Tebing Tinggi Segera Deklarasikan Gerakan Literasi

  • Whatsapp
Salam Literasi
Salam Literasi

 

Tebing Tinggi akan menjadi daerah keempat di Sumut yang berkomitmen menumbuhkan budaya membaca. Pemerintah Kota Tebing Tinggi akan mendeklarasikan diri sebagai kota literasi yang  direncanakan pada 1 Agustus 2016 di Lapangan Merdeka, Tebing Tinggi. “Gerakan ini menunjukkan keseriusan Bapak Umar Zunaidi Hasibuan sebagai walikotaTinggi Tebing  untuk membangun pendidikan yang berkualitas,” jelas Koordinator Provinsi USAID PRIORITAS Sumut Agus Marwan di Medan, Rabu (27/7) lalu.

Read More

Menurutnya, gerakan literasi dan program smart city akan membuat Tebing Tinggi menjadi kota masa depan yang efektif dan efesien serta menghasilkan generasi muda yang berbudaya litere. Litere artinya bisa mengakses informasi, memahami informasi yang diakses, dan bisa menggunakan informasi tersebut untuk hal-hal yang berguna. Lebih lanjut Agus Marwan mengatakan, gerakan literasi selaras dengan konsep pembangunan Tebing Tinggi sebagai smart city. Konsep ini membuat layanan publik dijalankan berbasis elektronik. Masyarakat menjadi lebih mudah mengakses, memahami dan menggunakan informausi untuk keperluan sehari-hari.

Rapat Koordinasi
Rapat Koordinasi

 

Agus Marwan mengatakan membangun literasi kota membutuhkan komitmen jangka panjang. Kegiatan membaca, berdiskusi dan menulis harus dilakukan secara terus-menerus, terencana dan meluas sehingga menjadi kebudayaan. Kebudayaan litere tidak akan tumbuh kuat jika tidak dilaksanakan disemua lini dan didukung semua pihak. Itu sebabnya faktor kepemimpinan menjadi kunci keberhasilan menggerakkan budaya literasi. “Kita optimis gerakan literasi di Tebing Tinggi bisa berjalan baik karena dipimpin langsung oleh walikota. Kami senang bisa menjadi bagian dari gerakan literasi ini,” tambahnya.

Deklarasi gerakan literasi Kota Tebing Tinggi akan dihadiri oleh Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Tengku Erry Nuradi. Kegiatan ini didukung oleh PT Inalum, USAID PRIORITAS dan OS Institut. PT Inalum akan menghibahkan puluhan ribu buku bacaan kepada Tebing Tinggi.

Kepala Dinas Pendidikan Tebing Tinggi Pardamean Siregar menyebutkan deklarasi gerakan literasi ini untuk menyahuti Permendikbud No. 21 tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti. Melalui gerakan ini setiap sekolah di Tebing Tinggi wajib menyediakan waktu membaca selama 15 menit sebelum dan sesudah jam pembelajaran.

“Agar kegiatan membaca ini bermakna, setiap siswa juga akan diminta mereviu buku yang dibaca. Anak diharapkan menjadi terampil untuk mengubah, meringkas, memodifikasi, dan menceritakan kembali isi buku bacaannya,” tambahnya.

“Orangtua menjadi role model di rumah, dan orang dewasa menjadi panutan di masyakarat. Jika orangtua dan orang dewasa rajin membaca buku-buku berkualitas, anak-anaknya akan meniru,” jelas Direktur OS Institut, Abdul Firma Purba. Menurutnya masyarakat harus ikut serta dalam gerakan literasi. Gerakan literasi tidak cukup hanya dilakukan di sekolah. Orangtua dan orang dewasa juga harus ikut serta. Di setiap tempat harus dibiasakan membaca.***(CM/PR)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *