Ramadan Fair Masih Perlu Banyak Perbaikan

  • Whatsapp
Ramadan Fair
Ramadan Fair

 

Semua orang pasti setuju jika gelaran tahunan yakni Ramadan fair dikatakan sebagai landmark kota saat Bulan Ramadan. Bagaimana tidak? Memasuki bulan yang penuh berkah bagi seluruh umat muslim di dunia ini, salah satu jalan utama yang berada di Kota Medan pun sengaja ditutup dan dijadikan sebuah tempat yang banyak menjual makanan untuk berbuka puasa. Terletak di sepanjang Jalan Masjid Raya, Medan, menjadikan Ramadan Fair sebagai sebuah tempat yang baik untuk berbuka puasa bersama rekan-rekan maupun keluarga.

Read More

Di tahun 2016 menjadi kali ke-13 menemani masyarakat Kota Medan dan sekitarnya setiap tahunnya, tapi ternyata Ramadan Fair masih banyak menyimpan hal-hal yang perlu dibenahi didalamnya. Hal ini tak hanya dirasakan oleh para pengunjung saja namun  juga para pedagangnya.

Azwar salah satu pedagang yang memiliki stand disana mengatakan jika masih banyak kekurangan yang harus dibenahi oleh pihak panitia. Walaupun ini kesempatan pertamanya untuk berjualan disini namun menurutnya Ramadan Fair kali ini masih kurang menarik minat masyarakat dari tahun-tahun sebelumnya. Berikut ini adalah beberapa kelemahan Ramadan Fair yang dibeberkan olehnya.

 

Soal Pengunjung

Permasalahan tentang ramainya pengunjung yang datang, pastilah sangat berpengaruh bagi para pedagang, karena tujuan mereka membuka stand-stand tersebut adalah untuk meraup konsumen dari masyarakat yang membeli produk mereka. Namun sayangnya, walaupun terlihat ramai dan selalu dipadati orang ternyata tak berbanding lurus dengan penjualan. Banyak orang yang datang tapi belum cukup untuk memenuhi venue, terlihat jika masuk kedalamnya masih terlihat banyak kursi-kursi yang kosong.

 

Menu Makanan yang Kebanyakan Sama

Satu lagi kekurangannya yang dijelaskan oleh Azwar adalah masalah menu-menu yang kebanyakan sama seperti nasi goreng, ayam goreng, sate dan lagi letaknya yang tak berjauhan. Ini juga yang membuat event kali ini kurang mendapat perhatian masyarakat, karena sedikitnya variasi menu makanan. Sehingga tak banyak makanan yang bisa dinikmati. Orang-orang yang datang kesini menginginkan makanan yang unik dan suasana Ramadan yang kental, mengingat Ramadan Fair merupakan momen yang menjadi kebanggaan setiap warga kota.

 

Miss Komunikasi

Karena berupa foodcourt, sehingga para penjual hanya menyediakan stand, sementara untuk meja dan kursi sudah disediakan oleh panitia. Para pengunjung yang ingin makan, bebas untuk duduk dimanapun dan memesan apapun. Ketika datang kesini akan banyak penjual yang saling menawarkan produknya. Hal inilah yang berpotensi menimbulkan gesekan antar pedagang sehingga terjadi saling sikut. Ada beberapa momen yang tentunya membuat suasana tak nyaman ketika kedua pedagang yang berseteru mulai menujukkan emosinya yang tak tertahan.

 

Sarana

Untuk tambahan mengingat sudah lebih sepuluh kali ajang ini digelar, sudah selayaknya fasilitas yang tersedia terus ditambah, seperti toilet, tempat sampah, ataupun dari sisi kenyamanannya agar semakin nyaman untuk dikunjungi dan mampu menampung jumlah pengunjung yang lebih banyak lagi.

Ramadan Fair adalah sebuah gelaran yang diadakan oleh pemerintah kota guna menyemarakkan momen Ramadan yang penuh berkah dan kebaikan. Fasilitas dan sarana publik seperti inilah yang dibutuhkan. Terlepas dari beberapa kesalahan yang ada, pemerintah sudah menunjukkan usahanya yang terus berlanjut hingga kini demi melayani masyarakat, hal ini tentu saja merupakan hal yang perlu diapresiasi.***(CM-03/Rio Khairuman)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *