Wajibkah Ibu Hamil Puasa?

  • Whatsapp
Wajibkah Wanita Hamil Puasa
Wajibkah Ibu Hamil Puasa

 

Ibu hamil atau menyusui membutuhkan energi dan nutrisi yang berbeda apalagi sekarang kita memasuki bulan suci Ramadhan. Terntu saja dalam  hal berpuasa Ibu Hamil tidak dapat disamaratakan dalam hal puasa dengan kebanyakan ibu lainnya. Meski kehamilan bukanlah penyakit, Islam memberi kemudahan kepada para muslimah yang sedang hamil maupun menyusui. Jika ibu hamil berisiko mengalami masalah kesehatan bagi dirinya serta janinnya bila berpuasa, dibolehkan tidak berpuasa di bulan Ramadhan.

Read More

 

Dalam kondisinya, ternyata Wanita memiliki 2 golongan dalam berpuasa :

Pertama, Bagi Ibu Hamil yang sedang  berpuasa namun kondisi dan daya tahan tubuh mereka stabil, maka Ibu Hamil tersebut diperbolehkan puasa dan hukumnya wajib. Kedua, Bagi Ibu Hamil  yang  sedang mengalami hamil tua ataupun kondisinya tidak stabil dan tidak memunginkan untuk berpuasa maka Ibu Hamil tersebut wajib berbuka.

Selain masalah kondisi dan daya tahan tubuh, nyatanya berpuasa juga menjadi kekhawatiran tersendiri bagi sebagian wanita apalagi ibu-ibu yang sedang menyusui. Mereka mengkhawatirkan  produksi ASI selama ibu berpuasa tetap lancar dan berkualitas. Namun kekhawatiran tersebut dapat di atasi dengan beberapa hal berikut:

 

Asupan menu dengan gizi seimbang

Ibu yang sedang menyusui memang membutuhkan tambahan sekitar 700 kalori perhari, 500 kalori diambil dari makanan ibu dan 200 kalori diambil dari cadangan lemak dalam tubuh ibu. Oleh karena itu, baik gizi anak dan ibu wajiblah di perhatikan. Jika seorang ibu hamil ataupun menyusui melakukan ibadah puasa maka di wajibkan jika sang ibu tersebut wajib mengkonsumsi makan bergizi pada saat sahur ataupun berbuka.

Minimal wajib mengkonsumi susu dan buha-buahan pada saat sahur dan berbuka. Mengkonsumsi makanan dengan gizi berimbang. yaitu dengan komposisi 50% karbohidrat, 30% protein dan 10-20% lemak.

 

Istirahat yang cukup

Tidak hanya Ibu Hamil ataupun ibu yang menyusi, setiap orang pasti merasa lemas saat menjalankan aktifitas dengan berpuasa. Merasa lemas saat berpuasa adalah hal yang wajar di alami oleh setiap orang. Namun beristirahat dengan cukup adalah salah satu cara untuk tetap menjaga produktifitas ASI.

Jika tidak bisa beristirahat dengan cukup, mengurangi aktifitas juga menjadi solusinya. Ini juga akan menambah tenaga tidak hanya untuk satu hari saja, beristirahat dengan cukup akan menjaga kondisi seseorang dalam jangka waktu yang beturut-turut.

 

Perbanyak konsumsi cairan, mulai dari berbuka hingga sahur

Untuk Ibu Hamil  mengkonsumi cairan yang cukup juga salah satu cara agar tetap dapat melakukan ibadah puasa walaupun dengan hamil ataupun menyusui. Jika bisa minum air putih selama sehari itu sebanyak dua liter, ditambah dengan jenis cairan lainnya seperti juice buah, teh manis hangat dan susu. Minum segelas susu setiap sahur bisa mengurangi ancaman anemia bagi ibu hamil dan menyusui. Anemia adalah berkurangnya kadar hemoglobin (Hb) dalam darah. Berbuka puasa dengan minum minuman hangat, akan merangsang kelancaran ASI bagi ibu menyusui.

 

Dengan perubahan  jadwal makan, bukan berarti asupan makanan yang dikonsumsi pun berubah pula. Yang terpenting adalah Ibu Hamil tetapi mengonsukmsi makanan secara disiplin dan juga teratur.  Intinya adalah, puasa biasa saja menjadi wajib jika kesehatan Ibu Hamil cukup stabil . namun apabila ibu hamil yang menjalankan ibadah puasa dapat membahayakan sang janin dan juga membahayakan sang ibu maka hukum berpuasa bagi sang ibu tersebut adalah haram.***(CM-01/Dela Aria Dahaka)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *