Yaser Arafat : Tourism Is My Life

  • Whatsapp
Yaser Arafat di Salah Satu Destinasi Puncak Gunung
Yaser Arafat di Salah Satu Destinasi Puncak Gunung

 

Sekilas jika melihat postur tubuh lelaki ini pasti berfikir kalau dia adalah seorang model padahal sebenarnya tidak. Baginya seorang model dengan role model nyatanya adalah sesuatu hal yang berbeda. Role model adalah sesorang yang memberikan teladan dan berperilaku yang bisa diikuti oleh orang lain seperti Yaser Arafat. Berkecimpung didunia  role model memang tidaklah mudah namun pria Jurusan D3 Pariwisata di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara ini mencoba merintisnya sendirian.

Read More

“I’m not model! Saya pikir saya tidak memenuhi kriteria itu, karena saya hanya punya tinggi badan 173 cm.  Tetapi menjadi role model untuk remaja dan pemuda Indonesia adalah pilihan terbaik dan alhamdullilahh beberapa prestasi saya menjadi beberapa ambassador, mendukung pilihan  terbaik  saya,” tegas pria yang lahir pada tanggal 20 Juni 1993 ini.

Yaser Arafat Alumni FIB USU
Yaser Arafat Alumni FIB USU

 

Seperti lain halnya Role Model kebanyakan, berkat konsistennya untuk menjadi seorang Role Model Kota Medan, Yaser pun berhasil menorehkan beberapa prestasi Akademik dan Non Akademik diantaranya:

Non Akademik

  • Finalis Duta Wisata Sumut 2012
  • The Best Communication Putra PRSU 2013
  • Harapan II Duta Mahasiswa GenRe Sumut 2014
  • Juara I Bintang Budaya Sumatera Utara 2014,
  • Top 10 Jaka Kota Medan 2015
  • Finalis dan Top 5 The Best Talent Mister Teen Indonesia

Akademik

  • Peserta Orientasi Budaya Lokal Aceh – Sumut 2013 perwakilan USU
  • Peserta Sosialisasi 4 Pilar oleh MPR RI 2013 perwakilan USU

Terbukti dengan kecintaannya terhadap dunia yang di jalani, Yaser Arafat sengaja mengangkat tugas akhirnya dengan judul “Pembangunan Pulau Mursala Sebagai Objek dan Daya Tarik Wisata di Kabupaten Tapanuli Tengah”. Tidak sia-sia, Yaser Arafat  berhasil menyelasaikan perkuliahannya dengan IPK 3,86.

Yaser Arafat
Yaser Arafat

Saat ini Yaser Arafat  bekerja di salah satu perusahaan swasta di Bidang Event Organizer di Jakarta. Yaser Arafat juga memiliki alasan yang cukup mencengangkan mengapa ia memilih bekerja sebagai Event Organizer. Iya memilih pekerjaan tersebut atas dasar kecintaannya kepada Indonesia. Event Organizer dapat mengantarkan kakinya ke beberapa kota di Indonesia yang merupakan ambisinya.

“Aku kan kuliah jurusan pariwisata dan kita konsentrasinya di bidang usaha wisata, salah satu yang kita pelajari dan kita tekuni yaitu mengenai travel, penerbangan, tourguide, destinasi wisata dan belajar MICE (Meeting Incentive, Conference dan Exhibition) itulah kenapa aku juga suka di dunia ambassador. Kalau duta kan banyak aspek yang di nilai bukan hanya fisik tapi juga public speaking dan attitude,” tegas anak ke 6 dari 6 bersaudara ini.

Prestasi yang membanggakan itu juga membuat Yaser Arafat bercita-cita untuk menjadi seorang yang tergabung dalam susunan kabinet Indonesia, menjadi bagian dari Menteri yaitu Menteri Pariwisata contohnya. Dengan alasan  dapat benar-benar secara langsung memberikan kontribusi untuk Pariwisata Indonesia. Tidak hanya itu, kecintaannya terhadap pariwisata Indonesia juga menjadi motivasi untuk menjadi seorang public agent di Indonesia khususnya di Sumatera Utara.

“Saya terus berusaha bagaimana agar hidup saya dapat berguna bagi orang lain, sehingga dapat mengaktualisasikan tujuan hidup yang sebenarnya. Saya adalah tipe orang yang mau belajar dan kerja keras saya percaya untuk mendapatkan hasil yang maksimal butuh usaha diatas maksimal.  Saya selalu mempunya planning jangka pendek dan jangka panjang  dalam hidup saya,” tegas pria yang memiliki hobi Travelling, Berenang dan Membaca.

Yaser Arafat juga bercita-cita menjadi Pengusaha  dan  besar keinginan suatu saat juga mampu membuka peluang usaha yang menyenggol tentang pariwisata Indonesia. Hampir seluruh wilayah Indonesia berhasil ia kunjungi. Sangat mencintai dunia pariwisata, Yaser Arafat pun memiliki moto dalam hidupnya yaitu “Tourism is my life”.

Yaser Arafat Traveller
Yaser Arafat Traveller

 

Seperti halnya orang lain, Yaser juga berpangku pada beberapa motivasi yang mengaliri hidupnya. Motivasi dalam hidup Yaser ketika ia melakukan sesuatu adalah “Saya tidak akan lakukan itu dengan maksimal tetapi saya akan lakukan itu di atas maksimal”.

Jalan yang diraihnya tidak akan pernah berjalan mulus tanpa dukungan orang-orang disekitarnya khususnya orang tuanya. Kemanapun Yaser berpergian, ia selalu meminta izin dan restu orang tuanya. Karena baginya setiap langka yang diambil tidak akan berjalan sempurna tanpa restu orang tua. Prestasi yang di raihnya juga atas dasar ingin menaikkan derajat orang tuanya dengan kualitas yang ia miliki.

 

Yaser Arafat Lakukan Perjalanan

Bukan tidak pernah gagal, Yaser pun pernah mengalami hal yang serupa seperti kebanyakan orang lainnya dalam meraih sesuatu. Baginya, untuk menjadi seorang pemenang harus membutuhkan mental kekalahan. Berani berhasil berarti siap untuk kalah. Hebatnya lagi, ketika kekalahan berpihak padanya, Yaser tidak pernah menyerah. Ia bahkan menerima kekalahan dengan lapang dada dan selalu review kesalahan juga memperbaiki untuk meraih kemenangan. Serta menjadikan kekalahan itu sebagai sebuah pelajaran agar lebih baik lagi.*(CM-01/Dela Aria Dahaka)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *