Pacaran Lama Tidak Menjamin Pernikahan

  • Whatsapp
Pacaran Lama Tidak Menjamin Pernikahan
Pacaran Lama Tidak Menjamin Pernikahan

Hubungan antara pria dan wanita atau yang lebih sering disebut dengan pacaran tentunya bertujuan untuk menyatukan dua insan hingga sampai ke dalam jenjang pernikahan. Untuk saling mengenal satu dengan yang lain butuh waktu yang cukup lama, tetapi dengan waktu yang cukup lama tersebut tidak menjadi suatu jaminan juga suatu hubungan bisa berlabuh hingga sampai ke jenjang pernikahan.

Banyak pasangan yang sebelumnya sudah lama pacaran namun tidak memiliki cerita yang bahagia hingga menikah dan akhirnya bercerai dengan umur pernikahan yang seumur jagung. Bahkan  tidak bisa dipungkiri banyak pasangan yang sudah pacaran bertahun-tahun tetapi kandas di tengah jalan. Banyak penyebab dari gagalnya suatu hubungan, salah satunya adalah ketidakseriusan seseorang dalam menjalin hubungan.

Read More

Keseriusan dalam menjalin hubungan tidak ditentukan oleh lamanya hubungan tersebut karena sebagian orang yang menjalani hubungan tidak terlalu lama pun sudah dapat menunjukan keseriusan hingga sampai kepada pernikahan yang harmonis. Kelanggengan suatu hubungan lebih dipengaruhi oleh kesiapan seseorang dalam menghadapi pernikahan. Walaupun tidak bisa dipungkiri, waktu yang lama memang berpengaruh untuk saling mengenal satu sama lain.

Pacaran dengan waktu yang lama dapat juga menimbulkan rasa bosan terhadap pasangan yang menjadikan hubungan yang akan lama-kelamaan tidak harmonis. Rasa bosan menjadi salah satu penyebab utama kandasnya hubungan yang sudah berjalan lama karena akan mengikis kesetiaan. Pada umumnya rasa bosan ini sering melanda kaum pria, sehingga kebanyakan dari mereka akan mencari kesibukan sendiri, seperti melakukan hal-hal yang tidak terlibat dengan pasangannya. Selingkuh atau memiliki pasangan lebih dari satu bisa saja menjadi salah satu jalan untuk mengusir kebosanan yang di alami seseorang. Dan yang lebih fatal lagi apabila hubungan ini sudah diketahui oleh pasangannya akan menimbulkan masalah, percekcokan, yang pada akhirnya akan berujung pada perpisahan.

Munculnya stres dalam menjalin hubungan pasti akan terjadi karena tidak ada hubungan yang selalu berjalan mulus. Pasti akan muncul juga berbagai permasalahan yang disebabkan oleh beberapa faktor, seperti berbedanya pendapat dan keinginan yang tak jarang menimbulkan adu mulut dan membakar emosi. Stres dapat berpengaruh terhadap kesehatan termasuk kesehatan pikiran, yang tak jarang membuat seseorang memilih jalan yang salah seperti bunuh diri. Bukankah sudah banyak orang yang bunuh diri hanya karena hal sepele seperti pacaran termasuk di Indonesia?

Kurangnya pergaulan sosial dengan sesama bisa saja terjadi dikarenakan waktu yang kita memiliki sering kali termakan bersama pasangan. Pergaulan sosial dengan teman-teman sebaya maupun masyarakat lainnya tanpa disadari akan terlupakan termasuk juga dengan keluarga. Kita akan semakin memiliki ketergantungan terhadap pasangan karena tidak memiliki pilihan dalam melakukan interaksi sosial dengan yang lainnya seperti teman-teman sebaya. Padahal teman biasanya akan bertahan lebih lama bahkan sepanjang umur ada di dekat kita. Berbeda dengan pacar yang sewaktu-waktu bisa saja pergi apabila hubungan asmara sudah putus atau berpisah dan tidak sedikit pasangan yang sudah putus mau untuk tetap menjalin komunikasi dengan kita.

Konsentrasi juga dapat dipengaruhi oleh pasangan, dimana pikiran seseorang hanya tertuju pada orang yang dicintainya, sering kali terjebak dalam lamunan dan khayalan, hal tersebut dapat mengurangi kreativitas seseorang dalam berkarya. Meskipun sebenarnya tak sedikit pula yang semakin termotivasi oleh pasangannya sehingga kreativitas yang ada di dalam dirinya semakin terasah. Intinya, semua kembali pada diri sendiri dan tingkat kedewasaan yang dimiliki oleh seseorang dalam menjalani kehidupannya termasuk berpacaran dengan lawan jenisnya.

Demikian beberapa bahaya pacaran dengan waktu lama yang bisa disebutkan dan dijelaskan. Namun semua itu kembali pada diri kita sendiri, apakah mau berpacaran lama atau tidak. Kalaupun berpacaran dalam waktu yang lama, tentu kita harus bisa bersikap lebih dewasa dalam menjalaninya agar bisa meminimalisir bahaya yang mungkin saja muncul.***(CM-M01/Katri Hutabarat)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *