Tidak Diperlakukan Secara Adil? Lakukan Teknik Bangku Kosong

  • Whatsapp

 

Perlakuan Adil
Perlakuan Adil

Dalam dunia psikologi dan konseling ditemukan satu teknik unik yang diberi nama bangku kosong. Teknik ini biasa dilakukan oleh mereka yang merasa terpojokkan, sangat marah pada suatu hal atau sering dilakukan tidak adil oleh orang lain. Teknik ini berasal dari teori psikologi Gestalt.

Walau teknik ini sangat ampuh menghilangkan stres, namun teknik ini menjadi deretan teknik yang jarang dilakukan oleh ahli kejiwaan. Banyak alasan yang menjadi penghalang ahli kejiwaan melakukan hal ini. Selain karena klien mampu menyelesaikan masalahnya sendiri, sang ahli jiwa mampu memberikan terapi lain dengan mudah dan tak butuh waktu lama untuk mengembalikan semangat baru bagi klien.

Teknik bangku kosong mengacu pada teori Gestalt yang memandang positif pada manusia yang memiliki kemampuan untuk menjadi sesuatu, dan manusia merupakan mahluk yang mempunyai kemampuan untuk mengurus diri sendiri. Maka dari inilah terapi ini dilakukan yang bermanfaat untuk mengembangkan diri sendiri, mencapai kematangan dan bertanggung jawab terhadap diri sendiri.

Sasaran utamanya guna memperkuat penyadaran dalam meningkatkan arti kehidupan secara penuh. Pemberhentian permainan yang dilakukan klien atas ketidakterimaan sifat dan sikapnya oleh banyak orang. Permainan ini bersifat menyiksa diri, karena seseorang berubah untuk menjadi orang lain agar dapat diterima dalam lingkungan masyarakat.

Dapat juga digunakan untuk mengajak klien mengungkapkan perasaan yang terpendam dalam dirinya melalui permainan peran. Pada dasarnya, teknik ini merupakan teknik bermain peran yang kesemua perannya dilakukan oleh satu orang. Melalui teknik inilah permainan peran dapat dimunculkan ke permukaan, hal ini membuat klien bisa mengalami konflik lebih penuh.

Teknik ini juga akan menyuarakan pengalaman klien dan sebagai salah satu cara untuk memahami dan memiliki kualitas dari diri klien yang selama ini dilingkarinya. Sebagai sebuah eksperimen, teknik kursi kosong ini dilakuakn sebagai sarana untuk memperkuat eksperimentasi dan berpengaruh besar pada pemisahan dalam fungsi kepribadian.

Cara melakukan teknik bangku kosong ini sangat mudah, yaitu dengan cara klien diarahkan untuk mengekspresikan ketegangan, berbicara dengan orang lain yang membayangkan sedang duduk di sebuah kursi. Kemudian, klien akan diminta untuk duduk berganti tempat dan menjawab, yang seolah-olah dia adalah orang lain tersebut. Dalam hal ini, sang ahli jiwa berperan hanya mengarahkan pembicaraan antara klien dengan tokoh yang diimajinasikan oleh klien dengan bertukar tempat duduk. Dengan ini diharapkan klien akan belajar untuk menyadari dan mengerti perasaan dengan lebih baik.

Ada satu teknik lagi dalam hal ini, yaitu klien diarahkan untuk berbicara dengan dirinya sendiri. Klien memainkan dua peran dengan satu tubuh.  Hal inilah yang mampu membuat seseorang mengapresiasi diri sendiri. Ia akan mengapresiasi lawan bicaranya yang sejatinya adalah ia sendiri. Namun karena ia bermain dua peran, maka yang ia tahu bahwa orang tersebut bukanlah dia. Teori ini sangat bermanfaat bagi siapapun yang mencobanya, termasuk mereka yang tak lagi diperlakukan secara adil oleh siapapun.***(CM-E02/Amal Hayati)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *