IBX5A49C9BC313D6 Kue Talam, Makanan khas Tarutung - Cerita Medan

Kue Talam, Makanan Khas Tarutung

Kue Talam
Kue Talam

 

Tarutung, Selain dikenal sebagai kota wisata rohani, kota kecil yang terletak di Tapanuli Utara ini juga dikenal dengan makanan-makanan khasnya, seperti Kacang Sihobuk dan tidak ketinggalan ynag satu ini, Kue Talam. Walaupun menjadi salah satu kue favorit, kue ini lumayan susah ditemui di Tarutung, karena pembuat dari kue ini sendiri hanya tinggal dua tempat produksi. Kue ini bisa habis dijual dalam waktu yang sangat singkat, karena banyaknya peminat dari kue Talam ini. Bahkan banyak pembeli yang sudah menunggu sampai kue ini matang. Kue yang hanya dijual pada hari pekan Tarutung atau hari Sabtu dan Rabu ini banyak diminati oleh warga yang tinggal disekitaran Tarutung maupun warga dari luar kota.

Bahan baku dari kue yang satu ini hampir sama dengan bahan yang dipakai untuk membuat dodol.Kue Talam ini dibuat dari bahan gula merah yang di campur dengan santan, tepung beras, tepung sagu, dan bahan pelengkap lainnya seperti garam dan gula. Cara memasak dari kue ini memiliki teknik tersendiri seperti suhu dan ritme kocokan tertentu sehingga matangnya pas, karena itu juga yang menyebabkan tidak semua orang dapat  membuat kue yang satu ini. Waktu juga berpengaruh besar dalam membuat kue ini, tidak boleh terlalu matang maupun terlalu cepat diangkat karena hasilnya tidak akan sesuai dengan yang diinginkan.

Hasil dari olahan santan dan gula merah ini akan menghasilkan kue Talam yang berwarna coklat muda keemasan pada bagian gula merahnya, dan berwarna putih pekat pada bagian santannya. Kue yang satu ini biasanya dihidangkan dengan bahan gula merah pada bagian bawahnya, dan bagian santan yang diletakkan pada bagian atasnya. Nama dari kue ini sendiri disebut dengan Kue Talam dikarenakan kue tersebut di masak di dalam talam (loyang besar berbentuk lingkaran) dan bisanya penjual dari kue ini langsung mengambil kue dari talam jika ada yang membeli. Topping  dari kue Talam ini sendiri adalah santan beku. Santan tersebut tetap beku walaupun dalam keadaan panas. Ini menjadi salah satu ciri khas dari kue Talam itu sendiri, dan menjadi salah satu kesulitan dalam membuat kue jenis ini.

Saat baru matang, kue Talam ini hanya kelihatan seperti lautan putih di dalam talam. Tetapi kalau sudah di sendok untuk dibagi-bagi ke dalam piring-piring kecil, baru kelihatan lapisan coklat muda keemasan dengan topping  santan beku berwarna putih pekat di atasnya yang sangat mengundang selera. Menikmati makanan khas yang satu ini, lebih terasa nikmatnya jika dimakan pada saat keadaan panas. Karena kandungan santan yang banyak digunakan makanan ynag satu ini tidak dapat bertahan lama, hanya memiliki jangka waktu sehari. Kue Talam yang bermalam akan menjadi basi dan tidak layak untuk dikonsumsi lagi.

Demikian ulasan tentang salah satu makanan khas kota dingin Tarutung, Kue Talam. Pada saat berkunjung ke kota Tarutung, jangan sampai lupa untuk membeli jenis makanan khas Tarutung yang satu ini. Karena makanan ini tidak dapat dipesan dari jauh-jauh hari, anda harus berkunjung dan langsung memesan ke tempat. Jangan sampai datang terlalu kesiangan juga, anda tidak akan mendapatkannya lagi, karena sudah habis diburu oleh pembeli. Jadi, kalau tidak kebagian, harus sabar menunggu sampai dua atau tiga hari kemudian.***(CM-Ist/Katri Hutabarat)

KOMENTAR

BACA JUGA