Bully, Bertambah Banyaknya Hati yang Tersakiti

  • Whatsapp

 

Bully
Bully

 

Beberapa tahun terakhir kita sering mendengar kata bully, sebuah tindakan dimana seseorang atau lebih mencoba untuk menyakiti maupun mengontrol orang lain dengan cara kekerasan atau pun menyakiti lewat perkataan. Seperti yang kita lihat bullying itu bisa diartikan menyakiti dalam bentuk fisik seperti memukul, mendorong, menampar dan sebagainya dan bisa pula berbentuk verbal atau melalui kata-kata seperti membentak, menghina, memaki dan hal lainnya yang lebih kerap digunakan dengan kata-kata kasar.

Nah, tanpa sadar kita pasti pernah mengalami hal ini, menjadi pelaku atau bahkan menjadi korbannya langsung, hanya saja kita tak sadar bahwa hal tersebut sudah dikategorikan dengan perilaku bullying. Seperti misalnya ketika salah seorang temanmu menyudutkanmu dengan kata-katanya yang kasar di depan orang banyak, di saat itu kamu tentu malu dan wajahmu seketika memerah karena merasa menjadi pusat perhatian banyak, kamu ingin marah tapi tidak bisa karena teman-teman yang lainnya menganggap hal itu hanyalah bercandaan. Kenali hal itu, karena itu sudah dikategorikan dengan perilaku bullying dan kamu menjadi korban di dalamnya. Sebuah pertemanan maupun persahabatan yang sudah terjalin cukup lama terkadang tidak bisa membuatmu menahan dan mengontrol sikap dan perkataan kepada teman dan sahabatmu, dan tentu hal itu terjadi karena kamu merasa sudah saling akrab tetapi tahukah kamu bahwa apa yang kamu lakukan telah melukai dan menyakiti hati orang lain, kamu tidak menyadarinya hanya karena atas nama persahabtan hal tersebut kamu anggap lumrah dan biasa dilakukan oleh orang-orang yang bersahabat.

Menjadi pelaku bullying kerap tidak kamu sadari tetapi kamu tidak tahu bahwa ada hati yang terluka, memang benar bahwa orang yang telah kamu bully tidak secara langsung menunjukkan kekecewaannya di depanmu hanya karena ia tidak ingin bertambah malu dan bahkan merusak persahabatannya dengan kamu tetapi percayalah bahwa ia merasakan sakit yang teramat dalam di hatinya, begitu juga ia tentu ingin menjaga persaanmu meski kamu telah menyakiti hatinya.

Nah , kamu harus sadar bagaimana sebenarnya perasaan korban bully di saat kamu menjadi si pembully. Korban bully atau dalam hal ini sering terjadi pada temanmu sendiri pada dasarnya selalu memiliki kesabaran yang berbatas, dia mencoba untuk menghargaimu hanya karena ingin memaklumi dan memahamimu bahwa apa yang kamu ucapkan niatnya hanyalah untuk bercanda. Dia maklum karena kamu dengannya telah menjalin hubungan persahabatan yang baik sementara kamu tidak menyadari hal itu, yang kamu pikirkan hanyalah bagaimana membuat suasana tetap meriah dan asyik tanpa memikirkan kalimat-kalimat yang begitu seenaknya keluar dari mulutmu.

Pada akhirnya, ketika temanmu sudah di luar batas ia akan kembali membullymu dan kamu dengannya menjadi saling bully, kelihatannya memang bercanda tetapi tak ada seorang pun yang tahu apa isi hati kalian masing-masing karena bisa jadi itu adalah bentuk balasan yang cukup halus. Padahal sesungguhnya, hal itu tidak ada gunanya bahkan malah membuat kalian sesama sahabat saling berjauhan dan tanpa sadar berpengaruh besar bagi korban bully.

Kalau banyak di sosial media mengatakan bahwa persahabatan sesungguhnya adalah ketika kamu saling sudah memaki dan menghina sesukanya satu sama lain sebenarnya bukan itulah makna persahabatan yang sebenarnya karena ketika kamu saling berbagi dan menjaga perasaan maka itu lah makna persahabatan yang sebenarnya.

Nah, ketika kamu sudah tau bagaimana rasanya dibully karenanya janganlah terus-terusan membully, ingatlah bahwa akan banyak hati yang tersakit hanya karena perilaku dan ucapanmu. ***(CM-02/Zakiyah Rizki Sihombing)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *