Martabak Cetar, Tawarkan Sensasi Coklat Warna-warni

  • Whatsapp
Henry William dengan Martabak Cetar
Henry William dengan Martabak Cetar

 

Hobi jajan sepertinya sudah menjadi gaya hidup seseorang khususnya di Kota Medan. Di Medan sendiri, banyak pedagang-pedagang yang memanfaatkan momen tersebut. Salah satunya adalah pedagang kuliner dengan daya tariknya sendiri. Martabak Cetar contohnya. Martabak cetar adalah salah satu bisnis kuliner yang mengedepankan lidah pelanggan.

Read More

Martabak cetar sebenarnya pentolan dari Martabak King yang mulai hits sejak tahun 2013 lalu di Kota Medan. Namun kini owner dari Martabak Cetar mencoba peruntungan baru dengan membuka bisnis kuliner juga. Seperti halnya jajanan yang lainnya, Martabak Cetar juga memiliki ciri khas yang unik yaitu bermain dengan warna. Kalau biasanya martabak bermain dengan rasa dan warna dalam adonan, lain halnya dengan Martabak Cetar. Martabak Cetar bermain dengan warna yang mencolok yang berada pada tekstur cokelatnya.

Di Kota Medan sendiri, martabak dengan topping cokelat warna-warni baru hadir dengan nama Martabak Cetar. Berlokasi di Bundaran Cemara Asri tepatnya di depan Bakmi Khek menjadi lokasi pertama Martabak Cetar berkiprah. Tidak hanya di Cemara Asri, Martabak Cetar juga hadir di Jalan Ahmad Yani 1 No.2 tepatnya di Jalan Masjid Kesawan. Untuk yang berlokasi di Bundaran Cemara Asri, Martabak Cetar bergabung dengan pusat jajanan yang ada disekitarnya.

Setiap harinya, martabak yang di bangun oleh Henry William ini buka mulai pukul 16.00 sampai dengan pukul 22.00 WIB. Untuk martabak yang sangat cetar dengan perpaduan warnanya ini di bandrol dengan harga Rp.50.000 untuk satu porsinya. Tidak hanya martabak dengan perpaduan cokelat warna-warni, Martabak Cetar juga menyediakan martabak dengan menu lainnya seperti witjen toblerone, witjen nuttela, witjen keju dan juga kacang.

Martabak Cetar sendiri sudah ada sejak tanggal 7 juni 2015 lalu, namun martabak cetar special warna warni baru saja hadir sejak beberapa bulan yang lalu. Minat pasar dengan respon positif terhadap menu  itu sendiri membuat martabak ini semakin familiar dikalangan kuliner Kota Medan. Martabak Cetar berhasil meraup keuntungan Rp45.000.000 dalam setiap bulannya.

Martabak Cetar
Martabak Cetar

 

Untuk pelanggan Martabak Cetar, bisa memilih topping tambahan dengan menambahkan Rp.15.000 untuk setiap toppingnya. Tentu saja ini juga menjadi daya tarik sendiri untuk para pecinta martabak. Malahan, tidak jarang pelanggan dari Martabak Cetar sendiri yang menambah lebih dari 1 topping misalnya menambahkan topping nutella dan ovamaltine.

“Sebenarnya saya sama sekali tidak memiliki passion di bidang kuliner, saya punya bisnis perabotan lainnya. Untuk martabak sendiri, awalnya saya coba-coba untuk membuat adonan sendiri dan hasilnya tidak mengecewakan,” ungkap pria 26 tahun ini.

Owner Martabak Cetar sendiri mulai jatuh cinta dengan makanan martabak dan ingin membuat martabak dengan rasa yang luar biasa. Tidak heran dengan rasanya, terbukti Martabak Cetar berhasil menghabiskan 13 kg adonan setiap harinya untuk penjualan martabak saja. Untuk ukuran pun ada dua ukuran yaitu ukuran 25cm dan juga 30cm. Ukuran kecil hanya bisa di pesan di luar martabak cetar warna-warni karena martabak cetar warna-warni hanya disediakan dalam satu ukuran yaitu ukuran 30 cm.

Martabak Cetar pun akan membuka franchaise untuk pelanggan yang ingin membuka usaha yang sama. Dengan Rp.25.000.000 pengusaha yang ingin menjual Martabak Cetar akan mendapatkan satu set alat masak dan juga adonannya. Agar menjaga cita rasa martabak cetar sendiri, Henry William tidak memperbolehkan penjual Martabak Cetar menggunakan adonan lainnya.***(CM-01/Dela Aria Dahaka)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *