Mahasiswa Miliki Peran Dalam Mengurangi Kekerasan Terhadap Anak

  • Whatsapp
Mahasiswa
Mahasiswa

Buah Hati Sibirang Tulang, demikian ungkapan masyarakat melayu dalam mengekspresikan begitu pentingnya eksistensi seoarang anak bagi kelangsungan hidup mereka. Ya, anak adalah aset berharga baik itu di dalam keluarga maupun bagi bangsa dan negara di masa mendatang. Anak- anaklah yang akan menjadi generasi penerus bangsa yang menentukan kemajuan suatu negara. Oleh sebab itu, hak- hak anak harus dilindungi. Sama halnya dengan orang dewasa,  anak juga mempunyai hak yang bersifat asasi, yaitu Hak Asasi Manusia (HAM). Namun, berbeda dengan hak-hak orang dewasa, perlindungan hak anak tidak banyak pihak yang turut memikirkan dan melakukan langkah-langkah kongkrit.

Di Indonesia pelanggaran hak-hak anak baik yang tampak mata maupun yang tidak tampak mata sudah menjadi pemandangan lazim dan biasa. Tak sedikit media masa yang melaporkan kekerasan terhadap anak. Tak hanya itu, orang tua juga ikut berperan dalam meningkatkan tingkat kekerasan terhadap anak. Baik secara langsung atau tidak langsung, orang tua sering melakukan kekerasan terhadap anak. Seperti mempekerjakan anak di luar porsinya, memaksakan kehendak terhadap anak, memaksakan anak untuk belajar melampaui batas kewajaran agar mencapai prestasi seperti yang diinginkan orangtua ataupun kekerasan fisik yang diberikan orangtua terhadap anak.

Read More

Tak sedikit juga anak dijadikan sebagai korban pemuas seks dan anak- anak ditelantarkan sehingga menjadi gelandangan. Harus diakui, keberadaan anak- anak merupakan mayoritas di negeri ini. Karena itu diperlukan tindakan aktif untuk melindungi hak- hak dan kepentingan mereka. Sesuai dengan tema Dalam rangka memperingati hari anak nasional tahun ini yaitu “akhiri kekerasan terhadap anak”, kita perlu melakukan tindakan untuk menurunkan tingkat kekerasan terhadap anak di Indonesia. Tak hanya negara, kita sebagai mahasiswa juga tentu harus turut mendukung kegiatan ini, untuk menegakkan hak asasi terhadap anak, ada beberapa hal penting yang dapat kita lakukan sebagai mahasiswa.

 

Mulailah Dari Diri Sendiri

Sebelum melakukan perubahan besar terhadap dunia, lakukan perubahan kecil terhadap keluarga dan lingkungan sekitar mu. Langkah awal yang dapat kamu lakukan adalah menjadi teladan bagi keluarga dan lingkungan sekitarmu. Kekerasan tidak hanya secara fisik, secara tidak sadar kekerasan terhadap anak bisa timbul dari perkataan kita, untuk itu bagi kamu yang ingin mengurangi tingkat kekerasan terhadap anak, coba menelaah kembali perkataan sebelum kamu mengucapkan nya terhadap anak- anak. jangan bersikap acuh tak acuh dengan lingkungan di sekitarmu. Sebaliknya, mulailah memerhatikan lingkunganmu. Jika kamu mempunyai bakat khusus di bidang bela diri kamu juga bisa membagi ilmu kepada anak- anak di lingkungan mu. Mengajarkan mereka untuk melakukan upaya membela diri ketika bahaya datang.

 

Membentuk Organisasi di Kampus

Bergabung dalam oraganisasi juga merupakan hal penting bagi seorang mahasiswa. Dengan pelajaran yang telah kamu peroleh dari organisasi lainnya. Kamu dapat menerapkan ilmu itu untuk membentuk komunitas atau organisasi untuk mengurangi kekerasan kepada anak. di mulai dari komunitas kecil, kamu dapat mengembangkannya menjadi komunitas yang lebih besar. Melakukan kegiatan amal untuk membantu anak-anak seperti kekerasan seksual atau anak-anak terlantar dan gelandangan.

 

Melakukan Sosialisasi

Mahasiswa memiliki semangat yang tinggi, didukung latar belakang pendidikan yang bagus tentunya. Setelah membentuk organisasi tentang mengurangi kekerasan terhadap anak kamu bisa melakukan sosialisasi kepada masyarakat bersama anggota komunitas mu. Hal ini efektif untuk memperkenalkan kepada masyarakat tentang pentingnya melindungi hak anak dan bahaya yang dapat timbul akibat kekerasan terhadap anak. Bekerja sama dengan mahasiswa lainya, Kamu dapat melakukan kunjungan ke tempat ibadah atau sekolah untuk melakukan sosialisasi untuk melindungi hak asasi anak         .

Selain itu, dengan melakukan sosialisasi, secara tidak langsung hal ini dapat menempah mu menjadi mahasiswa yang aktif dan mudah beradaptasi dengan lingkungan yang baru. Hal ini akan meningkatkan nilai non akademis kamu nantinya yang memudahkanmu untuk menjadi teladan di tempat kerjamu nantinya.

 

Bekerja Sama Dengan Pemerintah

Karena banyaknya kasus kejahatan seksual yang menimpa anak Indonesia mengundang keprihatinan Presiden Joko Widodo. Presiden pun mengesahkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang RI No.1 Tahun 2016 tentang Perubahan kedua atas UU No.23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak. pemerintah telah melakukan upaya untuk mengurangi tingkat kekerasan terhadap anak. sebagai mahasiswa, tentu kita harus mendukung penuh upaya yang telah dilakukan pemerintah. Tidak monoton dan melaporkan kepada yang berwajib apabila kita menemukan kekerasan terhadap anak. Upaya ini efektif kita lakukan untuk meningkatkan kinerja pemerintah untuk mengurangi tingkat kekerasan terhadap anak di Indonesia.

Untuk menghapuskan kekerasan terhadap anak memang sulit, bahkan hampir tidak memungkinkan, namun, sebagai anggota masyarakat kita sebagai mahasiswa tidak bisa hanya menonton saja tentang kekerasan anak yang semakin meningkat di negara ini. Dengan melakukan hal- hal kecil diatas di harapkan kita dapat membantu setidaknya untuk mengurangi kekerasan yang terjadi terhadap anak di Indonesia.***(CM-Ist/Reka Panggabean)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *