Agar Anak Tumbuh Lebih Aktif

  • Whatsapp
Anak Aktif
Anak Aktif

 

Ketika memasuki usia 4 sampai 5 tahun biasanya anak mulai masuk ke dunia pendidikan seperti prasekolah ataupun Taman Kanak-Kanak. Disaat itulah orangtua sudah melihat karakter anak dalam hal bersosialiasi. Apakah anak tersebut agresif atau pasif maksudnya adalah anak tersebut lebih cepat akrab atau lebih banyak menyendiri.

Read More

Anak yang pendiam biasanya sangat sulit bergaul dengan teman-teman seumurannya dan juga lingkungan sekitarnya. Parahnya lagi, orang-orang sekitarnya sangat sulit menerka keinginannya ataupun kemampuannya. Tentu saja isolasi diri yang dilakukan oleh anak mulai dari usia kecil akan berdampak buruk untuk tumbuh kembang anak di usia remaja. Sebuah penelitian menemukan bahwa anak yang memiliki masalah dalam berinteraksi dengan teman sebayanya cenderung mengalami guncangan emosi yang lebih besar dibandingkan anak yang lebih bersosialisasi.

Pada kondisi ekstrim, setelah dewasa guncangan emosi yang tidak dapat diatasi sendiri dapat menyebabkan tindakan vandalisme, kriminal, bahkan bunuh diri. Jadi, perhatikanlah anak sejak dini supaya kita dapat memberikan bimbingan.

Lantas bagaimanakah membuat anak yang lebih tertutup dan menyendiri untuk bisa bersosialisasi dengan baik layaknya anak pada umumnya? Simak beberapa langkah berikut:

 

  1. Hadapkan dengan yang berbeda

Maksudnya adalah, anak yang lebih sering menyendiri secara perlahan untuk lebih sering didekatkan dengan anak yang aktif. Dengan demikian, jiwa ingin bergaul karena nyaman dalam berteman, akan muncul dari diri anak. Cara seperti inilah yang membuat anak dengan perlahan mulai lebih aktif dan juga lebih terbuka karena faktor lingkungan. Jika dalam ruang lingkup sekolah, berikan pesan kepada guru agar anak tersebut lebih sering berinteraksi dengan anak-anak aktif yang berada di lingkungan sekolahnya.

 

  1. Berikan tanggung jawab

Masih di ruang lingkup sekolah dimana masa belajar dan juga bermain anak lebih besar dan lebih sering di lokasi tersebut. Perlahan berikan anak tanggung jawab yang ringan agar lebih terbuka dan lebih aktif misalnya berikan tugas atau pekerjaan rumah kepada anak. Tentu saja jangan memberikan tugas terlalu susah dan juga perintah yang terlalu keras. Cara ini hanya membuat anak menjadi aktif secara perlahan.

 

  1. Memasangkannya dengan yang lebih muda

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa anak pendiam berusia 4-5 tahun bila dipasangkan dengan anak yang lebih muda, popularitasnya meningkat sebanyak 50%. Popularitas ini membantu dirinya untuk membangun rasa percaya diri yang lebih baik. Jika percaya diri anak mulai muncul, kemungkinan besar sifar menyendirinya akan brkurang secara bertahap.

 

  1. Jauhkan anak dari Bullying

Jangan hanya menjauhkan anak tersebut dari tindakan saling mengolok-olok satu sama lain tetapi juga berikan pertolongan kepada anak yang sedang di olok-olok apalagi mereka yang memiliki sifat pendiam dan menyendiri. Karena jika tidak, rasa takut anak akan semakin besar sehingga mendidikn anak untuk lebih berani dan lebih aktif akan terasa gagal. Paranya lagi, anak akan menimbulkan sifat enggan bersekolah dengan alasan takut dan tidak percaya diri.

  1. Kelompok kecil

Membuat kelompok bermain kecil akan lebih efektif untuk memfasilitasi pertemanan anak-anak dibandingkan kelompok besar. Di dalam kelompok besar, anak pendiam cenderung menarik diri di luar percakapan dan permainan, sedangkan di dalam kelompok kecil, setiap anak mendapat perhatian dari teman sekelompoknya. Guru dapat melatihnya mulai dari kelompok kecil lalu secara bertahap meningkatkan jumlah anggota kelompoknya.

Beberapa contoh cara di atas adalah strategi dan juga terapi kecil yang baik untuk anak terutama anak yang masih mulai bersosialisasi dilingkungan baru seperti sekolah. Dalam hal ini peran orangtua juga sangat penting. Menjadikan diri untuk anak dan saling bertukar cerita sebelum tidur juga membuat kedekatan emosianal anak menjadi lebih baik dengan orangtua. Tidak hanya itu, anak juga akan merasa terlindungi dan tidak akan merasa takut untuk bersosialisasi diluar lingkungan keluarga.***(CM-01/Dela Aria Dahaka)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *