadap kehidupan masyarakat. Dampak positif yang bisa dihasilkan adalah:

  1. Dapat mempelajari kebiasaan, pola pikir dan perilaku negara-negara yang maju sehingga mampu mendorong kita untuk lebih baik lagi dan maju seperti mereka.
  2. Adanya kemudahan untuk memperlihatkan dan memperkenalkan kebudayaan negeri kita sendiri ke luar negeri
  3. Terjadinya akulturasi budaya yang mungkin bisa menciptakan kebudayaan baru yang unik.

Tak disangka, budaya yang masuk ke Indonesia dan yang dibawa ke Indonesia bukan hanya budaya baik, namun budaya buruklah yang sering teraplikasi oleh masyarakat Indonesia dan berdampak buruk seperti :

  1. Masuknya budaya asing yang lebih mudah diserap dan ditiru oleh masyarakat baik tua maupun muda, dan parahnya yg ditiru biasanya yang buruk. Seperti meniru perilaku yang buruk, ketidaksopanan dan tak adanya lagi saling hormat-menghormati antara yang tua dan muda dan lain sebagainya.
  2. Adanya globalisasi bisa memungkinkan hilangnya suatu kebudayaan karena adanya percampuran antara kebudayaan lokal dengn kebudayaan dari luar, bisa juga karena memang tidak ada generasi penerus yang melestarikan budaya Indonesia sendiri.
  3. Mudah terpengaruh oleh hal yang dihasilkan dari budaya barat. Generasi muda seakan lupa identitasnya sebagai Bangsa Indonesia. Karena telah banyak meniru budaya barat dan melupakan budaya asli.
  4. Menumbuhkan sifat dan sikap individualisme, tidak adanya rasa kepedulian terhadap orang lain. Padahal bangsa indonesia dulu terkenal dengan daling bekerja sama dan tolong menorong serta adanya tenggang rasa.

Seperti halnya meniru yang sangat sering dilakukan oleh warga Indonesia adalah fashion remaja zaman sekarang lebih mengarah kebudaya barat. Hingga produsen fashion berlomba-lomba untuk mencari referensi luar agar konsumesn tertarik dengan fashion yang dhasilkan setiap produsen.

Jika diulas sedikit mengenai fashion Indonesia yang mengarah kebarat ini, malah sebenarnya tak bisa mengembangkan budaya Indonesia yang kaya akan budaya dan ragam jenis fashion. Sebenarnya jika ingin memodrenkan fashion, seseorang tak harus menghilangkan secara total cirri khas budaya Indonesia. Zaman sekarang memang masih sedikit designer yang menggabungkan dua budaya, yaitu budaya luar dan Indonesia. Kombinasi dua budaya akan semakin baik dan indah, sehingga menarik konsumen untuk membelinya. Tak hanya konsumen Indonesia, konsumen luar negara juga akan berlomba untuk mencari jenis fashion yang unik dengan kombinasi dua budaya ini.

Tak hanya fashion, anda bisa menafsirkan sendiri budaya apa yang telah anda tiru dari Negara luar. Sepertinya memang harus ada langkah antisipasi yang dilakukan pemerintahan untuk mengendalikan kondisi moral agar tetap berada pada nilai-nilai luhur bangsa Indonesia. Dengan melakukan hal-hal berikut yaitu:

  1. Menumbuhkan semangat nasionalisme yang tangguh, seperti semangat mencintai produk dalam negeri.
  2. Menanamkan dan mengamalkan nilai- nilai Pancasila dengan sebaik- baiknya.
  3. Menanamkan dan melaksanakan ajaran agama dengan sebaik- baiknya.
  4. Mewujudkan supremasi hukum, menerapkan dan menegakkan hukum dalam arti sebenar- benarnya dan seadil- adilnya.
  5. Selektif terhadap pengaruh globalisasi di bidang politik, ideologi, ekonomi, sosial budaya bangsa.

Semoga dengan menfilter segala budaya yang masuk dan keluar dari luar dapat menjadi dampak positif dan menjadikan warga Indonesia lebih pintar dan berwawasan lebih baik.***(CM-E02/Amal Hayati)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *