Kue Tradisional yang Hampir Punah

  • Whatsapp
Kue Sagon
Kue Sagon

 

Sebagai masyarakat Indonesia, tentunya tidak asing dengan beberapa kue-kue tradisional yang akan di ulas berikut ini. Ulasan berikut ini adalah beberapa kue-kue tradisional tepatnya jajanan pasar yang tidak pernah absen pada saat momen lebaran. Kue tradisional ini malah tidak bisa di cicipin oleh generasi sekarang. Rasanya unik, membuat sebagian orang merindukan beberapa jenis kue tradisional yang hampir tidak ada di pasar-pasar tradisional. Sayangnya, kue-kue tradisional khas Indonesia ini sempat punah di jajaran makanan rumahan pada saat hari raya Idul Fitri. Kue apa sajakah itu? Berikut ulasannya!

Read More

  1. Sagon

Mungkin sebagian orang tidak asing dengan kue yang berbahan dasar sagu dan kelapa. kue ini adalah salah satu kue yang selalu hadir di saat lebaran beberapa puluh tahun yang lalu. Untuk tempat cetakannya, kue sagon di cetak menggunakan cetakan berbahan dasar aluminium lalu setelah di panggang cetakan di lepaskan kembali. Sagon adalah salah satu jenis jajanan pasar yang terbuat dari tepung sagu.

 

  1. Kue Mancho Malang

Kue berbentuk ini juga ada yang berwarna warni. Banyak orang menyebut kue satu ini dengan sebutan kue “Tai Kucing”. Kue ini terbuat dari ketan dengan tekstur lembut di dalam namun tidak keras diluar. Kue ini juga dibalutin dengan wijen membuat rasanya semakin memiliki cirri khas tersendiri. Kalau di pasar-pasar tradisional, kue ini biasanya di jual dalam bentuk kemasan. Beberapa pedangan juga ada yang menjual kue ini dalam bentuk kiloan, jadi penikmat kue ini tidak usah bersusah payah untuk membuatnya.

 

Mancho Wijen
Mancho Wijen

 

  1. Kue Grubi

Kalau mendengar kue grubi mungkin terlalu asing di telingan masyarakat Indonesia. di beberapa daerah di Indonesia menyebut kue ini sebagai “Kue Ceker Ayam”. Kue kering yang terbuat dari ubi rambat yang di serut halus dan gula jawa ini sangat kremes. Jika memakan kue ini, serbuk-serbuk kue tersebut pasti akan jatuh karena terlalu rapuhnya kue ini.

 

  1. Kue Semprong

Kue semprong adalah makanan kue kering yang berasal dari Indonesia. Kue ini ada berbagai berbentuk gulungan dan bentuk lipatan segitiga. Ada juga kue semprong yang di buat masyaarakat Indonesia dengan bentuk lipatan  persegi panajng. Rasa kue ini tidak terlalu manis dan akan renyah dan gurih ketika digigit. Kue semprong dipercayai pertama kali dibawa oleh bangsa Portugis, karena kue ini mirip dengan kue krumkake yang berasal dari Norwegia. Namun, bahan-bahan dan bentuk kue ini sudah dimodifikasi dari kue asinya.

 

Kue Semprong
Kue Semprong

 

  1. Kue Kembang Goyang

Kue Kembang Goyang adalah salah satu kue tradisional khas Betawi.  Nama kembang goyang berasal dari bentuknya yang menyerupai kelopak bunga atau kembang dan proses membuatnya digoyang-goyang hingga adonan terlepas dari cetakan. Diantaranya, telur ayam, gula pasir, tepung beras yang sudah diayak, tepung sagu yang sudah diayak, santan, kelapa, wijen putih, dan minyak goreng.

Kembang Goyang
Kembang Goyang

 

Itulah beberapa jenis kue legendaris yang selalu memenuhi moment-moment lebaran di setiap rumah. Malahan untuk moment lebaran, kue-kue legendaris diatas tidak lagi memenuhi meja tamu di saat Hari Raya Idul Fitri Tiba.

Jika kue-kue tradisional ini tidak di lestarikan, kemungkinan besar budaya Indonesia dalam bentuk kuliner akan punah juga. Anak cucu bangsa Indonesia tidak akan bisa menikmati jajanan pasar yang legendaris hasil olahan leluhur bangsa Indonesia.***(CM-01/Dela Aria Dahaka)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *