Salam Tempel, Ayo Ciptakan Kolasemu Disini

  • Whatsapp
Salam Tempel
Salam Tempel

 

Pernah dengar apa itu kolase? Atau mungkin kalian sering melihatnya tapi tidak tahu namanya? Kolase adalah kegiatan beberapa potongan benda untuk dipadu-padankan hingga menjadi sebuah mahakarya yang utuh. Untuk menciptakan kolase dengan bentuk tertentu kita dapat menggabungkan beberapa material saja, seperti kertas, kayu, besi dan lain-lain. Hasilnya pun bisa bermacam-macam, tak hanya menjadi karya dalam bingkai saja, tapi juga dapat menyerupai bentuk-bentuk tertentu yang terpenting adalah setiap potongan dari bahan yang terpakai dapat terlihat.

Read More

Kolase merupakan bagian seni rupa yang cukup unik, tak hanya terlihat pada hasilnya tapi juga proses pembuatannya. Contohnya jika kita ingin menciptakan sesuatu dengan teknik kolase maka perlu memiliki daya imajinasi yang tinggi dalam mengatur bentuk dan juga keserasian daripada warnanya. Namun sebenarnya hal tersebut tak perlu terlalu dipikirkan, sebab seni membebaskan para pelakunya untuk berkarya sesuka hati.

Salam Tempel, adalah sebuah kegiatan yang mengajak masyarakat khususu anak-anak muda Kota Medan untuk berekspresi lewat karya kolase mereka. Diprakarsai oleh dua orang pemuda kreatif yang sudah menciptakan banyak karyanya, mereka adalah Jundullah Husein Ramdhanu (Ecun Matimuda) dan Ade Radinal. Sebenarnya kedua lelaki berbakat ini tak hanya menuangkan kesenian mereka pada kolase saja tapi berbagai seni rupa.

Ada alasan kenapa akhirnya kolase yang dipilih, Ecun mengatakan jika menurutnya kolase adalah cara berkarya yang paling gampang, kita enggak perlu jago dalam hal menggambar, yang terpenting adalah imajinasi yang liar.

Workhsop ini berlangsung selama dua hari yakni mulai tanggal 15 sampai dengan 16 juli mulai pukul 18.00 WIB dan berlokasi di Jl. Sei Padang No.125/97, Medan. Sedangkan untuk hasil karyanya direncanakan akan dipamerkan pada 18 Juli – 23 Juli 2016 di tempat yang sama. Kegiatan ini gratis tanpa dipungut biaya, jadi siapapun yang datang dapat langsung bertasispasi namun jika memungkinkan, bawalah gunting, majalah atau koran bekas yang bsudah tidak terpakai untuk dijadikan karya dalam kegiatan ini.

Dihari pertama Salam Tempel mendapat banyak respon positif dari kalangan anak muda, mereka  yang ikut berpartisipasi terlihat begitu antusias dalam memotong, menempel serta mencurahkan imajinasinya. Tumpukan majalah bekas dan Koran seakan menjadi bahan bakar mereka untuk berkarya, tidak ketentuan yang diberlakukan kepada peserta dalam membuat seni kolasenya.

Apa yang dilakukan oleh Ecun Matimuda dan Ade Radinal sejatinya adalah untuk menggali jiwa seni yang tertanam dalam diri setiap orang. Kegiatan-kegiatan seperti inilah yang dirasa perlu untuk dikembangkan, dimana masyarakat mendapatkan wadah untuk mereka berkrasi serta mendorong para kreatif Kota untuk terus menciptakan karya nyata sebagai suatu hal yang tak boleh dihilangkan, di zaman yang terus berkembang akan teknologi dan pola p[ikir masyarakatnya.***(CM-03/Rio Khairuman)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *