Cerita Seru Ala “Mozaik” Dalam Diskusi Foto Sinabung

  • Whatsapp

Sesuai dengan taglinenya Mozaik : Edukasi, Mitigasi, Solidariti. Mozaik kembali menggelar bincang bincang fotografi mengenai Gunung Sinabung (23/7/16) dengan tema “Indonesia Bukan Cuma Kita” di salah satu kafe di Medan. Sama seperti bincang bincang foto sebelumnya, Mozaik masih fokus terhadap kondisi Gunung Sinabung terkini serta para pengungsi yang terdampak erupsi Gunung Sinabung.

Menghadirkan langsung dua fotografer asal Karo, yang secara rutin memantau kondisi Gunung Sinabung yakni Endro Lewa (freelance) serta Tibta Perangin angin (freelance) yang juga merupakan bagian dari Mozaik.

Read More

Endro Lewa & Tibta Perangin angin berbagi seputar kondisi Gunung Sinabung terkini kepada para peserta yang hadir. Moderator oleh Ferdy Siregar (Fotografer Harian Analisa) menjadikan bincang bincang ini makin menarik. Ferdy menanyakan perihal pengalaman Endro & Tibta saat memotret Gunung Sinabung di malam hari.

“Bagaimana Om endro & Nangin cerita cerita lah pengalaman motret malam sampai bisa menghasilkan foto milkyway yang indah dengan perpaduan Gunung Sinabung,” tanya Ferdy Sebagai Moderator kepada Endro Lewa & Tibta Perangin Angin.

Endro & Tibta sembari tersenyum menjawab “Ya nasib-nasiban lah itu bang, kadang kita udah semalaman nunggu gak dapat hasil apa apa,kadang gak ditunggu tunggu bagus hasilnya,” ujar Tibta, sementara itu Endro sendiri mengaku kagum dengan Gunung Sinabung “Saya cukup kagum sama Gunung ini, Gunung Sinabung ini benar benar indah, dilihat dari sisi mana saja pun tetap indah,” jelas Endro Lewa pria kelahiran Jogja ini.

Selain melakukan bincang foto tentang Gunung Sinabung, Mozaik juga menjual buku Sinabung Kelud Calling serta debu vulkanik yang di bawa langsung dari Gunung Sinabung. “Kita hari ini menjual buku Sinabung Kelud Calling, dimana buku ini merupakan hasil karya dari 61 fotografer jurnalis & freelance se Indonesia tentang Gunung Sinabung & Gunung Kelud, serta kita juga menjual debu vulkanik Gunung Sinabung, dan kesemuanya itu akan di donasikan kepada pengungsi Gunung Sinabung,” tegas Hendra salah satu dari Mozaik.

Dihibur oleh penampilan musik Akustik, para pengunjung cafe pun satu per satu memberikan donasinya diperuntukkan kepada pengungsi Gunung Sinabung.

Ferdy Siregar berharap kegiatan ini tetap rutin dan akan terus dilaksanakan mengingat kondisi Gunung Sinabung sampai hari ini masih terus Erupsi dan semakin tinggi tingkat intensitasnya. “Ya kita juga fokusnya di Sinabung, melalui fotografilah kita coba untuk membantu menginformasikan kepada masyarakat banyak, dan melalui fotografi juga kita coba menggalang dana untuk membantu saudara kita di Sinabung,” jelas Ferdy.

Nantinya, Mozaik akan terus menggelar kegiatan kegiatan seputar Gunung Sinabung, dan dalam waktu dekat Mozaik juga akan meluncurkan website yang berisi foto foto, video dan informasi terkini tentang Gunung Sinabung. Dan pastinya di website tersebut siapa saja yang ingin berdonasi akan dibantu oleh Mozaik untuk diserahkan kepada para pengungsi Gunung Sinabung.***(CM-Ist/Ahmad Ridwan)

Cerita Seru Ala Mozaik Dalam Diskusi Foto Sinabung
Foto : Endro Lewa (kiri) Tibta Perangin Angin (Tengah) Ferdy Siregar (Kanan) pada saat diskusi foto tentang Gunung Sinabung di Medan, Sumatera Utara (23/7/16)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *