Nikmati Masa Bermain dengan Saudara Kandungmu

  • Whatsapp
Bermain Dengan Saudara Kandung
Bermain Dengan Saudara Kandung

Memiliki keluarga utuh dambaan setiap manusia, memiliki saudara kandung yang bisa mengerti tentang segala kondisi adalah hal paling sempurna. Mengapa tidak? Ada kalanya, seseorang terjatuh, merasakan kesepian, memiliki beban yang berat di pundak. Yang paling mengerti akan hal ini hanyalah keluarga. Saudara kandung yang merupakan rekan paling ampuh untuk mencurahkan segala keluh kesah sangat pas dijadikan sebagai teman bermain.

Saat-saat bermain yang paling sering dilakukan saudara kandung adalah ketika semua aktivitas terhenti, misalnya seusai pulang sekolah, sore hari maupun saat seusai belajar malam. Dari belia biasanya telah diajarkan orangtua untuk tetap kompak dan bersama, dari hal kecil inilah yang membuat rasa persaudaraan semakin kuat.

Read More

Namun, ada saat unik yang biasanya dirasakan juga oleh orang-orang yang memiliki saudara kandung. Yaitu saat marah-marahan, bertengkar, hingga akhirnya pukul-pukulan yang berujung pada tangisan dan pujukan yang mempersatukan lagi. Hal seperti ini nampaknya dirindukan banyak orang. Tak jarang, pada saat dewasa yang dirindukan adalah hal seperti ini. Banyak yang mengira bahwa memiliki adik, abang atau kakak sangat tidak enak. Karena dapat merusak barang-barang berharga miliknya, suka mengurus privasi orang dan menjadi pembeda antara dirinya dan saudara kandung tersebut.

Bagaimanapun, hal ini dapat diminimalisir dengan berbagai keadaan. Contohnya saja ketika ada rekan lain yang mendekati dan terus bermain bersama, sedangkan saudara kandung tak lagi bersama untuk bermain, tentu ada ucapan hati yang mengajak untuk membawa saudara kandung bermain bersamanya lagi. Hal inilah yang membuat perasaan saudara kandung semakin kuat.

Kekuatan dari seseorang adalah saat ada yang menyemangatinya, keberadaaan saudara kandung memang tak pernah lepas dari setiap dukungan yang diberikan. Maka dari itu, banyak juga saat dewasa banyak yang merindukan masa-masa kembali ke masa muda, masa bermain dengan saudara kandung dan merindukan suasana bertengkar, pukul-pukulan hingga tangis-tangisan.

Saat sepi sendiri, yang diingat itu saudara kandung yang selalu menguatkan. Dengan tak adanya lagi saudara kandung disamping, maka banyak yang mencari orang lain untuk menjadi saudara yang bisa diajak bercengkarama, meluangkan waktu dan menjadi penghibur hati kala gundah melanda.

Masa kanak-kanak yang paling tak bisa dilupakan adalah saat bisa bermain bersama, pergi ke sekolah bersama, baju yang selalu kembar atau bahkan saat bertengkar parah hingga menyebabkan luka di satu pihak.

Kebiasaan inilah yang membuat seseorang diharuskan untuk tetap menyayangi saudara kandungnya, apapun yang terjadi. Karena rasa saying-menyayangi menjad penghalang terjadinya hal buruk pada seseorang.

Banyak kasus buruk yang berakibat fatal pada sebuah ikatan persaudaraan. Lebih buruknya lagi, hingga tak mau lagi menyebutnya sebagai saudara karena banyaknya masalah yang timbul jika terus bersama saudara kandung tersebut. Persepsi seperti ini sebaiknya diubah agar ke depannya ikatan persaudaraan semakin bertahan dan kuat.

Jangan mengatakan bahwa saudara kandung tidak berarti apa-apa bagi kehidupan, karena sesungguhnya yang bisa membuat seseorang bangkit lebih cepat dari keterpurukan adalah keluarga sendiri, nikmatilah masa-masa yang mungkin tak bisa terulang lagi ketika dewasa. Ada hal-hal yang orang tak mungkin bisa kembali ke masa itu, bisa saja diakibatkan karena maut telah memisahkan mereka.***(CM-E02/Amal Hayati)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *