Zainurrahmi, Chair Person Kegiatan ASEAN

  • Whatsapp
Siti Zainurrahmi br Bangun
Siti Zainurrahmi br Bangun

Kesempatan menjadi seorang mahasiswa di perguruan  tinggi tentu tidak boleh dilewatkan begitu saja. Banyak hal yang bisa dilakukan seorang mahasiswa untuk mengeksplor dirinya sejauh-jauhnya sampai tingkat ia merasa puas terhadap pencapaian tersebut. Siti Zainurrahmi br Bangun misalnya, perempuan yang biasa disapa Ami ini banyak menoreh kisah selama menjadi seorang mahasiswa di Universitas Pasundan, Bandung. Mesti masih duduk di semester IV, sudah banyak pencapaian yang dilaluinya hingga kini menjadi mahasiswa yang cukup diperhitungkan keberadaannya.

Ami lahir pada 19 April 1997, sejak kuliah ia langsung tertarik untuk mengikuti berbagai kegiatan di kampusnya. Salah satunya ia aktif di Pasundan Model United Nations and English Debate dan kini aktif menjadi bendahara, sebuah club dari representatisi sidang di Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB), di dalamnya Ami bersama dengan timnya biasanya membahas dan menyelesaikan isu-isu yang telah dibahas oleh PBB, selain itu juga melatih conversation, leadership dan kepercayaan diri.

Read More

Karena keaktifan tersebut, Ami akhirnya dilibatkan dalam beberapa kegiatan seperti Simulasi Sidang Asean (Senior Economic Officials Meeting), sebuah kegiatan yang membahas mengenai sektor yang diunggulkan Asean seperti agro based product, wood based product, e-asean, healthcare dan lainnya. Pada kesempatan tersebut Ami menjabat sebagai chair person atau biasa disebut dengan pemimpin sidang, dimana ia harus menggunakan Bahasa Inggris secara penuh. Dan hingga kini sudah tiga kali Ami terpilih menjadi kepanitian tersebut.

Siti Zainurrahmi br Bangun bersama Kepanitiaan
Siti Zainurrahmi br Bangun bersama Kepanitiaan

 

Karena untuk sekadar menjadi panitia saja harus menggunakan seleksi terlebih dahulu seperti harus mempresentasikan sektor-sektor unggulan Asean dan juga wawancara. Tiga tempat tersebut antara lain di Universitas Pasundan Bandung, Kantor DPRD Banten dan Hotel Marbella-Anyer Banten.

Tak hanya itu, perempuan yang juga sangat cantik dengan hijabnya ini juga terpilih menjadi juara 1 mahasiswa berprestasi (mawapres) di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik pada tahun ajaran 2014-2015 lalu. Setelah melalui proses yang panjang yang cukup berbelit akhirnya Ami mampu menggapai hal tersebut.

Seperti cerita Ami saat diwawancarai tim Cerita Medan beberapa waktu lalu, ia sempat tak percaya jika pada akhirnya ia lah pemenangnya, saat itu kondisi tubuhnya memang sedang tidak fit, batuk dan flu. Namun beberapa persyaratan lain harus dipenuhinya, salah satunya adalah menyiapkan makalah ilmiah untuk kemudian dipresentasikan di depan ketua jurusan dari lima jurusan di fakultasnya seperti Hubungan Internasional, Ilmu Komunikasi, Administrasi Negara, Administrasi Bisnis, dan Kesejahteraan Sosial.

Siti Zainurrahmi br Bangun sebagai Chair Person
Siti Zainurrahmi br Bangun sebagai Chair Person

Menurut Ami untuk mencapai sesuatu yang diinginkan haruslah dibarengi dengan usaha yang ekstra, ia mengaku mempercayai hal itu saat berjuang menjadi mawapres. Ia harus membuat makalah ilmiah yang sebenarnya membuatnya kesulitan karena teori yang masih sedikit diterimanya ketika ia masih duduk di semester 3, makalah ilmiah mengenai kedaulatan Maritim Indonesia ketika itu berhasil dibuatnya namun mendapat penolakan dari dosen pembimbing karena kurangnya teori mengenai jurusannya yaitu Hubungan Internasional yang terdapat di dalam makalah tersebut. Lantas hal tersebut membuat Ami down dan memilih untuk menyerah karena kebetulan ia dihadapkan dengan kondisi yang kurang sehat, sementara revisi makalah yang diberikan hanya dua hari kedepan.

Namun, sesuatu berkata lain, Dosen yang sebelumnya membuatnya down akhirnya memberikan motivasi agar Ami tetap melanjutkan perjuangannya, dua hari pun akhirnya dipaksakan Ami untuk memperbaiki makalahnya meski harus menguras otak dan tenaganya ketika itu.Dan hari yang ditunggu-tunggu tiba, Ami harus mempresentasikan makalahnya dengan menggunakan Bahasa Inggris dihadapan para juri. Kondisinya yang kurang sehat membuatnya sedikit lemah dan luar biasanya ia mendapat peringkat pertama untuk mempresentasikan karyanya belum lagi grogi yang seketika membuatnya hampr pingsan.

“Udah kayak sidang skripsi. Tapi, alhamdulillah saya dapat menjawab pertanyaan kelima kajur dengan baik. Namun, saya merasa, saya kurang puas atas jawaban saya,” kenang Ami.

Prestasi Siti Zainurrahmi Bangun
Prestasi Siti Zainurrahmi Bangun

 

Usai penyeleksian, Ami bergegas keluar ruangan dan tak ingin mendengar pengumuman kelulusan karena merasa pesimis, apalagi seluruh peserta adalah senior-seniornya yang dianggapnya jauh lebih berkompeten dibandingkan dirinya. Ia kemudian memilih untuk masuk kelas karena ada mata kuliah yang harus dihadirinya, selang beberapa waktu ia bertemu dengan kepala jurusannya dan bapak kajur tersebut mengucapkan selamat kepada Ami yang telah berhasil membawa nama fakultas ke tingkat universitas.

“Saya langsung bengong, dan gak  percaya, ini nih salah dengar apa gimana? benar nggak sih? Masih bingung. Ah apapun itu Alhamdulillah terima kasih ya Allah, dan dari sini saya dapat pelajaran bahwa usaha tidak akan membohongi hasil,” ungkap Ami.

Sayangnya pada tingkat universitas, Ami harus gugur karena tak mampu memprentasikan karyanya menggunakan Bahasa Sunda. Tetapi hal baik selalu datang padanya, tak lama setelah pengumuman ia lantas mendapat kabar jikalau ia mendapat kesempatan untuk mengikuti pelatihan pembuatan karya ilmiah untuk berlomba di tingkat Kota Bandung bersama dengan mawapres terpilih 1 tingkat Universitas Pasundan. Namun, sayang ia harus menolak karena keadaan ketika itu yang mengharuskannya untuk pulang ke Sumatera Utara.

Siti Zainurrahmi
Siti Zainurrahmi

 

Banyak hal yang sudah ia dapatkan melalui kegiatan-kegiatan yang aktif dikutinya, sehingga tak terhitung nikmat-NYA. Ami pada akhirnya tahu bagaimana simulasi sidang Asean, mengenal Asean lebih dekat dan banyak lagi lainnya. “Dan sebagai anak kos alhamdulillah bisa nginep di hotel selama seminggu, makan enak, banyak, gratis, dapat uang saku pula. Alhamdulillah,” ujarnya bersyukur. ***(CM-02/Zakiyah Rizki Sihombing)

Prestasi yang Sudah Diraihnya:

– Peserta kongres Esperanto di Bandung

– Juara 2 lomba debat mahasiswa di FISIP Universitas Pasundan Bandung dengan tema Masyarakat Ekonomi Asean sekaligus menjadi Best Speaker dalam debate tersebut

–  Peraih Indeks Prestasi Kumulatif 4,00

– Sebagai Delegasi dari Universitas Pasundan dalam Pertemuan Mahasiswa Hubungan Internasional se-Indonesia di Malang, Jawa Timur

– Duta Anti Narkoba Kabupaten Asahan

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *