Kalimat yang Membahayakan Bagi Anak

  • Whatsapp
Kalimat yang Membahayakan Bagi Anak
Kalimat yang Membahayakan Bagi Anak

 

Mengasuh anak bagi para orangtua bukanlah pekerjaan yang mudah, mendidik serta merawat sang buah hati tentunya perlu kehati-hatian agar tak menggangu tumbuh kembangnya. Selain itu tak hanya tindakan kita terhadap anak yang harus di perhatikan tapi juga perkataan. Karena sama seperti halnya tindak kekerasan, kata-kata yang anda ucapkan kepada seorang anak pun dapat tersimpan dalam ingatannya.

Read More

Sering kali hal tersebut terlupakan oleh para orangtua. Alasan yang paling sering disebabkan oleh kesibukan ataupun rasa lelah sehingga tak sadar telah menyinggung perasaan anak. Dampaknya ternyata lebih berbahaya dibanding hukuman seperti dipukul maupun dicubit karena akan memengaruhi anak secara psikologinya. Berikut ini adalah perkataan yang paling sering kali diucapkan kepada anak oleh para orangtua namun tanpa disadari dapat berakibat fatal.

 

“Jangan Ganggu Mama/Papa Dulu”

Dalam beberapa kesempatan kita sebagai orangtua menginginkan waktu sendiri untuk bersantai setelah beraktfitas sehari-hari ataupun pekerjaan yang menumpuk membuat tak ada waktu untuk bersantai. Namun jika pekerjaan selalu menjadi prioritas, maka  kata-kata tersebut bisa saja keluar dari mulut Anda. Anak yang mendapatkan ucapan seperti ini, maka kemungkinan besar dia akan merasa tidak nyaman bahkan merasa tidak dicintai oleh kedua orangtuanya.

 

“Contoh Temanmu Itu, Dia Aja Bisa”

Membandingkan anak anda dengan teman maupun saudaranya, ternyata bukanlah motivasi baginya melainkan hanya akan menghancurkan rasa percaya diri yang dimilikinya. Sehingga memunculkan rasa benci terhadap diri sendiri. Ucapan seperti ini pun dapat menghambatnya meraih hal yang ia inginkan.

 

“Kamu Kok Gendut Sih”

Penilaian secara fisik terhadap satu hal ini ternyata mampu memberi dampak psikis yang luar biasa. Walaupun anda berniat bercandaan, kemungkinan  anak akan menganggap ucapan tersebut adalah benar. Efeknya adalah gangguan terhadap psikologis dan hilangnya kepercayaan diri yang dimiliki oleh anak.

 

“Jangan Brisik Nanti di Cubit”

Entah itu benar anda lakukan atau tidak, kalimat berupa ancaman tersebut merupakan faktor utama yang membentuk anak menjadi sosok yang pembangkang akibat dari rasa takutnya terhadap hukuman yang akan diterima. Jika sifat ini sudah terbentuk maka akan sulit dihilangkan seakan sudah mendarah daging ditubuhnya. Rasa takut seorang anak mendapat hukuman ketika tahu orang tuanya marah, akan menimbulkan kebiasaan berbohong yang akan terbawa hingga beranjak dewasa.

 

“Jangan Nangis/ Buat Susah”

Menangis tersedu-sedu adalah sifat alami seorang anak, tugas orangtua adalah untuk menenangkannya. Namun sering kali menggunakan cara yang salah seperti memarahi, mencubit ataupun mengancam akan melakukan suatu hal. Tentunya ini akan sangat memengaruhi perkembangan anak secara emosional. Jadi ketika mereka menangis gunakan pendekatan lebih untuk mengetahui apa masalahnya.

Ingat, seorang  anak juga memiliki perasaan dan juga pemikiran, ia dapat merasakan serta memikirkan apa saja yang sedang dihadapinya. Jangan sampai setiap perkataan kita hanya akan menyisakan ketakutan serta kecemasan, akhirnya akan menjadikan mereka pribadi yang kurang dalam hal percaya diri, sering berbohong, membangkang, dll. Karena, sebagai orang tua haruslah bertanggung jawab atas tumbuh kembang buah hatinya.***(CM-03/Rio Khairuman)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *