Perpustakaan Jalanan : Membaca Buku Itu Seni

  • Whatsapp
Teman-teman Perpustakaan Jalanan
Teman-teman Perpustakaan Jalanan

Seiring berkembangnya zaman, kita semakin dimudahkan dengan cara-cara yang instan untuk menggali sebuah informasi. Kini semua orang dapat dengan mudahnya mencari dan belajar berbagai hal yang ingin diketahui lewat internet. Jika menarik dari sejarah, sebelum adanya teknologi canggih tersebut para penemunya juga mendapatkannya dari sebuah buku.  Ada pepatah yang mengatakan bahwa buku adalah jendela dunia. Kata-kata itu benar saja sebab buku memang memberikan perspektif tersendiri kepada si pembaca baik itu buku novel, ensiklopedia, biografi, dsb. Sayangnya banyak orang menganggap jika buku adalah barang kuno, padahal kebanyakan buku memiliki isi bacaan yang lebih lengkap daripada lainnya.

Jadi, bisa dikatakan jika sekarang ini hal yang paling penting adalah menumbuhkan kembali niat membaca di kalangan masyarakat. Seperti yang dilakukan oleh beberapa pemuda Kota Medan yang membuka Perpustakaan Jalanan sebagai sebagai sarana membaca gratis kepada setiap orang. Kegiatan ini hampir selalu mereka lakukan disetiap hari Minggu dan sudah ada sejak Januari 2016 lalu.

Read More

Mengambil tempat pada salah satu titik di Taman Beringin Medan, mereka pun tak ragu memajang berbagai jenis buku bacaan yang boleh dibaca siapapun dan tidak dipungut biaya apapun. Perlu diketahui kegiatan ini murni sebagai wadah berbagi dari beberapa pemuda ini kepada masyarakat tanpa mengharapkan keuntungan ataupun kepentingan lainnya.

“Membaca buku itu seni. Ketika membaca buku perlu kesabaran dan ketenangan juga rasa penasaran bagaimana cerita dihalaman selanjutnya. Lagian prosesnya juga menarik kayak buka-tutup buku, bolak-balik halaman sampai melipat halamannya pun lebih asik ketimbang mengusap-usap layar handphone. Kalau melihat orang baca buku kami merasa sangat senang,” jelas Sei Handayani sebagai salah satu pengurus perpustakaan jalanan juga orang yang fanatik terhadap buku-buku bacaan.

Perpustakaan Jalanan
Perpustakaan Jalanan

Ia pun menambahkan jika buku-buku yang kini menjadi koleksi di Perpustakaan Jalanan seluruhnya merupakan hasil dari sumbangan buku-buku pribadi milik mereka dan juga donator lain. Jika berkunjung ke Perpustakaaan Jalanan, mereka memiliki buku-buku layak baca. Maklum saja sebagian dari mereka memang tak hanya menyukai buku namun juga gemar membacanya. Saat ini jumlah buku sudah mencapai ratusan dari bacaan ringan hingga tergolong berat.

“Untuk temen-temen yang ingin menyumbangkan buku kami bakal sangat senang menerimanya, caranya kalian bisa langsung aja datang hari minggu siang ke Taman Beringin pas kami lagi buka lapak. Atau bisa juga melalui instagramnya Perpustakaan Jalanan atau ke nomor saya Sei Handayani 082272656667,” tambah Sei saat ditanyakan bagaimana cara menyumbangkan buku ke mereka.

Mengingat kebanyakan yang datang ke Taman Beringin adalah anak-anak, maka Perpustakaan Jalanan juga memiliki cara tersendiri bagaimana membuat mereka merasa nyaman berada disana dengan konsep belajar sambil bermain. Sesekali mereka memberikan anak-anak tersebut kesempatan menggambar dan mewarnai menggunakan kertas dan crayon yang sudah disediakan oleh Perpustakaan Jalanan, nantinya apapun hasil yang dibuat mereka akan digantung dan dipamerkan seluruhnya seperti karya professional.

Para Pengunjung Perpustakaan Jalanan
Para Pengunjung Perpustakaan Jalanan

Tak hanya sampai disitu anak-anak pun sangat antusias saat membaca buku bergambar yang isinya tentang bermacam ilmu pengetahuan, bahkan tak jarang dari mereka ingin dibacakan layaknya dongeng sebelum tidur.

Dibeberapa kesempatan Perpustakaan Jalanan juga menambah konten kegiatan mereka dengan mendatangkan sosok-sosok yang dianggap mampu mengisnpirasi orang banyak serta bersedia membagi ilmunya pada khalayak.

“Ya, kami melakukan semua itu hanya untuk kesenangan tanpa memikirkan apa yang sudah kami berikan atau yang akan dapat. Semua ini untuk berbagi dan bagi kami apa yang kami buat ini menyenangkan. Kalian juga boleh gabung kok, tinggal datang aja,”

Ramadhan sebentar lagi akan tiba, akan memasuki Bulan Ramadhan yang jatuh pada 6 juni 2016 mendatang, kemungkinan Perpustakaan Jalanan akan kembali hadir di hari Minggu Selanjutnya sekaligus mengisi waktu sebelum berbuka dengan hal-hal yang positif.***(CM-03/Rio Khairuman)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *