Stop Gunakan Softlense Setiap Hari

  • Whatsapp

 

SoftLense
SoftLense

 

Read More

Awalnya, softlens dalam bidang medis digunakan sebagai salah satu alat untuk membantu penglihatan manusia, sama halnya dengan kacamata. Hanya saja, kacamata harus digantungkan pada kedua telinga, sedangkan softlens langsung bisa ditempel pada bagian kornea mata, sehingga tidak akan tampak secara kasat mata. Namun malah saat ini softlens justru sudah beralih fungsi yang awalnya sebagai alat bantu penglihatan, menjadi alat penunjang agar bisa mata menjadi lebih indah. Dengan kata lain, kini softlens berperan untuk mempercantik penampilan seseorang.

Pada Tahun 1508 Leonardo Da Vinci  dalam buku catatannya ditemukan sketsa kacamata yang langsung dipakai pada bola mata. Pada Tahun 1888 cikal bakal softlens dibuat oleh Adolf Fick yang melakukan serangkaian uji coba membuat softlens berbahan dasar glass-blown. Softlens tersebut diberi nama Adolf Gaston Eugen Fick, dengan pertimbangan banyak hal, mulai dari warna, ketebalan dan diameter.

Sebelum dikenakan pada manusia, softlens ini diuji cobakan pada kelinci, dirinya sendiri dan sukarelawan. Sampai akhirnya di tahun yang sama, Adolf Fick berhasil membuat softlens yang mendekati sempurna. Softlense terjual lebih dari 10.000 pasang di Amerika Serikat Tahun 1935. Pada Tahun 1960, softlens berkembang dan dibuat dengan bahan hydrogel yang ditemukan oleh ahli kimia dari Ceko bernama Otto Wichterle dan Drahoslav Lim. Mereka mempublikasikan temuannya di Journal Nature dengan nama Hydrophilic Gels For Biological Use.

Kegunaan dari softlens itu sendiri ternyata dapat membuat mata terkesan lebih besar. Ditambah dengan banyaknya warna yang disediakan. Sehingga dapat membuat penampilan seseorang menjadi lebih menarik. Maka tak heran jika banyak wanita saat ini yang memilih untuk menggunakan softlens sebagai alat kosmetik.

Berbagai jenis dan model softlense terbaru dapat dibeli secara mudah di optik terdekat atau bahkan di pusat perbelanjaan. Masyarakat hanya berpikir bahwa semua softlense sama saja, dalam artian jika beli di pusat perbelanjaan, kualitas dan kuantitasnya akan sama dengan dibeli di optik.

Hal ini padahal wajb diketahui banyak orang, jenis, bentuk, model dan kualitas sebaiknya menjadi tolak ukur masyarakat untuk membelinya. Karena menggunakan softlense sebagai pendukung agar mata terlihat indah tidak sembarangan. Pemakaian softlense sebenarnya memiliki jangka waktu perharinya. Tidak boleh memakai softlense lebih dari enam jam. Karena jika menggunakannya lebih dari enam jam, akan menyebabkan mata memerah atau mengering.

Untuk mengantisipasi iritasi dan kekeringan pada mata, biasanya para penjual softlense akan menmberikan air khusus yang berfungsi melembabkan mata dan mengurangi kadar iritasi. Saat terkena angin yang terlalu banyak atau debu, maka hal tersebut akan menempel pada softlense. Hal inilah yang harusnya diperhatikan oleh setiap orang. Banyak hal lagi yang menjadi efek negatif dari pemakaian softlense, yaitu:

Risih, Ketidaknyamanan serta adanya rasa yang mengganjal pada mata adalah hal yang sering dialami jika menggunakan softlens. Kondisi ini membuat pemakainya sering mengucek mata. Hal ini pulalah yang membuat mata menjadi merah serta lebih gampang untuk terkena iritasi.

Dengan memakai softlens, maka secara otomatis bagian kornea mata akan tertutupi. Dan pastinya membuat pasokan oksigen kornea mata akan terhambat oleh softlens. Hal ini bisa menyebabkan mata terlihat kusam, bengkak, dan berpotensi mengakibatkan penyakit hebat pada mata.

Orang yang menggunakan softlens dan lupa untuk membukanya saat hendak tidur. Hal ini membuat lensa bergerak-gerak saat tidur. Parahnya bisa menjadi pecah, dan sulit untuk dilepas. Penggunaan softlens pada hawa yang panas juga berpotensi memberikan dampak negatif. Hawa yang panas membuat bahan dasar softlens yang terbuat dari plastik menjadi tipis bahkan meleleh sehingga bisa tertinggal dan melekat pada kornea mata.

Jadi sebaiknya perhatikan pemilihan softlens yang berkualitas, biasakan membuka softlens saat hendak tidur, menyimpan wadah lensa pada tempat yang bersih, menggganti wadah lensa minimal tiga bulan sekali, hindari untuk mengucek mata, serta bersihkan lensa secara rutin. Dengan melakukan hal-hal tersebut, maka resiko yang bisa ditimbulkan bisa menjadi minim.***(CM-E02/Amal Hayati)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *