Ternyata Ubi Jalar dapat Menurunkan Berat Badan 

  • Whatsapp
Ubi Jalar
Ubi Jalar

 

Ubi jalar banyak dikenal di kalangan rakyat Indonesia, bahkan ada sebagian masyarakat di Indonesia menjadikan ubi sebagai makanan pokok mereka. Entah itu ubi jalar ataupun ubi kayu. Warna kulit ubi jalar pun bervariasi mulai dari berwarna kuning, ungu dan juga coklat. Kulit ubi jalar yang manis memberikan kontribusi terhadap sebagian besar serat, kalium dan Quercetin Ubi jalar merupakan sumber Beta Karoten, Antioksidan kuat yang dikenal terdapat dalam manfaat sayur-sayuran dan buah-buahan yang berwarna cerah, yang diubah menjadi vitamin A dalam tubuh. Berikut adalah beberapa manfaat yang terkandung di dalam ubi jalar :

Read More

 

  1. Menjaga berat badan

Ternyata ubi jalar beserta kulitnya mengandung serat dan karbohidrat kompleks. Komponen tersebut yang membuat orang akan merasa kenyang lebih lama. Dengan demikian seseorang yang sudah mengonsumsi ubi jalar secara otomatis akan menghadari makanan terutama makanan-makanan yang tidak sehat. Ubi jalar mengandung jenis serat larut, yang membantu menurunkan LDL (kolesterol jahat) dalam darah.

 

Berbeda dengan yang gemar mengonsumsi kentang terutama keripik kentang atau kentang goreng berpotensi tinggi menambah berat badan. Lebih bagusnya lagi, jika mengonsumsi ubi jalar dalam bentuk rebusan karena terhindar dari minyak dan juga asap yang tentunya tidak baik untuk kesehatan tubuh.

 

  1. Menjaga tekanan darah

Ubi jalar merupakan salah satu makanan yang kaya akan kalium, maka dari itu elektrolit inilah yang sangat penting untuk menjaga tekanan darah. Rata-rata orang dewasa membutuhkan sebanyak 4.700 miligram Kalium setiap hari. Sedangkan ubi jalar yang ukuran besar mengandung 300 miligram lebih kalium. Selain itu, kalium juga berperan aktif untuk mengendalikan fungsi otot dan fungsi saraf.

 

  1. Mencegah diabetes

Siapa sangka jika ternyata ubi jalar sangat berguna untuk orang yang mengidap penyakit diabetes. Orang dengan diabetes pasti disarankan untuk menghindari makanan manis atau mengandung gula. Walaupun ubi jalar ungu rasanya lebih manis dan mengandung karbohidrat, namun makanan ini membantu sekresi dan fungsi insulin. Namun hal ini bukan berarti bahwa orang dengan diabetes bisa bebas makan ubi jalar. Akan tetapi penderita bisa mengubah asupan karbohidrat mereka dengan ubi jalar.

 

  1. Bepengaruh dalam kesuburan

Untuk manfaat yang satu ini lebih berperan terdapat dalam pengaruh kesuburan yang ada pada diri wanita. Terutama wanita yang sedang mengalami proses kehamilann dan juga proses menyusui. Di saat wanita mengkonsumsi ubi jalar, sama saja seperti mengkonsumsi vitamin A yang lainnya.

 

  1. Mengatasi peradangan

Menurut studi yang telah dipublikasikan oleh Journal of Medicinal Food, ternyata ekstrak ubi jalar ungu telah ditemukan memiliki efek anti inflamasi dan antilipogenic postif yang dapat berperan sebagai pencegah peradangan. Selain itu, kolin yang terdapat di dalam ubi jalar dapat membantu gerakan otot, memori, dan belajar. Selain itu, kolin juga membantu mempertahankan membran sel, membantu dalam transmisi impuls saraf, membantu dalam penyerapan lemak dan mengurangi inflammation (peradangan).

 

Sebagian orang mungkin menganggap mengkonsumsi ubi terlihat kampungan. Jika ubi disandingkan dengan beberapa makanan junk food, mungkin sebagian orang lebih memilih junk food ketimbang ubi dengan alasan gengsi. Namun, yang menganggap makanan kampungan ini pula yang memiliki manfaat yang luar biasa bagi kesehatan tubuh. Jadi, jangan pernah malu mengonsumsi makanan yang satu ini. Apalagi, sekarang, banyak pedangan yang mengolah ubi menjadi berbagai macam variasi makanan.***(CM-01/Dela Aria Dahaka)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *