Puasa Ala Jurnalis Perempuan

  • Whatsapp
Puasa Ala Jurnalis
Puasa Ala Jurnalis

Berpuasa bukan berarti menghalangi setiap aktifitas yang ada. Mau tidak mau, semua pekerjaan akan tetap di lakukan meskipun diri sedang beribadah puasa salah satunya adalah pekerjaan jurnalis. Sesuai dengan Wikipedia, Wartawan atau jurnalis adalah seseorang yang melakukan tugas  jurnalistik atau orang yang secara teratur menuliskan berita (berupa laporan) dan tulisannya dikirimkan/dimuat di media massa secara teratur.

Tantangan seorang jurnalis apalagi jurnalis adalah salah satu pekerjaan yang berada di lapangan, dengan kata lain cobaan menjadi semakin berat. Berikut ini adalah beberapa tips bagi jurnalis perempuan di bulan puasa :

Read More

  1. Ikhlas

Cobaan di lapangan tidak bisa ditebak dalam situasi apapun. Jika seorang jurnalis melakukan pekerjaannya dengan iklhas, otomatis apapun yang dilakukan tidak terasa lelah. Kita tahu kalau dampak ketidak ikhlasan adalah marah dan kecewa tentu saja ini adalah hal yang patut di hindari. Kekecewaan terbesar adalah ketika kita terlalu berharap dengan seseorang. Apapun yang di peroleh di lapangan sebagai jurnalis haruslah di imbangi dengan rasa iklhas yang maksimal.

  1. Menjaga iman dan hati Ini juga hal yang terpenting saat menjalankan aktifitas di luar sebagai seorang jusrnalis. Terkait dengan hal di atas, 14 abad silam, RasulullahShallallahu ‘Alaihi Wasallam telah bersabda, “Siapa yang berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah akan diampuni dosa-dosanya yang lalu.”

Manusia adalah makhluk yang susah menahan hawa nafsu. Maka dari itu, dimanapun berada dan kapanpun saat beribadah puasa harusnya jurnalis selalu menjaga hati dan imannya.

 

 

  1. Bersabar

Sabar adalah kunci dari segala hal. Jika sudah sabar dan ikhlas dalam melalukan setiap aktifitas saat berpuasa, tentu hasil dari apa yang telah di capai adalah kepuasan. Untuk itu, bagi jurnalis muslimah, haruslah memperbanyak bersabar dalam menghadapi setiap situasi yang ada di lapangan saat bekerja. Kuncinya adalah harus banyak sabar, sabar, dan sabar.

 

  1. Menjaga hijab

Sebagai muslimah, hal yang satu ini adalah hal yang haram jika tidak di laksanakan. Dengan kata lain, sebuah hijab bagi seorang muslimah wajib di gunakan dalam setiap kondisi apapun. Untuk seorang jurnalis khususnya jurnalis muslimah tetaplah harus konsisten dalam menggunakan hijab. Selain menghindarkan berbagai macam fitnah, hijab juga salah satu yang dapat melindungi muslimah dari berbagai hal negatif.

Termasuk juga menjaga pandangan dari gambar-gambar atau film-film yang diharamkan untuk melihatnya. Anggota badan lain yang juga mesti dijaga dari hal-hal yang haram Allah adalah telinga, tangan, kaki dan anggota badan lain.

 

  1. Selalu bersemangat

Semua aktifitas yang dilakukan dengan penuh semangat. Akhir-akhir ini cuaca tidak dapat di tebak terutama di Kota Medan. di siang hari terasa sangat panas kemudian sore hari hujan deras. Apapun kendala yang dihadapi tentulah rasa semangat menjalani aktifitas saat beribadah puasa tidak boleh berkurang. Bersemangat saat beribadah puasa menambah rasa bahagia tersendiri. Sesungguhnya puasa itu akan melatih dan mendorong seorang muslim atau muslimah untuk berakhlak mulia serta melatih diri menjadi sosok yang terbiasa menjalankan ketaatan kepada Allah.

 

Demikian pula puasa orang yang mengamalkan tidak akan mendapatkan buah serta faidah kecuali dengan menjaga diri dari hal-hal yang bisa mengurangi atau bahkan menghilngkan pahalanya.

Bagi muslimah, hati, hijab, lisan sangat penting sekali, terlebih sekali bagi seorang jurnalis, wartawan, reporter muslimah. Mari menjaga pandangan kita wahai muslimah, pekerjaan adalah ujian bagi kita semua, disaat bulan nan suci ini, mari kita teguhkan hati, saling tolong-menolong, banyak istighfar, karena hidup tak selamanya di dunia.***(CM-01/Dela Aria Dahaka)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *