IBX5A49C9BC313D6 Van Alfiandi : Aku Temukan Duniaku di Photography - Cerita Medan

Van Alfiandi : Aku Temukan Duniaku di Photography

Van Alfiandi
Van Alfiandi

 

Setiap orang pastilah memiliki bakat. Tidak sedikit orang yang mencoba menyalurkan bakatnya ke wadah tertentu. Van Alfiandi contohnya. Sadar dengan bakat yang dimiliki akhirnya pria yang lahir pada tanggal 05 November 1991 mulai mengasah bakat yang dimiliki dengan sendirinya. Van Alfiandi adalah salah seorang remaja Kota Medan yang memiliki bakat di bidang photography.

Kembali ke masa-masa 7 tahun lalu saat Van Alfiandi masih duduk di bangku Sekolah Menengah Atas bakat tersebut dimulai. Awalnya memang Van Alfiandi sama sekali tidak tahu bagaimana cara menggunakan kamera secara baik. Rasa penasaran itulah yang membuatnya jatuh cinta pada dunia photography dan karirnya pun dimulai.

“Kalau dulu aku masih pakai camera pocket yang kecil itu, taulah pastikan. Tapi entah kenapa hasilnya bagus. Terus perlahan aku juga belajar photoshop untuk menunjang hasil fotoku secara otodidak juga,” ceritanya mengenai perjalannya masuk kedunia photography.

Setelah mulai bisa menggunakan camera, saat pertama kali duduk di bangku kuliah Van Alfiandi kembali mengasah bakatnya kembali dengan cara bergabung dengan Organisasi internal Universitas Sumatera Utara yang biasa di sebuat UKMF USU. Di tahun 2010 saat Van Alfiandi mulai bergabung di Unit Kegiatan Mahasiswa Fotography (UKMF) USU dengan mengandalkan camera pocket yang dimilikinya. Siapa  sangka hasilnya pun tidak sia-sia.

“Jadi, kalau mau masuk ke UKMF itu kita diseleksi dulu. Semua anggota di suruh foto dengan satu titik foto. Alhamdulillah aku tuh masuk ke top five dan saingan aku itu camera SLR semua,” ceritanya kembali.

Seperti ditakdirkan sebagai photographer, dengan langka awal yang sangat membuatnya bangga pada diri sendiri akhirnya Van Alfiandi melanjutkan karirnya dengan rasa optimisme yang kuat. Sadar dengan bakat yang dimiliki, pria yang sekarang bekerja sebagai staf PT Garuda Indonesia ini berjanji pada diri sendiri untuk membeli kamera dengan tingkat professional dengan keringat sendiri. Akhirnya mimpinya pun terwujud walaupun di mulai dengan beberapa langka.

“Cerita lagi nih ya, dulu karena aku masih pakai camera poket aku mikir bakatku gak akan berkembang kalau aku nggak meningkatkan kualitasku sendiri. Jadi aku bilang ke orang tua untuk beli kamera dengan alasan akan aku ganti uangnya dari uangku sendiri. Alhamdulillah kamera pertamaku hasil pinjaman dari orang tua hasil bisa aku bayar dari hasil fotoku juga,” tambahnya.

Melalui tangan dingin Van Alfiandi dengan bakat yang dimilikinya juga menghantarkannya pada dunia jurnalistik 2 tahun lalu. Van Alfiandi pernah menjadi seorang reporter di salah satu media cetak di Kota Medan yaitu DiGi. sebenarnya Van Alfiandi tidak memiliki lampu hijau darin orang tuanya dalam hal jurnalistik walaupun kamera pertamanya di peroleh atas izin orang tua. Van Alfiandi juga mengaku kalau sebenarnya bekerja menjadi jurnalis selama satu tahun itu menyenangkan. Selain masigh berbau dengan dunia photography, dunia jurnalistik juga menghantarkannya pada satu prestasi yang sangat membanggakan.

Pada tahun 2015 tepatnya di pertengahan bulan Mei, Van Alfiandi berhasil terpilih sebagai Top 10 Pertukaran pemuda antar negara wakil sumut yang dilaksanakan di Asrama Haji, Medan selama 3 hari berturut-turut. Walaupun Van Alfiandi sudah bekerja sebagai pria yang di balik computer sesebuai keinginan orang tuanya, namun tidak menyurutkan niat Van Alfiandi untuk tetap mengembangkan bakatnya di dunia photography.

Pada pertukaran pemuda antar negara ini berhasil membawa Van Alfiandi sebagai salah satu pemenang cadangan.  Walaupun yang berangkat ke Australia adalah pemenang mutlak, namun tidak membuat Van Alfiandi menyerah. Van Alfiandi juga merasa bersyukur karya dan bakat dapat di apresiasikan melalui ajang yang sangat berkelas.

Untuk referensi foto sendiri, Van Alfiandi selalu mencari majalah-majalah luar negeri seperti Bazzar dan beberapa masalah fashion lainnya. Karena untuk kualitas photography di majalah internasional memang tidak perlu di ragukan lagi.

“Bagiku, fotographer bukan sebagai ajang ikut-ikutan atau yang lagi trend untuk saat ini. Kalau mau jadi photographer, jadilah fotographer yang orisinil, berattitude baik dan berkarakter dan memiliki ciri khas sendiri”, pesannya untuk  semua photographer yang ada di Kota Medan yaitu kerja keras serta niatnya dalam dunia yang dia cintai menjadikannya diri sendiri dengan pegangan sebuah kamera. Tidak jarang pria yang konsentrasi pada fashion photography, life style dan juga beauty shoot ini menerima tawaran foto oleh beberapa klien. Hasil fotonya memang tidak di ragukan lagi. Rasa cintanya pada photography akan terasa berat jika ditinggalkan begitu saja. Untuk itu,  sesibuk apapun Van Alfiandi dalam hal pekerjaannya dia selalu mau menerima tawaran foto untuk tetap mengembangkan bakat photography yang di milikinya.***(CM-01/Dela Aria Dahaka)

KOMENTAR

BACA JUGA