Ini Bahayanya Menggunakan Charger Tiruan

  • Whatsapp
Charger
Charger

 

Smartphone kini menjadi perlengkapan wajib yang harus anda bawa kemana-mana. Tak hanya sebagai alat komunikasi seperti nenek moyangnya dimasa lalu, fungsinya yang kini semakin variatif pun menjadi alasan utama mengapa alat ini harus selalu ada digenggaman Anda. Namun, setiap sesuatu pasti ada kekurangannya apalagi urusan yang satu ini. Smartphone adalah teknologi dimana agar tetap dapat menyala masih membutuhkan pasokan tenaga listrik yang berasal dari baterai. Maka dari itu para produsen smartphone juga menciptakan alat pengisihan daya, biasa kita sebut charger.

Read More

 

Harga yang lebih murah menjadi alasan mereka dalam menggaet konsumen. Begitu juga sebaliknya, masyarakat secara umum lebih mementingkan sisi ekonomisnya dengan menomorduakan kualitasnya. Barangnya pun sangat mudah dijumpai dan telah menjadi hal yang lazim. Wajar saja, sebab smartphone adalah kebutuhan pokok sehingga harus berfungsi secara optimal.

 

Sama seperti benda-benda lain, charger jika tidak dijaga dengan baik maka akan cepat mengalami kerusakan yang hasilnya tak dapat berfungsi lagi. Banyak perusahaan yang menciptakan produk charger tiruan dengan fungsi sama untuk memenuhi kebutuhan daya pada smartphone Anda, mengingat produk asli dibandrol dengan harga yang cukup mahal. Tapi apakah barang tiruan tersebut dapat mengisi baterai smartphone Anda hingga terisi penuh? Jawabannya tentu saja bisa. Namun ada resiko yang harus ditanggung, berikut ini adalah dampak menggunakan charger palsu pada smartphone Anda.

 

Arus tidak stabil

Menggunakan charger palsu berpotensi besar ada ketidakstabilan dalam mengalirkan listrik. Hal ini akan berdampak pada ketidak nyamanan menggunakannya, beberapa kasus terjadi pada layar smartphone, dimana arus energi yang tidak jelas mengganggu sensitivitasnya. Penggunaan smartphone ketika di charge juga sangat tidak disarankan sebab akan meningkatkan presentase kerusakan.

 

Kerusakan pada port USB

Ketidak sesuaian pada port USB dan charge palsu berpotensi besar terjadi kerusakan. Kemungkinan lainnya adalah waktu pengisian yang lebih lama karena daya yang disalurkan tidak sesuai secara ukurannya. Kebanyakan dati charge tiruan memiliki arus yang lebih rendah ketimbang asli. Untuk beberapa model smartphone ada yang menggunakan charge bebrbeda, tidak seperti kebanyakan yang digunakan orang yakni, model 2.0. Maka dari itu, agar lebih aman sedia selalu charger asli dalam tas maupun kantung Anda.

 

Menjadi semakin boros

Kenapa bisa semakin boros padahal selalu dicas hingga penuh? Masalah muncul ketika Anda terlalu lama mengisi dayanya seprerti yang harusnya hanya 2 jam menjadi 4 sampai 5 jam dengan agar lebih tahan lama. Justru hal tersebut malah akan membuat baterai cepat haus. Ingat baterai juga memiliki jangka waktu yang dapat diukur lewat cara pemakaiannya.

 

Itu adalah beberapa hal yang bisa terjadi jika Anda terus menggunakan charger tiruan. Ketidak sesuaian detainya akan membuat kerusakan yang jika dibiarkan akan bertambah parah. Jika Anda sebelumnya adalah orang yang ceroboh, maka cobalah untuk lebih teliti dalam menjaga barang-barang agar kualitas serta fungsinya awet.***(CM-03/Rio Khairuman)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *